A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
coffee culture


Kopi bukan sekadar minuman tapi bagian penting dari budaya yang menyatukan orang, memulai percakapan, dan melestarikan tradisi. Dari kafe-kafe ramai di kota besar hingga upacara sederhana di desa terpencil, kopi mencerminkan identitas dan sejarah masyarakatnya. Yuk kita jelajahi budaya kopi unik dari berbagai belahan dunia.

1. Ethiopia: Tempat Lahirnya Kopi

Di Ethiopia, kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi adalah ritual. Upacara kopi Ethiopia melibatkan proses memanggang, menggiling, dan menyeduh kopi di hadapan tamu. Aktivitas ini menjadi simbol kehangatan dan rasa hormat. Kopi disajikan dalam cangkir kecil bernama cini dan biasanya ditemani dengan camilan seperti popcorn atau roti.

2. Italia: Pusat Espresso Dunia

Di Italia, kopi identik dengan espresso, diminum cepat sambil berdiri di bar. Bagi orang Italia, kopi adalah ritual harian yang sakral, dengan setiap tegukan mewakili tradisi dan kualitas. Varian populer termasuk cappuccino (hanya diminum di pagi hari) dan macchiato. Meskipun terlihat sederhana, budaya kopi Italia memiliki banyak aturan tak tertulis yang unik.

3. Vietnam: Kopi dengan Sentuhan Inovasi

Kopi Vietnam terkenal akan keunikannya. Cà phê sữa đá, kombinasi kopi hitam yang kuat dengan susu kental manis, disajikan dengan es, menjadi favorit. Selain itu, ada cà phê trứng (kopi telur), di mana kuning telur dikocok dengan gula untuk menciptakan lapisan krim di atas kopi.

BACA JUGA: Menyelami Budaya Kopi Indonesia

4. Turki: Kopi Sebagai Warisan Budaya

Kopi Turki, yang diakui sebagai Warisan Budaya Bukan Benda oleh UNESCO, merupakan simbol keramahan. Kopi ini dimasak perlahan dalam cezve (panci kecil) hingga menghasilkan rasa yang pekat dan berbusa. Disajikan tanpa disaring, kopi Turki sering ditemani air dan manisan seperti Turkish delight.

5. Jepang: The Art of Slow Coffee

Budaya kopi Jepang menggabungkan presisi dan seni. Kafe tradisional Jepang, kissaten, menggunakan metode seduh seperti siphon atau pour-over yang menonjolkan kejernihan rasa. Kafe-kafe modern di Jepang juga menawarkan pengalaman unik dengan presentasi kopi yang artistik.

6. Swedia: Fika dan Waktu Istirahat

Di Swedia, kopi bukan sekadar minuman, tetapi gaya hidup. Konsep fika adalah waktu istirahat untuk menikmati kopi dan kue bersama teman atau kolega. Kopi di Swedia biasanya diminum hitam dan kuat, ditemani roti kayu manis atau kue lainnya.

7. Senegal: Café Touba yang Berbumbu

Di Senegal, kopi diberi sentuhan rempah dengan café Touba. Kopi ini dicampur dengan djar (lada Guinea) dan cengkeh, menciptakan rasa yang aromatik dan unik. Diperkenalkan oleh pemimpin spiritual Cheikh Amadou Bamba, minuman ini menjadi bagian integral dari budaya Senegal.

8. Amerika Serikat: Inovasi Kopi Modern

Di Amerika Serikat, kopi dikenal karena kreativitasnya. Dari nitro cold brew hingga rainbow latte, budaya kopi di sini terus berinovasi. Gerakan specialty coffee, yang menekankan pada biji kopi asal tunggal dan dari sumber yang berkelanjutan, telah meningkatkan kualitas penyeduhan kopi di seluruh negeri.

BACA JUGA: Dampak Pahit Perubahan Iklim Terhadap Kopi favoritmu

Kopi melewati batasan geografis, beradaptasi dengan selera dan tradisi lokal. Setiap budaya memberikan perspektif unik tentang minuman ini, dari ritual komunal hingga inovasi modern. Menjelajahi budaya kopi tidak hanya memperluas selera, tetapi juga memperdalam pemahaman kita tentang cara-cara berbeda orang terhubung melalui secangkir kopi.

Budaya kopi mana yang ingin kalian alami langsung atau malah sudah pernah mencobanya? 

Image by Mike Jones from Pexels

An asian woman doing her skincare routine

Gerakan "kecantikan minimalis" muncul untuk melawan cara lama yang cenderung mendorong konsumsi produk secara berlebihan. Gerakan ini mendukung pendekatan yang mengutamakan back to basic dalam rutinitas perawatan kulit dan kecantikan. Dengan menjalani prinsip kecantikan minimalis,  rutinitas kecantikan menjadi lebih sederhana, limbah produk berkurang, menurunkan dampak terhadap lingkungan, dan menghemat uang.

Masalah Konsumsi Berlebihan dalam Industri Kecantikan

Industri kecantikan global berkembang sangat pesat dan sangat menguntungkan, dengan ribuan produk baru diperkenalkan setiap tahun. Meskipun variasi dan inovasi sering kali dianggap sebagai aspek positif, namun inovasi juga memiliki sisi gelap yaitu mendorong konsumsi yang berlebihan. Para pecinta produk kecantikan terus-menerus dibombardir dengan iklan untuk krim, serum, pembersih, dan kosmetik terbaru, yang mengarah pada pola pikir bahwa lebih banyak produk berarti akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, seringkali produk yang dibeli akhirnya tidak habis terpakai, menumpuk, terlanjur kadaluwarsa dan harus dibuang.

Pola konsumsi berlebihan ini memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan. Dari pengambilan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan, produk kecantikan menghasilkan limbah yang sangat banyak. Menurut Zero Waste Week, industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau laut. Selain itu, banyak produk perawatan kulit dan makeup mengandung bahan-bahan yang diperoleh secara tidak berkelanjutan, yang semakin memperburuk kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Fast Beauty: Ancaman untuk Kesehatan dan Lingkungan

Apa itu Kecantikan Minimalis?

Kecantikan minimalis adalah konsep yang mendorong penggunaan lebih sedikit produk kecantikan dengan memilih produk berkualitas tinggi, daripada menggunakan sejumlah besar produk yang tidak perlu. Caranya dengan memilih produk yang multifungsi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kulit pemakai, daripada mengikuti tren atau membeli secara impulsif. Inti dari kecantikan minimalis adalah menyederhanakan penggunaan produk kecantikan dan memikirkan dampaknya pada lingkungan.

Pendekatan "less is more" dalam kecantikan juga menekankan pada self-awareness. Mengenal kulit sendiri agar tahu apa yang sebenarnya yang dibutuhkan kulit supaya menghindari pemakaian produk secara berlebihan dan menghindari paparan berlebihan dari bahan-bahan yang mungkin berbahaya. Tentunya ini juga berdampak pada pengurangan limbah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Mengurangi Limbah Produk

Salah satu prinsip utama kecantikan minimalis adalah mengurangi limbah, baik limbah akibat konsumsi produk maupun limbah kemasan. Fokus pada produk basic yang dibutuhkan dan sesuai jenis kulit, agar terhindar dari godaan belanja produk kecantikan yang tidak diperlukan dan menimbun produk yang akhirnya dibuang percuma karena tidak habis.

Untuk menjalankan rutinitas minimalis, penting untuk memilih  produk esensial yang sesuai dengan kulit dan memberikan manfaat terbesar. Misalnya, rutinitas perawatan kulit dasar mencakup pembersih muka, pelembab, tabir surya, dan perawatan khusus untuk masalah tertentu seperti jerawat atau penuaan. Produk multifungsi, seperti pelembap berwarna dengan SPF atau serum all-in-one, sangat membantu rutinitas kecantikan menjadi jauh lebih simple.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Setiap Hari

Dampak Lingkungan

Menjalankan rutinitas kecantikan minimalis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Penggunaan kemasan yang berlebihan dalam industri kecantikan, terutama plastik, berkontribusi pada polusi dan limbah. Dengan mengurangi jumlah produk yang kita pakai, kita juga mengurangi jumlah limbah kemasan. 

Minimalisme juga berjalan seiring dengan cara memilih produk yang aman, berkelanjutan, dan bebas dari praktik ilegal seperti percobaan terhadap hewan. Merek yang memilih sumber yang etis dan menggunakan bahan alami serta menggunakan kemasan ramah lingkungan semakin banyak dan disukai oleh konsumen. Ini tidak hanya mengurangi jejak karbon dari rutinitas kecantikan tetapi juga mendukung perusahaan yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan.

Manfaat Finansial

Selain mendukung keberlanjutan, menjalani rutinitas kecantikan minimalis juga dapat menghemat uang. Konsumen dapat berinvestasi di produk yang lebih berkualitas dan aman untuk digunakan dalam waktu lama, daripada menghabiskan uang untuk banyak produk murah yang sebetulnya tidak diperlukan. Dengan fokus pada rutinitas yang minimalis, konsumen dapat menghindari pembelian impulsif dan dorongan untuk terus-menerus mencoba setiap produk baru yang muncul di pasar.

Kecantikan minimalis membuat konsumen berebelanja dengan lebih bijaksana. Ketika konsumen menjadi lebih selektif tentang apa yang mereka beli, mereka cenderung meneliti produk dengan lebih baik, yang mengarah pada pilihan yang lebih baik dalam hal kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan.

Merangkul Minimalisme dalam Rutinitas Sehari-hari

Untuk menjalankan rutinitas kecantikan minimalis, mulailah dengan merapikan koleksi produk yang kalian punya saat ini. Pilih produk yang benar-benar digunakan, sesuai dengan jenis kulit dan memberikan hasil yang baik, lalu pertimbangkan untuk mendonasikan, mendaur ulang atau jual preloved  sisanya. Setelah produk-produk sudah berkurang, fokus pada basic skincare dan menggabungkan produk multifungsi jika memungkinkan.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Carilah merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dan praktik etis, dan pertimbangkan untuk memilih opsi pengemasan isi ulang atau rendah limbah. 

Dan yang terpenting adalah setiap kali ingin membeli produk baru, tanyakan pada diri sendiri apakah produk tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan atau hanya sekadar respons terhadap pemasaran atau tekanan sosial saja.

Image by Polina Kovaleva from Pexels

Rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya tentang mengurangi penggunaan produk tapi juga merubah mindset untuk menggunakan basic skincare yang sesuai kebutuhan kulit dan mengutamakan produk berkualitas baik, dihasilkan dengan etis dan berkelanjutan. 

Beralih ke rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya berdampak positif bagi diri sendiri tapi juga berdampak baik pada lingkungan serta ikut mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Image by Anna Tarazevich from Pexels


Istilah "fast beauty" belakangan mulai populer. Mirip dengan "fast fashion", istilah ini merujuk pada produksi dan konsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik yang cepat, sering kali tanpa memperhatikan standar keamanan, kualitas, dan dampak jangka panjang terhadap konsumen maupun lingkungan. Meskipun fast beauty menjanjikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang cepat, namun  efek yang ditimbulkan dari tren fast beauty ini sering kali tidak disadari. Dari bahan kimia berbahaya hingga praktik yang tidak berkelanjutan, bahaya fast beauty ternyata sangat besar dan serius.

Apa itu Fast Beauty?

Fast beauty dapat didefinisikan sebagai produksi massal produk perawatan kulit dan kosmetik dalam waktu yang sangat cepat untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. Tren ini didorong oleh media sosial, di mana para influencer kecantikan terus mempromosikan produk dan rutinitas perawatan kulit baru. Konsumen tergiur dengan ide mendapatkan hasil instan, mencari kulit yang sempurna atau penampilan makeup yang menjanjikan transformasi dalam waktu singkat.

Namun, proses cepat untuk menciptakan dan menjual produk sering kali mengabaikan standar keamanan, sumber daya yang etis, dan pertimbangan lingkungan. Dalam banyak kasus, produk dibuat dengan bahan berkualitas rendah atau bahkan berbahaya, dan proses produksinya berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan.

Penyebab Fast Beauty

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fast beauty:

1. Pengaruh Media Sosial
Platform media sosial telah menciptakan budaya konsumerisme terus menerus. Para influencer kecantikan secara rutin menampilkan produk baru, sering kali dalam konten bersponsor, yang membuat pengikut mereka merasa perlu memiliki produk tersebut untuk mencapai standar kecantikan yang "ideal". Arus produk “must have” dan FOMO juga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak, sehingga meningkatkan permintaan untuk perputaran produk yang cepat.

BACA JUGA: Bijak dalam Bermedia Sosial

2. Tergiur Hasil Instan
Gaya hidup yang serba cepat dan keinginan untuk mendapatkan hasil instan membuat konsumen mengharapkan hasil yang cepat dari produk perawatan kulit dan kecantikan mereka. Hal ini mendorong merek-merek untuk menciptakan produk yang menjanjikan efek instan, sering kali tanpa pengujian yang memadai atau pertimbangan terhadap dampak kesehatan jangka panjang.

3. Industri Berorientasi Laba
Banyak merek kecantikan yang lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas produk. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan menekan biaya, mereka mungkin mengorbankan bahan berkualitas, mempercepat proses produksi, dan mengabaikan proses pengujian yang ketat.

4. Kurangnya Regulasi
Di beberapa negara, produk perawatan kulit dan kecantikan tidak tunduk pada regulasi yang ketat seperti produk konsumen lainnya. Kurangnya pengawasan ini memungkinkan perusahaan menggunakan bahan yang mungkin tidak aman atau tidak bersumber secara berkelanjutan, sehingga membahayakan konsumen dan lingkungan.

Image by Karolina Kaboompics from Pexels

Dampak Lingkungan dari Fast Beauty

Dampak lingkungan dari fast beauty sangat signifikan dan semakin meluas. 

1. Bertambahnya Limbah
Fast beauty mendorong konsumsi berlebihan, yang mengakibatkan produk berlebih yang dibeli dan dibuang. Banyak produk perawatan kulit dan kosmetik dikemas dalam kemasan yang tidak dapat didaur ulang, yang berkontribusi pada masalah limbah plastik yang semakin parah. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan.

2. Polusi Kimia
Banyak produk fast beauty mengandung bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, dan pewangi sintetis. Ketika produk ini dibersihkan di kamar mandi atau wastafel, bahan kimia tersebut masuk ke sistem air dan dapat mencemari sungai, laut, serta tanah, sehingga merusak kehidupan air dan mengganggu ekosistem.

3. Menghabiskan Sumber Daya
Produksi cepat produk kecantikan sering kali melibatkan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, seperti air, mineral, dan bahan berbasis tanaman. Banyak produk kecantikan yang bergantung pada minyak kelapa sawit, yang penanamannya secara tidak berkelanjutan berkontribusi pada deforestasi dan perusakan habitat.

4. Jejak Karbon
Ketergantungan industri fast beauty pada rantai pasokan global meningkatkan jejak karbon produk. Bahan-bahan sering kali bersumber dari berbagai negara, dikirim ke pabrik, dan kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. Jaringan transportasi ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, mempercepat perubahan iklim.

BACA JUGA: Bahaya Microbeads dan Cara Menghindarinya

Risiko Kesehatan dari Produk Fast Beauty

Selain konsekuensi lingkungan, fast beauty juga menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen. Beberapa risiko ini termasuk:

1. Penggunaan Bahan Berbahaya
Untuk menekan biaya dan mempercepat produksi, merek-merek fast beauty mungkin menggunakan bahan yang murah tetapi berpotensi berbahaya. Meskipun telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, alergi, dan iritasi kulit, bahan kimia seperti paraben, phthalates, dan formaldehida masih sering ditemukan dalam produk fast beauty, 

2. Kurangnya Pengujian
Banyak produk fast beauty masuk ke pasar tanpa pengujian yang memadai untuk keselamatan atau efektivitasnya. Kurangnya pengujian ini dapat menyebabkan reaksi alergi, jerawat, atau kerusakan kulit jangka panjang. Produk yang menjanjikan solusi cepat, seperti produk yang mengklaim dapat menghilangkan jerawat dalam semalam atau menghilangkan kerutan seketika, mungkin mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi.

BACA JUGA: Mengenal Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

3. Penggunaan Produk yang Berlebihan
Fast beauty mendorong konsumen untuk mencoba banyak produk sekaligus, sering kali tanpa memahami cara kerjanya bersama. Penggunaan berlebihan atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat merusak skin barrier, menyebabkan sensitized skin, kemerahan, dan jerawat.

Cara Menghindari

Untuk menghindari jebakan fast beauty, konsumen harus lebih bijaksana dalam memilih dan menggunakan produk kecantilkan dan kosmetik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Pilih Kualitas daripada Kuantitas
Investasikan pada produk perawatan kulit dan kecantikan berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan bahan yang aman dan efektif. Hindari tergiur dengan tren terbaru dan fokus pada membangun rutinitas perawatan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

2. Teliti Memilih Merek
Dukung merek yang mengutamakan keberlanjutan dan praktik yang etis. Carilah perusahaan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengambil bahan secara bertanggung jawab, dan memiliki proses pengujian serta produksi yang transparan.

3. Sederhanakan Rutinitas 
Daripada menggunakan banyak produk, sederhanakan rutinitas kecantikan dengan beberapa produk esensial. Pilih pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit sebagai basic skincare untuk menjaga kesehatan kulit tanpa membanjirinya dengan produk yang tidak perlu dan berlebihan.

4. Waspadai Solusi Instan
Patut disadari bahwa perawatan kulit adalah komitmen jangka panjang. Waspada terhadap produk yang menjanjikan hasil instan, karena mungkin menggunakan bahan yang berbahaya untuk mempercepat efek yang bisa merusak kulit dan menyebabkan penyakit lainnya jika digunakan dalam jangka panjang.

5. Pilih Kemasan yang Dapat Digunakan Kembali
Bila memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang atau diisi ulang. Banyak merek kecantikan yang berkelanjutan sekarang menawarkan stasiun isi ulang atau wadah yang dapat digunakan kembali, membantu mengurangi limbah plastik.

6. Edukasi Diri Sendiri
Perkaya diri dengan informasi mengenai bahan-bahan dan praktik di balik merek kecantikan yang dipakai. Semakin banyak tahu tentang apa yang ada dalam suatu produk, semakin baik kita dapat membuat pilihan yang bijak dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kembali ke Alam. Potensi Komoditas Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Fast beauty terlihat menarik karena janjinya untuk memberikan hasil yang cepat dan tawaran produk baru yang terus-menerus, tetapi bahaya tersembunyi terhadap kesehatan dan lingkungan terlalu besar untuk diabaikan. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, mendukung merek yang berkelanjutan, dan menerapkan konsumsi yang bijaksana, kita dapat keluar dari siklus fast beauty dan bergerak menuju pendekatan perawatan kulit dan kecantikan yang lebih sehat serta lebih ramah lingkungan.

Image by Suzy Hazelwood from Pexels


Biji kopi Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang terkenal dengan bentang alamnya yang beragam dan warisan budayanya yang kaya, dengan budaya kopi yang dinamis yang mencerminkan sejarah kompleks dan norma-norma sosialnya.

Dalam budaya Indonesia, kopi lebih dari sekedar minuman. Kopi adalah simbol keramahtamahan, ritual sehari-hari, dan perekat sosial yang menyatukan komunitas.

Dengan mempelajari akar sejarah kopi Indonesia, praktik tradisional, dan tren minum kopi saat ini, kita bisa menyelami lebih dalam budaya kopi Indonesia yang unik dan memperkaya budaya kopi global. 

Sejarah Kopi Indonesia

Indonesia memiliki sejarah kopi yang kaya dan beragam, dimulai pada akhir abad ke-17 ketika kolonial Belanda memperkenalkan tanaman kopi Arabika ke tanah subur di Jawa. Pulau Jawa menjadi lokasi pertama di mana kopi dibudidayakan secara komersial, dan pada awal abad ke-18, Indonesia telah menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi yang dihasilkan dari Indonesia, terutama dari Jawa, menjadi sangat populer di Eropa, dan istilah "Java" menjadi sinonim untuk kopi.

Seiring dengan berkembangnya industri kopi, budidaya kopi menyebar ke berbagai pulau di Indonesia, termasuk Sumatra, Sulawesi, Bali, dan Flores. Setiap daerah ini mengembangkan karakteristik rasa uniknya sendiri karena perbedaan kondisi iklim dan tanah. Misalnya, kopi Sumatra terkenal dengan  rasa yang kuat, sementara kopi Bali dikenal dengan aroma bunga dan rasa yang halus.

Kopi tidak hanya menjadi komoditas ekspor yang penting tetapi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari budaya sehari-hari masyarakat Indonesia. Tradisi minum kopi seperti Kopi Tubruk—di mana biji kopi yang digiling halus direbus dengan air dan disajikan dengan ampasnya—menjadi sangat populer di Jawa. Di Yogyakarta, Kopi Joss yang unik dengan arang panas yang dicelupkan ke dalam kopi menciptakan rasa yang khas dan pengalaman minum yang berbeda.

Selama bertahun-tahun, budaya minum kopi di Indonesia terus berkembang, dengan munculnya kafe-kafe modern dan tren specialty coffee yang menekankan kualitas dan keberlanjutan. Kopi di Indonesia bukan hanya tentang minuman itu sendiri tetapi juga tentang warisan, tradisi, dan inovasi yang terus berkembang.

Saat ini, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia tetapi juga sebagai negara dengan budaya kopi yang kaya dan beragam yang terus memikat pecinta kopi di seluruh dunia.

Tren Specialty Coffee

Menurut wearecoffeeco.com, Specialty coffee mengacu pada kopi yang mendapat nilai 80 poin atau lebih tinggi, pada skala 100 poin, yang telah disertifikasi oleh Q Grader (CQI) Asosiasi Kopi Spesial (SCA) yang berlisensi.

Kopi ini dianggap istimewa dibandingkan dengan kopi lainnya karena banyak faktor, termasuk kopi ditanam di ketinggian yang tepat, pada waktu yang tepat dalam setahun, di tanah yang terbaik, dan kemudian dipetik pada waktu yang tepat. . Terdapat proses yang ketat di setiap tahap siklus hidup kopi agar kopi dapat memenuhi standar tinggi sertifikasi ‘Specialty Grade’.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya specialty coffee mulai berkembang di Indonesia, didorong oleh generasi baru penggemar dan pengusaha kopi. Kedai specialty coffee bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, menawarkan kopi yang diseduh dengan cermat dari biji kopi asal tunggal.

Tempat-tempat ini menekankan kualitas dan keberlanjutan, sering kali mendapatkan biji kopi langsung dari petani lokal dan mempromosikan praktik perdagangan yang adil. Fokusnya adalah mendidik konsumen tentang kualitas kopi, profil rasa kopi Indonesia yang beragam, dan mendorong apresiasi terhadap keahlian yang terlibat dalam produksi kopi.

BACA JUGA: Potensi Komoditi Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Budaya kopi Indonesia adalah perpaduan dari sejarah, tradisi, dan inovasi. Dari metode minum kopi tradisional hingga kedai kopi kekinian yang menawarkan specialty coffee, kopi terus menjadi bagian penting dari budaya Indonesia. 

Walaupun produksi kopi Indonesia dihadapi pada beberapa tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga kopi dan kebutuhan akan pertanian kopi yang etis serta berkelanjutan, namun banyak pihak yang terus menunjukkan dukungannya untuk memastikan budaya kopi Indonesia tetap terjaga dan berkembang seiring dengan waktu.

Image by Ramon Perucho from Pexels

Gaya hidup berkelanjutan

Meningkatnya urbanisasi dan mobilitas global menjadikan transportasi sebagai penyumbang sebagian besar emisi karbon yang berdampak pada pencemaran udara dan lingkungan. 

Menurut hasil studi Institute for Essential Services Reform (IESR), pada tahun 2022 sektor transportasi menghasilkan 150 juta ton CO2e. Kondisi ini menempatkan transportasi sebagai kontributor ke-3 terbesar setelah sektor energi dan industri, dan sebesar 90% dihasilkan oleh transportasi darat, baik kendaraan penumpang maupun logistik.

Kehidupan sehari-hari tidak luput dari pergerakan, khususnya di kota besar yang padat dan tingkat aktifitas yang tinggi. Berkendara adalah kebutuhan primer dalam keseharian, hal ini menyebabkan emisi dari sektor transportasi terus meningkat.

Mencari alternatif transportasi yang lebih berkelanjutan adalah langkah yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pencemaran dan mengurangi jejak karbon kita 

Arti Transportasi Berkelanjutan 

Transportasi berkelanjutan mengacu pada moda transportasi yang rendah emisi, hemat energi, terjangkau, dan efeknya rendah terhadap lingkungan.

Beberapa pilihan transportasi berkelanjutan adalah sepeda, jalan kaki, carpooling dan transportasi umum.

BACA JUGA: Beralih ke Sustainable Fashion untuk Menyelamatkan Bumi


Jalan Kaki

Jalan kaki adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mengurangi jejak karbon. Selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Jalan kaki adalah contoh nyata transportasi berkelanjutan yang sangat efisien tanpa perlu peralatan eksternal.

Bersepeda

Selain tidak menghasilkan emisi, bersepeda juga membantu meningkatkan kesehatan fisik. Di banyak kota, infrastruktur untuk bersepeda semakin berkembang dengan adanya jalur sepeda dan fasilitas parkir sepeda. Dengan bersepeda, kita tidak hanya mengurangi jejak karbon tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas.

Carpooling dan Ridesharing

Carpooling dan ridesharing adalah metode yang efisien untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Dengan berbagi perjalanan dengan orang lain, kita dapat mengurangi jejak karbon per penumpang. 

Platform seperti Grab dan Gojek sudah mulai memudahkan kita untuk menemukan penumpang lain yang searah. Selain mengurangi jejak karbon kita, ridesharing juga mengurangi biaya perjalanan.

Transportasi Umum

Menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, dan moda raya terpadu dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Transportasi umum yang efisien dapat mengangkut banyak penumpang sekaligus, mengurangi emisi per penumpang dibandingkan dengan mobil pribadi. 

Di kota besar seperti Jakarta, kualitas transportasi umum semakin membaik dengan adanya TransJakarta dan MRT. Bahkan TransJakarta sudah memiliki bus listrik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Sehari-hari

Transportasi berkelanjutan adalah salah satu kunci penting untuk mengurangi jejak karbon dan melindungi lingkungan kita. Dengan bersepeda, menggunakan transportasi umum, beralih ke mobil listrik, carpooling, dan berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat, kita dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan. 

Implementasi kebijakan pemerintah yang mendukung serta kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Penggunaan TransJakarta dan MRT Jakarta adalah contoh konkret dari upaya untuk mengurangi jejak karbon di Jakarta. Mari kita mulai dari sekarang, demi bumi yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Image by Jo Christie Huang from EyeEm

Kesehatan masyarakat adalah salah satu aspek terpenting dalam pembangunan sebuah daerah. Di Teluk Kuantan, Provinsi Riau, layanan kesehatan terus mengalami peningkatan berkat sinergi yang kuat antara ahli farmasi dan tenaga medis lainnya. 

Peran Ahli Farmasi dalam Layanan Kesehatan

Ahli farmasi atau apoteker memiliki peran vital dalam sistem layanan kesehatan. Mereka tidak hanya bertanggung jawab untuk menyediakan dan meracik obat-obatan, tetapi juga memastikan bahwa penggunaan obat tersebut tepat dan aman bagi pasien. 

Berikut adalah beberapa peran utama ahli farmasi dalam layanan kesehatan:

1. Penyediaan Obat yang Aman dan Efektif
Ahli farmasi bertugas untuk memastikan bahwa obat yang diberikan kepada pasien adalah yang paling tepat untuk kondisi medis mereka. Mereka harus memahami interaksi obat, efek samping, dan kontraindikasi untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

2. Pendidikan dan Konsultasi
Selain menyediakan obat, ahli farmasi juga memberikan edukasi kepada pasien mengenai cara penggunaan obat yang benar, termasuk dosis dan jadwal pemberian. Mereka juga memberikan konsultasi terkait efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya.

3. Penelitian dan Pengembangan
Ahli farmasi berperan dalam penelitian dan pengembangan obat baru. Mereka bekerja sama dengan peneliti lain untuk menemukan formula obat yang lebih efektif dan aman, serta metode pengobatan yang inovatif.

Sinergi Ahli Farmasi dengan Tenaga Medis Lainnya

Sinergi antara ahli farmasi dan tenaga medis lainnya, seperti dokter, perawat, dan bidan, sangat penting untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif. Sinergi ini telah membawa berbagai manfaat yang signifikan, di antaranya:

1. Peningkatan Efektivitas Pengobatan
Dengan adanya koordinasi yang baik antara dokter dan ahli farmasi, pengobatan yang diberikan kepada pasien menjadi lebih efektif. Dokter dapat berkonsultasi dengan apoteker mengenai pilihan obat terbaik dan dosis yang tepat, sehingga risiko kesalahan dalam pemberian obat dapat diminimalisir.

2. Pendekatan Holistik dalam Perawatan Pasien
Kerjasama antara ahli farmasi dan perawat atau bidan membantu dalam memberikan perawatan yang lebih holistik. Perawat dan bidan dapat memberikan informasi mengenai kondisi pasien secara langsung kepada apoteker, sehingga obat yang diberikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien.

3. Pencegahan Kesalahan Medis
Sinergi yang baik antara ahli farmasi dan tenaga medis lainnya dapat membantu mencegah kesalahan medis, seperti pemberian obat yang salah atau interaksi obat yang berbahaya. Dengan adanya komunikasi yang efektif, setiap keputusan medis dapat diambil dengan lebih hati-hati dan berdasarkan informasi yang akurat.

4. Peningkatan Edukasi Kesehatan Masyarakat
Melalui kolaborasi, ahli farmasi dan tenaga medis dapat menyelenggarakan program edukasi kesehatan bagi masyarakat. Ini termasuk kampanye penggunaan obat yang tepat, bahaya penggunaan obat tanpa resep, dan pentingnya mengikuti instruksi dokter dan apoteker.

Dampak Positif bagi Masyarakat Kuantan, Riau

Keberhasilan sinergi antara ahli farmasi dan tenaga medis di Teluk Kuantan, Riau, telah memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa dampak tersebut:

1. Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
Kualitas layanan kesehatan diharapkan terus meningkat dengan adanya kolaborasi antara ahli farmasi dan tenaga medis lainnya. Pasien bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik dan obat yang tepat, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih efektif.

2. Penurunan Angka Kesalahan Medis
Dengan adanya sinergi yang baik, angka kesalahan medis di Teluk Kuantan dapat ditekan. Koordinasi yang baik antara dokter dan apoteker membantu mencegah pemberian obat yang salah atau dosis yang tidak tepat.

3. Kesadaran Masyarakat akan Penggunaan Obat yang Tepat
Melalui program edukasi yang diselenggarakan oleh tenaga medis dan ahli farmasi, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang tepat semakin meningkat. Masyarakat menjadi lebih paham mengenai cara penggunaan obat yang benar dan risiko penggunaan obat tanpa resep.

4. Akses Lebih Mudah ke Obat-Obatan yang Aman
Dengan manajemen stok obat yang baik dan pengendalian kualitas yang ketat oleh apoteker, masyarakat Teluk Kuantan memiliki akses yang lebih mudah dan aman ke obat-obatan yang mereka butuhkan. Ini membantu mengurangi risiko penggunaan obat kadaluarsa atau palsu.


Sinergi antara ahli farmasi dan tenaga medis lainnya di Teluk Kuantan, Riau, membawa banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Melalui kerjasama yang efektif, kualitas layanan kesehatan meningkat, kesalahan medis dapat diminimalisir, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang tepat semakin meningkat. 

Meskipun masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, dengan solusi yang tepat, sinergi ini dapat terus diperkuat dan memberikan dampak positif yang lebih besar lagi di masa depan. 

Platform seperti pafikotatelukkuantan.org bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tantangan dan meningkatkan sinergi ahli farmasi di Teluk Kuantan.

Image by Andrea Piacquadio from Pexels

Cuaca ekstrim

Perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia saat ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga oleh tanaman, termasuk tanaman kopi yang menjadi salah satu komoditas penting di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi asal Indonesia adalah kopi arabika dan robusta yang terkenal memiliki kualitas tinggi. Namun, perubahan iklim telah menimbulkan tantangan serius bagi para petani kopi di Indonesia. Suhu yang semakin panas, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan fenomena cuaca ekstrem menjadi beberapa faktor yang mengancam produksi kopi.

Suhu yang Meningkat

Suhu yang semakin tinggi menyebabkan tanaman kopi menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Salah satu penyakit yang paling mengancam adalah coffee leaf rust, yang disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix. Penyakit ini menyebar lebih cepat di kondisi hangat dan lembab, yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Akibatnya, banyak tanaman kopi yang mati atau menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang rendah.

Perubahan Pola Curah Hujan

Perubahan pola curah hujan juga berdampak negatif pada pertumbuhan kopi. Tanaman kopi membutuhkan curah hujan yang cukup dan merata sepanjang tahun. Namun, dengan adanya perubahan iklim, curah hujan menjadi tidak menentu. Musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan, sementara curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir dan erosi tanah. Kondisi ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas biji kopi.

Cuaca Ekstrem

Peningkatan kejadian cuaca ekstrem, seperti badai dan angin kencang, juga berdampak buruk pada tanaman kopi. Angin kencang dapat merusak pohon kopi dan merontokkan bunga atau buah yang masih muda. Selain itu, badai yang sering terjadi dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan, yang penting untuk produksi dan distribusi kopi.

BACA JUGA: 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia

Dampak pada Minuman Kopi Favorit

Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi produksi kopi, tetapi juga berdampak pada ketersediaan dan harga kopi di pasar global. Penurunan hasil panen dan kualitas biji kopi menyebabkan pasokan kopi menjadi terbatas, sehingga harga kopi cenderung meningkat. Hal ini tentu berpengaruh pada minuman kopi favorit kita.

Kualitas Rasa

Perubahan iklim dapat mempengaruhi profil rasa kopi. Kopi yang tumbuh di kondisi cuaca ekstrem cenderung memiliki rasa yang kurang konsisten. Misalnya, kopi yang terpapar suhu tinggi dapat menghasilkan rasa yang lebih pahit dan kurang kompleks. Ini tentu mengurangi kenikmatan saat minum secangkir kopi favorit kita.

Ketersediaan Varietas

Beberapa varietas kopi yang sensitif terhadap perubahan iklim mungkin akan semakin sulit ditemukan. Petani kopi mungkin harus beralih ke varietas yang lebih tahan terhadap suhu tinggi dan penyakit, yang belum tentu memiliki rasa dan aroma yang sama dengan varietas kopi favorit kita. Akibatnya, kita mungkin akan kehilangan beberapa pilihan kopi yang selama ini kita nikmati.

Harga yang Meningkat

Dengan menurunnya produksi kopi akibat perubahan iklim, harga kopi di pasaran cenderung meningkat. Ini berarti kita harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kopi, baik kopi untuk diseduh di rumah maupun secangkir kopi di kafe. Bagi pecinta kopi, kondisi ini sangat menyedihkan.

BACA JUGA: 10 Manfaat Minum Kopi Hitam 

Langkah Menghadapi Tantangan

Meskipun dampak perubahan iklim terhadap tanaman kopi sangat signifikan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghadapinya. Para petani kopi di Indonesia perlu beradaptasi dengan teknik pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, seperti penggunaan varietas kopi yang lebih tahan panas dan penyakit, serta penerapan sistem irigasi yang efisien. Selain itu, dukungan dari pemerintah dan organisasi internasional dalam bentuk pelatihan dan bantuan teknis sangat diperlukan untuk membantu petani kopi beradaptasi.

Di sisi lain, kita sebagai konsumen juga bisa berkontribusi dengan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Memilih produk kopi yang memiliki sertifikasi keberlanjutan, seperti Fair Trade atau Rainforest Alliance, adalah salah satu cara untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani kopi.

BACA JUGA: Manfaat Kandungan Kopi dalam Skincare

Perubahan iklim memberikan dampak yang signifikan terhadap tanaman kopi di Indonesia dan, pada akhirnya, mempengaruhi minuman kopi favorit kita. Kondisi yang sulit dihindari mengingat perubahan iklim yang terjadi saat ini. Sebagai peminum kopi kita harus bisa beradaptasi dan sama-sama mencari jalan keluar untuk menjaga keberlanjutan produksi kopi di tengah perubahan iklim yang terus berlangsung.

Image by Jo Christie from Shutterstock

suplemen daya tahan tubuh

Menjaga daya tahan tubuh adalah aspek penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama di kondisi lingkungan yang penuh dengan polusi dan perubahan musim yang tidak menentu. Imunitas tubuh yang baik membantu kita tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi suplemen.

Tantangan Kesehatan Sehari-Hari

Di tengah polusi udara yang kian meningkat, terutama di kota-kota besar, tubuh kita rentan terpapar berbagai zat berbahaya. Polusi udara dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih mudah terserang penyakit. Selain itu, perubahan musim yang tidak menentu, suhu udara yang ekstrim dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi juga memberi dampak ke kesehatan kita. Seperti yang sering kita rasakan, perubahan cuaca yang drastis kerap menyebabkan kita mudah terserang flu, batuk, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus.

Gaya hidup modern dengan tekanan yang besar dari pekerjaan serta kualitas makanan yang dikonsumsi, menambah tantangan kesehatan dalam hidup sehari-hari. Makanan instan dan makanan ultra proses yang semakin mudah didapat dan digemari saat ini membuat daya tahan tubuh rentan dan menyebabkan kita mudah terserang penyakit.

Peran Suplemen Selama Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 membawa perubahan signifikan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk di Indonesia. Ketakutan akan tertular virus mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kesadaran masyarakat akan kebutuhan suplemen meningkat dan menyebabkan peningkatan permintaan suplemen daya tahan tubuh.  Suplemen seperti vitamin C, vitamin D, zinc, dan berbagai multivitamin lainnya menjadi sangat populer. 

Kesadaran akan pentingnya kesehatan yang lebih baik selama pandemi ini diharapkan dapat terus berlanjut bahkan setelah situasi kembali normal.

Suplemen untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Dalam jurnal "A Review of Micronutrients and the Immune System–Working in Harmony to Reduce the Risk of Infection" dari MDPI Nutrients, dijelaskan bahwa mikronutrien berperan sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi resiko infeksi.

Selain menjaga kualitas makanan yang kita makan setiap hari, mengonsumsi suplemen adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan mikronutrien agar daya tahan tubuh terjaga dengan baik. 

Berikut beberapa jenis mikronutiren esensial yang dibutuhkan tubuh kita dan manfaatnya bagi kesehatan:

1. Vitamin C
Vitamin C adalah antioksidan yang kuat dan dikenal karena kemampuannya dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin ini membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Selain itu vitamin C membantu meningkatkan penyerapan nutrisi lain dalam tubuh.

2. Vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat melemahkan respon imun dan meningkatkan risiko infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada individu yang memiliki kadar vitamin D rendah.

3. Zinc
Zinc adalah mineral yang esensial untuk menjaga daya tahan tubuh. Zinc membantu tubuh dalam proses penyembuhan luka dan mendukung fungsi sel imun. Suplemen zinc telah terbukti efektif dalam mengurangi durasi gejala flu.

4. Echinacea
Selain bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Echinacea juga dapat mengurangi peradangan dan kaya akan antioksidan. Oleh karena itu, tanaman ini juga membantu tubuh melawan stres oksidatif. Gejala stres oksidatif yang biasanya dirasakan adalah kelelahan, nyeri otot, masalah pencernaan, gangguan tidur, otot kaku, kulit kusam dan keriput, dan tergantung pada tingkat keparahannya gejala bisa meliputi kesulitan konsentrasi, menjadi pelupa, kecemasan bahkan depresi. 

5. Probiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Kesehatan usus yang baik sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Studi menunjukkan bahwa probiotik dapat mengurangi durasi infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak.


Melihat kondisi cuaca dan lingkungan saat ini, permintaan akan kebutuhan suplemen daya tahan tubuh semakin meningkat. Keadaan ini membuka kesempatan yang besar untuk para pemilik bisnis mengembangkan usahanya di bidang suplementasi.

Indocare B2B: Solusi Maklon Suplemen 

Indocare B2B merupakan manufaktur yang menyediakan layanan maklon lengkap untuk produk suplemen kesehatan dan telah berpengalaman dalam industri pengembangan suplemen sejak tahun 1988. 

Indocare B2B telah lulus berbagai sertifikasi seperti BPOM, Halal, GMP, dan berbagai sertifikasi manufaktur lainnya. Hal ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang terjamin dan aman untuk dikonsumsi. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, Indocare B2B siap membantu menciptakan produk suplemen yang inovatif dan berkualitas.

Menjaga daya tahan tubuh di tengah tantangan kesehatan sehari-hari adalah kunci untuk hidup sehat. Peran suplemen daya tahan tubuh sangatlah penting untuk meningkatkan kesehatan, dan juga membuka banyak kesempatan untuk merambah bisnis suplemen dan tentunya bekerja sama dengan produsen yang berkualitas, berpengalaman dan terpercaya seperti layanan maklon suplemen yang ditawarkan oleh Indocare B2B.

Image by Andrea Piacquadio and Karolina Kaboompics from Pexels.

Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates