A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
coffee culture


Kopi bukan sekadar minuman tapi bagian penting dari budaya yang menyatukan orang, memulai percakapan, dan melestarikan tradisi. Dari kafe-kafe ramai di kota besar hingga upacara sederhana di desa terpencil, kopi mencerminkan identitas dan sejarah masyarakatnya. Yuk kita jelajahi budaya kopi unik dari berbagai belahan dunia.

1. Ethiopia: Tempat Lahirnya Kopi

Di Ethiopia, kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi adalah ritual. Upacara kopi Ethiopia melibatkan proses memanggang, menggiling, dan menyeduh kopi di hadapan tamu. Aktivitas ini menjadi simbol kehangatan dan rasa hormat. Kopi disajikan dalam cangkir kecil bernama cini dan biasanya ditemani dengan camilan seperti popcorn atau roti.

2. Italia: Pusat Espresso Dunia

Di Italia, kopi identik dengan espresso, diminum cepat sambil berdiri di bar. Bagi orang Italia, kopi adalah ritual harian yang sakral, dengan setiap tegukan mewakili tradisi dan kualitas. Varian populer termasuk cappuccino (hanya diminum di pagi hari) dan macchiato. Meskipun terlihat sederhana, budaya kopi Italia memiliki banyak aturan tak tertulis yang unik.

3. Vietnam: Kopi dengan Sentuhan Inovasi

Kopi Vietnam terkenal akan keunikannya. Cà phê sữa đá, kombinasi kopi hitam yang kuat dengan susu kental manis, disajikan dengan es, menjadi favorit. Selain itu, ada cà phê trứng (kopi telur), di mana kuning telur dikocok dengan gula untuk menciptakan lapisan krim di atas kopi.

BACA JUGA: Menyelami Budaya Kopi Indonesia

4. Turki: Kopi Sebagai Warisan Budaya

Kopi Turki, yang diakui sebagai Warisan Budaya Bukan Benda oleh UNESCO, merupakan simbol keramahan. Kopi ini dimasak perlahan dalam cezve (panci kecil) hingga menghasilkan rasa yang pekat dan berbusa. Disajikan tanpa disaring, kopi Turki sering ditemani air dan manisan seperti Turkish delight.

5. Jepang: The Art of Slow Coffee

Budaya kopi Jepang menggabungkan presisi dan seni. Kafe tradisional Jepang, kissaten, menggunakan metode seduh seperti siphon atau pour-over yang menonjolkan kejernihan rasa. Kafe-kafe modern di Jepang juga menawarkan pengalaman unik dengan presentasi kopi yang artistik.

6. Swedia: Fika dan Waktu Istirahat

Di Swedia, kopi bukan sekadar minuman, tetapi gaya hidup. Konsep fika adalah waktu istirahat untuk menikmati kopi dan kue bersama teman atau kolega. Kopi di Swedia biasanya diminum hitam dan kuat, ditemani roti kayu manis atau kue lainnya.

7. Senegal: Café Touba yang Berbumbu

Di Senegal, kopi diberi sentuhan rempah dengan café Touba. Kopi ini dicampur dengan djar (lada Guinea) dan cengkeh, menciptakan rasa yang aromatik dan unik. Diperkenalkan oleh pemimpin spiritual Cheikh Amadou Bamba, minuman ini menjadi bagian integral dari budaya Senegal.

8. Amerika Serikat: Inovasi Kopi Modern

Di Amerika Serikat, kopi dikenal karena kreativitasnya. Dari nitro cold brew hingga rainbow latte, budaya kopi di sini terus berinovasi. Gerakan specialty coffee, yang menekankan pada biji kopi asal tunggal dan dari sumber yang berkelanjutan, telah meningkatkan kualitas penyeduhan kopi di seluruh negeri.

BACA JUGA: Dampak Pahit Perubahan Iklim Terhadap Kopi favoritmu

Kopi melewati batasan geografis, beradaptasi dengan selera dan tradisi lokal. Setiap budaya memberikan perspektif unik tentang minuman ini, dari ritual komunal hingga inovasi modern. Menjelajahi budaya kopi tidak hanya memperluas selera, tetapi juga memperdalam pemahaman kita tentang cara-cara berbeda orang terhubung melalui secangkir kopi.

Budaya kopi mana yang ingin kalian alami langsung atau malah sudah pernah mencobanya? 

Image by Mike Jones from Pexels

Biji kopi Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang terkenal dengan bentang alamnya yang beragam dan warisan budayanya yang kaya, dengan budaya kopi yang dinamis yang mencerminkan sejarah kompleks dan norma-norma sosialnya.

Dalam budaya Indonesia, kopi lebih dari sekedar minuman. Kopi adalah simbol keramahtamahan, ritual sehari-hari, dan perekat sosial yang menyatukan komunitas.

Dengan mempelajari akar sejarah kopi Indonesia, praktik tradisional, dan tren minum kopi saat ini, kita bisa menyelami lebih dalam budaya kopi Indonesia yang unik dan memperkaya budaya kopi global. 

Sejarah Kopi Indonesia

Indonesia memiliki sejarah kopi yang kaya dan beragam, dimulai pada akhir abad ke-17 ketika kolonial Belanda memperkenalkan tanaman kopi Arabika ke tanah subur di Jawa. Pulau Jawa menjadi lokasi pertama di mana kopi dibudidayakan secara komersial, dan pada awal abad ke-18, Indonesia telah menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi yang dihasilkan dari Indonesia, terutama dari Jawa, menjadi sangat populer di Eropa, dan istilah "Java" menjadi sinonim untuk kopi.

Seiring dengan berkembangnya industri kopi, budidaya kopi menyebar ke berbagai pulau di Indonesia, termasuk Sumatra, Sulawesi, Bali, dan Flores. Setiap daerah ini mengembangkan karakteristik rasa uniknya sendiri karena perbedaan kondisi iklim dan tanah. Misalnya, kopi Sumatra terkenal dengan  rasa yang kuat, sementara kopi Bali dikenal dengan aroma bunga dan rasa yang halus.

Kopi tidak hanya menjadi komoditas ekspor yang penting tetapi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari budaya sehari-hari masyarakat Indonesia. Tradisi minum kopi seperti Kopi Tubruk—di mana biji kopi yang digiling halus direbus dengan air dan disajikan dengan ampasnya—menjadi sangat populer di Jawa. Di Yogyakarta, Kopi Joss yang unik dengan arang panas yang dicelupkan ke dalam kopi menciptakan rasa yang khas dan pengalaman minum yang berbeda.

Selama bertahun-tahun, budaya minum kopi di Indonesia terus berkembang, dengan munculnya kafe-kafe modern dan tren specialty coffee yang menekankan kualitas dan keberlanjutan. Kopi di Indonesia bukan hanya tentang minuman itu sendiri tetapi juga tentang warisan, tradisi, dan inovasi yang terus berkembang.

Saat ini, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia tetapi juga sebagai negara dengan budaya kopi yang kaya dan beragam yang terus memikat pecinta kopi di seluruh dunia.

Tren Specialty Coffee

Menurut wearecoffeeco.com, Specialty coffee mengacu pada kopi yang mendapat nilai 80 poin atau lebih tinggi, pada skala 100 poin, yang telah disertifikasi oleh Q Grader (CQI) Asosiasi Kopi Spesial (SCA) yang berlisensi.

Kopi ini dianggap istimewa dibandingkan dengan kopi lainnya karena banyak faktor, termasuk kopi ditanam di ketinggian yang tepat, pada waktu yang tepat dalam setahun, di tanah yang terbaik, dan kemudian dipetik pada waktu yang tepat. . Terdapat proses yang ketat di setiap tahap siklus hidup kopi agar kopi dapat memenuhi standar tinggi sertifikasi ‘Specialty Grade’.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya specialty coffee mulai berkembang di Indonesia, didorong oleh generasi baru penggemar dan pengusaha kopi. Kedai specialty coffee bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, menawarkan kopi yang diseduh dengan cermat dari biji kopi asal tunggal.

Tempat-tempat ini menekankan kualitas dan keberlanjutan, sering kali mendapatkan biji kopi langsung dari petani lokal dan mempromosikan praktik perdagangan yang adil. Fokusnya adalah mendidik konsumen tentang kualitas kopi, profil rasa kopi Indonesia yang beragam, dan mendorong apresiasi terhadap keahlian yang terlibat dalam produksi kopi.

BACA JUGA: Potensi Komoditi Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Budaya kopi Indonesia adalah perpaduan dari sejarah, tradisi, dan inovasi. Dari metode minum kopi tradisional hingga kedai kopi kekinian yang menawarkan specialty coffee, kopi terus menjadi bagian penting dari budaya Indonesia. 

Walaupun produksi kopi Indonesia dihadapi pada beberapa tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga kopi dan kebutuhan akan pertanian kopi yang etis serta berkelanjutan, namun banyak pihak yang terus menunjukkan dukungannya untuk memastikan budaya kopi Indonesia tetap terjaga dan berkembang seiring dengan waktu.

Image by Ramon Perucho from Pexels

Cuaca ekstrim

Perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia saat ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga oleh tanaman, termasuk tanaman kopi yang menjadi salah satu komoditas penting di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Kopi asal Indonesia adalah kopi arabika dan robusta yang terkenal memiliki kualitas tinggi. Namun, perubahan iklim telah menimbulkan tantangan serius bagi para petani kopi di Indonesia. Suhu yang semakin panas, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan fenomena cuaca ekstrem menjadi beberapa faktor yang mengancam produksi kopi.

Suhu yang Meningkat

Suhu yang semakin tinggi menyebabkan tanaman kopi menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Salah satu penyakit yang paling mengancam adalah coffee leaf rust, yang disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix. Penyakit ini menyebar lebih cepat di kondisi hangat dan lembab, yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Akibatnya, banyak tanaman kopi yang mati atau menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang rendah.

Perubahan Pola Curah Hujan

Perubahan pola curah hujan juga berdampak negatif pada pertumbuhan kopi. Tanaman kopi membutuhkan curah hujan yang cukup dan merata sepanjang tahun. Namun, dengan adanya perubahan iklim, curah hujan menjadi tidak menentu. Musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan, sementara curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir dan erosi tanah. Kondisi ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas biji kopi.

Cuaca Ekstrem

Peningkatan kejadian cuaca ekstrem, seperti badai dan angin kencang, juga berdampak buruk pada tanaman kopi. Angin kencang dapat merusak pohon kopi dan merontokkan bunga atau buah yang masih muda. Selain itu, badai yang sering terjadi dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan, yang penting untuk produksi dan distribusi kopi.

BACA JUGA: 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia

Dampak pada Minuman Kopi Favorit

Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi produksi kopi, tetapi juga berdampak pada ketersediaan dan harga kopi di pasar global. Penurunan hasil panen dan kualitas biji kopi menyebabkan pasokan kopi menjadi terbatas, sehingga harga kopi cenderung meningkat. Hal ini tentu berpengaruh pada minuman kopi favorit kita.

Kualitas Rasa

Perubahan iklim dapat mempengaruhi profil rasa kopi. Kopi yang tumbuh di kondisi cuaca ekstrem cenderung memiliki rasa yang kurang konsisten. Misalnya, kopi yang terpapar suhu tinggi dapat menghasilkan rasa yang lebih pahit dan kurang kompleks. Ini tentu mengurangi kenikmatan saat minum secangkir kopi favorit kita.

Ketersediaan Varietas

Beberapa varietas kopi yang sensitif terhadap perubahan iklim mungkin akan semakin sulit ditemukan. Petani kopi mungkin harus beralih ke varietas yang lebih tahan terhadap suhu tinggi dan penyakit, yang belum tentu memiliki rasa dan aroma yang sama dengan varietas kopi favorit kita. Akibatnya, kita mungkin akan kehilangan beberapa pilihan kopi yang selama ini kita nikmati.

Harga yang Meningkat

Dengan menurunnya produksi kopi akibat perubahan iklim, harga kopi di pasaran cenderung meningkat. Ini berarti kita harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kopi, baik kopi untuk diseduh di rumah maupun secangkir kopi di kafe. Bagi pecinta kopi, kondisi ini sangat menyedihkan.

BACA JUGA: 10 Manfaat Minum Kopi Hitam 

Langkah Menghadapi Tantangan

Meskipun dampak perubahan iklim terhadap tanaman kopi sangat signifikan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghadapinya. Para petani kopi di Indonesia perlu beradaptasi dengan teknik pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, seperti penggunaan varietas kopi yang lebih tahan panas dan penyakit, serta penerapan sistem irigasi yang efisien. Selain itu, dukungan dari pemerintah dan organisasi internasional dalam bentuk pelatihan dan bantuan teknis sangat diperlukan untuk membantu petani kopi beradaptasi.

Di sisi lain, kita sebagai konsumen juga bisa berkontribusi dengan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Memilih produk kopi yang memiliki sertifikasi keberlanjutan, seperti Fair Trade atau Rainforest Alliance, adalah salah satu cara untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani kopi.

BACA JUGA: Manfaat Kandungan Kopi dalam Skincare

Perubahan iklim memberikan dampak yang signifikan terhadap tanaman kopi di Indonesia dan, pada akhirnya, mempengaruhi minuman kopi favorit kita. Kondisi yang sulit dihindari mengingat perubahan iklim yang terjadi saat ini. Sebagai peminum kopi kita harus bisa beradaptasi dan sama-sama mencari jalan keluar untuk menjaga keberlanjutan produksi kopi di tengah perubahan iklim yang terus berlangsung.

Image by Jo Christie from Shutterstock

Kopi yang dimodifikasi secara genetik (kopi GMO/transgenik) mengacu pada tanaman kopi yang telah diubah susunan genetiknya untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu yang diinginkan, seperti ketahanan terhadap hama, penyakit, dan tekanan lingkungan. Berikut adalah beberapa potensi pro dan kontra dari kopi transgenik:

Perkebunan kopi dataran tinggi

Kelebihan Kopi Transgenik:

1. Peningkatan produktivitas: Tanaman kopi transgenik dapat direkayasa untuk menghasilkan hasil biji kopi yang lebih tinggi, yang dapat membantu memenuhi permintaan kopi yang terus meningkat di seluruh dunia.

2. Ketahanan terhadap hama dan penyakit: Tanaman kopi transgenik dapat dibuat tahan terhadap hama dan penyakit tertentu yang dapat merusak tanaman, mengurangi kebutuhan akan pestisida dan bahan kimia lainnya.

3. Kelestarian lingkungan: Dengan mengurangi kebutuhan pestisida kimia dan herbisida, kopi transgenik dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari pertanian kopi.

4. Peningkatan rasa dan kualitas: Tanaman kopi transgenik dapat direkayasa untuk menghasilkan biji berkualitas lebih tinggi yang memiliki rasa, aroma, dan karakteristik lain yang lebih baik.

 

kopi ceri hijau dan merah

Kontra Kopi Transgenik:

1. Risiko kesehatan potensial: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan transgenik mungkin memiliki efek kesehatan yang negatif, meskipun efek kesehatan jangka panjang dari mengonsumsi kopi transgenik belum sepenuhnya dipahami.

2. Berkurangnya keanekaragaman hayati: Tanaman kopi transgenik dapat menggantikan spesies tanaman asli dan mengurangi keanekaragaman hayati, yang dapat menimbulkan konsekuensi ekologis yang negatif.

3. Kekhawatiran etis: Beberapa orang memiliki keprihatinan etis tentang rekayasa genetika dan percaya bahwa merusak susunan genetik tumbuhan adalah tidak alami dan berpotensi berbahaya.

4. Penerimaan konsumen: Beberapa konsumen mungkin enggan membeli kopi transgenik, yang dapat membatasi daya jual dan profitabilitasnya bagi petani. 

secangkir kopi hitam di atas meja kayu dengan latar belakang pegunungan

Secara keseluruhan, pro dan kontra kopi transgenik sangat kompleks dan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kelestarian lingkungan, masalah kesehatan dan keselamatan, dan penerimaan konsumen. Penting bagi produsen kopi, konsumen, dan peneliti untuk mempertimbangkan secara hati-hati potensi manfaat dan risiko kopi transgenik sebelum memutuskan apakah akan mendukung pengembangan dan penggunaannya.

DISCLAIMER:
Seluruh artikel adalah hasil penulisan AI ChatGPT.
Foto pada artikel adalah kreasi gambar AI Microsoft Bing
Foto utama diambil dari pexels (Jessica Lewis Creative)

Kopi merupakan minuman yang memiliki banyak manfaat. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kopi bukan hanya bermanfaat saat dikonsumsi tapi juga memiliki banyak manfaat jika digunakan secara topikal di kulit. 

Kafein pada kopi kaya akan antioksidan yang membantu melawan penuaan dini. Bubuk kopi juga mengandung nutrisi dan asam lemak yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. 

BACA JUGA: 6 Kandungan Skincare yang Tren di 2022

Karena manfaat kopi sudah banyak diketahui dan dirasakan hasilnya, belakangan mulai banyak produk skincare yang menggunakan kopi sebagai kandungan tambahan atau bahkan digunakan sebagai kandungan utama. Mulai dari scrub, masker, pelembab bahkan lip gloss menambahkan kopi dalam bahan dasarnya.

Anna Tarazevich

Beberapa manfaat kandungan kopi dalam skincare

(disadur dari kaffebueno)

Melawan penuaan dini: Studi ilmiah telah menunjukkan efek peremajaan kulit yang dihasilkan oleh kopi. Kopi kaya akan antioksidan yang melindungi dari radikal bebas dan melawan penuaan. Minyak dari biji kopi mencegah tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan flek di kulit.

Melindungi dari sinar UV: Kopi bermanfaat melindungi dari sinar UVB. Telah terbukti bahwa minyak kopi menyaring cahaya secara selektif dalam panjang gelombang 280-320nm, memungkinkan kulit menjadi gelap sambil melindunginya dari eritema matahari.

BACA JUGA: Bubuk Kopi untuk Perawatan Kulit

Menyamarkan selulit dan bekas luka di kulit: Kandungan kafein melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan sehingga mengurangi munculnya selulit dan menyamarkan selulit. Kandungan asam linoleat yang berlimpah mendorong penyembuhan luka dan menyamarkan bekas luka di kulit.

Eye serum untuk mengurangi kantung mata dan mata panda.


Perawatan area mata: Area sekitar mata sangat halus dan membutuhkan perawatan khusus. Kekuatan anti-inflamasi kafein membantu mengurangi peradangan di daerah kulit mata. Dan kandungan antioksidan dalam kopi melancarkan sirkulasi darah sehingga mengurangi bengkak dan lingkaran gelap di bawah mata.

Mengatasi masalah kulit: Selain meningkatkan produksi kolagen, kafein dan asam klorogenik (CGA) yang terkandung dalam biji kopi dapat membantu mengurangi peradangan akibat masalah kulit seperti eksim, jerawat, dan psoriasis. Kandungan serine dalam kafein bekerja sebagai antioksidan yang kuat dalam meremajakan kulit, membersihkan jerawat dan menyamarkan bekas jerawat.


Photo by Monstera from Pexels

Cita rasanya yang khas dengan aroma dan rasa yang kompleks serta konsistensi yang kuat membuat biji kopi Gayo dikenal di seluruh dunia.  Kopi Gayo cenderung nutty dan buttery. Aroma pedas yang kuat dengan keasaman rendah serta rasa manis yang pas juga aftertaste yang bersih memberikan karakter tersendiri pada biji kopi Gayo. Karena karakternya yang kuat, varietas biji kopi Gayo populer digunakan untuk meningkatkan aroma dan body dari campuran kopi house blend di banyak kedai kopi dan brand ternama di seluruh dunia. 

BACA JUGA: Asal Kopi Indonesia

Kopi telah menjadi tulang punggung perekonomian Gayo sejak tahun 1930. Perkebunan kopi dimiliki sekitar 66.000 orang keluarga petani dan perkebunan kecil perorangan, menyumbang 50% sampai 90% pendapatan keluarga di daerah tersebut. 

ORDER NOW

10 Fakta Tentang Kopi Aceh Gayo

1. Budaya kopi tidak ditemukan di Aceh sampai mendekati akhir abad ke-19. Seorang orientalis yang menjadi peneliti sosiokultural, Snouck Hurgronye menulis dalam Volume Achehnese I bahwa selama penelitiannya tentang orang-orang Aceh untuk orang biasa di Aceh air hampir merupakan satu-satunya minuman yang dikonsumsi. Selain air kadang kala jus tebu menjadi pilihan, diperas langsung hanya dengan menggunakan alat yang sangat primitif.

2. Tanaman kopi di Aceh awalnya dibawa oleh bangsa Belanda pada abad ke-18 melalui Batavia (sekarang Jakarta) dan ditanam di Aceh pada tahun 1908. Kopi pertama yang diperkenalkan adalah kopi Arabika dan pertama kali dibudidayakan di Danau Utara Lut Tawar.

3. Bangsa Belanda memerintahkan orang-orang Aceh yang menjadi petani pada waktu itu untuk mengonsumsi kopi Robusta, sementara Arabika untuk dikonsumsi oleh bangsa Belanda dan untuk diekspor.

ORDER NOW

BACA JUGA: Mengenal Kopi Sumatra

4. Pada tahun 1933, di Takengon, 13.000 hektar tanah telah ditanam dengan pohon kopi yang disebut Belanda sebagai "komoditas masa depan".

5. Setidaknya ada 90.000 hektar perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo yang sekarang dipisahkan menjadi tiga distrik (Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Luwes). Ini menjadikan dataran tinggi Gayo sebagai produsen kopi Arabika terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia.

6. Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh memproduksi sekitar 40% dari biji Arabika premium dari total panen kopi di Indonesia.

BACA JUGA: Istilah dan Jenis Kopi yang Harus Kamu Ketahui

7. Faktor ketinggian, udara sejuk, tanah vulkanik subur dan metode budidaya, semuanya berkontribusi dalam menghasilkan karakter unik dan rasa kopi gayo yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Michael Burrows/pexels

8. Biji kopi Gayo juga dikenal sebagai "Green Beans" karena kopi Aceh Gayo ditanam secara organik di seluruh pegunungan tanpa menggunakan pupuk menjadikan kopi ini ramah lingkungan.

9. Aceh memiliki koperasi petani kopi wanita yaitu Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo). Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

BACA JUGA: 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia

10. Kualitas kopi Gayo sudah diakui dunia. Kopi Gayo mendapat Fair Trade Certified dari Organisasi Internasional Fair Trade pada 27 Mei 2010. International Conference on Coffee Science di Bali tahun 2010 turut menominasikan kopi Gayo sebagai kopi nomor 1 di antara kopi arabika dari tempat lain.

Resources:
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4105955/bener-meriah-kabupaten-penghasil-kopi-gayo-yang-nikmat-di-aceh
https://tengkuputeh.com/2017/08/19/the-origin-of-the-coffee-culture-in-aceh/
https://berto-online.com/coffee-gayo-coffee-beans/
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m

Photo by Michael Burrows from Pexels


Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates