A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
An asian woman doing her skincare routine

Gerakan "kecantikan minimalis" muncul untuk melawan cara lama yang cenderung mendorong konsumsi produk secara berlebihan. Gerakan ini mendukung pendekatan yang mengutamakan back to basic dalam rutinitas perawatan kulit dan kecantikan. Dengan menjalani prinsip kecantikan minimalis,  rutinitas kecantikan menjadi lebih sederhana, limbah produk berkurang, menurunkan dampak terhadap lingkungan, dan menghemat uang.

Masalah Konsumsi Berlebihan dalam Industri Kecantikan

Industri kecantikan global berkembang sangat pesat dan sangat menguntungkan, dengan ribuan produk baru diperkenalkan setiap tahun. Meskipun variasi dan inovasi sering kali dianggap sebagai aspek positif, namun inovasi juga memiliki sisi gelap yaitu mendorong konsumsi yang berlebihan. Para pecinta produk kecantikan terus-menerus dibombardir dengan iklan untuk krim, serum, pembersih, dan kosmetik terbaru, yang mengarah pada pola pikir bahwa lebih banyak produk berarti akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, seringkali produk yang dibeli akhirnya tidak habis terpakai, menumpuk, terlanjur kadaluwarsa dan harus dibuang.

Pola konsumsi berlebihan ini memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan. Dari pengambilan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan, produk kecantikan menghasilkan limbah yang sangat banyak. Menurut Zero Waste Week, industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau laut. Selain itu, banyak produk perawatan kulit dan makeup mengandung bahan-bahan yang diperoleh secara tidak berkelanjutan, yang semakin memperburuk kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Fast Beauty: Ancaman untuk Kesehatan dan Lingkungan

Apa itu Kecantikan Minimalis?

Kecantikan minimalis adalah konsep yang mendorong penggunaan lebih sedikit produk kecantikan dengan memilih produk berkualitas tinggi, daripada menggunakan sejumlah besar produk yang tidak perlu. Caranya dengan memilih produk yang multifungsi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kulit pemakai, daripada mengikuti tren atau membeli secara impulsif. Inti dari kecantikan minimalis adalah menyederhanakan penggunaan produk kecantikan dan memikirkan dampaknya pada lingkungan.

Pendekatan "less is more" dalam kecantikan juga menekankan pada self-awareness. Mengenal kulit sendiri agar tahu apa yang sebenarnya yang dibutuhkan kulit supaya menghindari pemakaian produk secara berlebihan dan menghindari paparan berlebihan dari bahan-bahan yang mungkin berbahaya. Tentunya ini juga berdampak pada pengurangan limbah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Mengurangi Limbah Produk

Salah satu prinsip utama kecantikan minimalis adalah mengurangi limbah, baik limbah akibat konsumsi produk maupun limbah kemasan. Fokus pada produk basic yang dibutuhkan dan sesuai jenis kulit, agar terhindar dari godaan belanja produk kecantikan yang tidak diperlukan dan menimbun produk yang akhirnya dibuang percuma karena tidak habis.

Untuk menjalankan rutinitas minimalis, penting untuk memilih  produk esensial yang sesuai dengan kulit dan memberikan manfaat terbesar. Misalnya, rutinitas perawatan kulit dasar mencakup pembersih muka, pelembab, tabir surya, dan perawatan khusus untuk masalah tertentu seperti jerawat atau penuaan. Produk multifungsi, seperti pelembap berwarna dengan SPF atau serum all-in-one, sangat membantu rutinitas kecantikan menjadi jauh lebih simple.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Setiap Hari

Dampak Lingkungan

Menjalankan rutinitas kecantikan minimalis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Penggunaan kemasan yang berlebihan dalam industri kecantikan, terutama plastik, berkontribusi pada polusi dan limbah. Dengan mengurangi jumlah produk yang kita pakai, kita juga mengurangi jumlah limbah kemasan. 

Minimalisme juga berjalan seiring dengan cara memilih produk yang aman, berkelanjutan, dan bebas dari praktik ilegal seperti percobaan terhadap hewan. Merek yang memilih sumber yang etis dan menggunakan bahan alami serta menggunakan kemasan ramah lingkungan semakin banyak dan disukai oleh konsumen. Ini tidak hanya mengurangi jejak karbon dari rutinitas kecantikan tetapi juga mendukung perusahaan yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan.

Manfaat Finansial

Selain mendukung keberlanjutan, menjalani rutinitas kecantikan minimalis juga dapat menghemat uang. Konsumen dapat berinvestasi di produk yang lebih berkualitas dan aman untuk digunakan dalam waktu lama, daripada menghabiskan uang untuk banyak produk murah yang sebetulnya tidak diperlukan. Dengan fokus pada rutinitas yang minimalis, konsumen dapat menghindari pembelian impulsif dan dorongan untuk terus-menerus mencoba setiap produk baru yang muncul di pasar.

Kecantikan minimalis membuat konsumen berebelanja dengan lebih bijaksana. Ketika konsumen menjadi lebih selektif tentang apa yang mereka beli, mereka cenderung meneliti produk dengan lebih baik, yang mengarah pada pilihan yang lebih baik dalam hal kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan.

Merangkul Minimalisme dalam Rutinitas Sehari-hari

Untuk menjalankan rutinitas kecantikan minimalis, mulailah dengan merapikan koleksi produk yang kalian punya saat ini. Pilih produk yang benar-benar digunakan, sesuai dengan jenis kulit dan memberikan hasil yang baik, lalu pertimbangkan untuk mendonasikan, mendaur ulang atau jual preloved  sisanya. Setelah produk-produk sudah berkurang, fokus pada basic skincare dan menggabungkan produk multifungsi jika memungkinkan.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Carilah merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dan praktik etis, dan pertimbangkan untuk memilih opsi pengemasan isi ulang atau rendah limbah. 

Dan yang terpenting adalah setiap kali ingin membeli produk baru, tanyakan pada diri sendiri apakah produk tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan atau hanya sekadar respons terhadap pemasaran atau tekanan sosial saja.

Image by Polina Kovaleva from Pexels

Rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya tentang mengurangi penggunaan produk tapi juga merubah mindset untuk menggunakan basic skincare yang sesuai kebutuhan kulit dan mengutamakan produk berkualitas baik, dihasilkan dengan etis dan berkelanjutan. 

Beralih ke rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya berdampak positif bagi diri sendiri tapi juga berdampak baik pada lingkungan serta ikut mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Image by Anna Tarazevich from Pexels


Istilah "fast beauty" belakangan mulai populer. Mirip dengan "fast fashion", istilah ini merujuk pada produksi dan konsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik yang cepat, sering kali tanpa memperhatikan standar keamanan, kualitas, dan dampak jangka panjang terhadap konsumen maupun lingkungan. Meskipun fast beauty menjanjikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang cepat, namun  efek yang ditimbulkan dari tren fast beauty ini sering kali tidak disadari. Dari bahan kimia berbahaya hingga praktik yang tidak berkelanjutan, bahaya fast beauty ternyata sangat besar dan serius.

Apa itu Fast Beauty?

Fast beauty dapat didefinisikan sebagai produksi massal produk perawatan kulit dan kosmetik dalam waktu yang sangat cepat untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. Tren ini didorong oleh media sosial, di mana para influencer kecantikan terus mempromosikan produk dan rutinitas perawatan kulit baru. Konsumen tergiur dengan ide mendapatkan hasil instan, mencari kulit yang sempurna atau penampilan makeup yang menjanjikan transformasi dalam waktu singkat.

Namun, proses cepat untuk menciptakan dan menjual produk sering kali mengabaikan standar keamanan, sumber daya yang etis, dan pertimbangan lingkungan. Dalam banyak kasus, produk dibuat dengan bahan berkualitas rendah atau bahkan berbahaya, dan proses produksinya berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan.

Penyebab Fast Beauty

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fast beauty:

1. Pengaruh Media Sosial
Platform media sosial telah menciptakan budaya konsumerisme terus menerus. Para influencer kecantikan secara rutin menampilkan produk baru, sering kali dalam konten bersponsor, yang membuat pengikut mereka merasa perlu memiliki produk tersebut untuk mencapai standar kecantikan yang "ideal". Arus produk “must have” dan FOMO juga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak, sehingga meningkatkan permintaan untuk perputaran produk yang cepat.

BACA JUGA: Bijak dalam Bermedia Sosial

2. Tergiur Hasil Instan
Gaya hidup yang serba cepat dan keinginan untuk mendapatkan hasil instan membuat konsumen mengharapkan hasil yang cepat dari produk perawatan kulit dan kecantikan mereka. Hal ini mendorong merek-merek untuk menciptakan produk yang menjanjikan efek instan, sering kali tanpa pengujian yang memadai atau pertimbangan terhadap dampak kesehatan jangka panjang.

3. Industri Berorientasi Laba
Banyak merek kecantikan yang lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas produk. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan menekan biaya, mereka mungkin mengorbankan bahan berkualitas, mempercepat proses produksi, dan mengabaikan proses pengujian yang ketat.

4. Kurangnya Regulasi
Di beberapa negara, produk perawatan kulit dan kecantikan tidak tunduk pada regulasi yang ketat seperti produk konsumen lainnya. Kurangnya pengawasan ini memungkinkan perusahaan menggunakan bahan yang mungkin tidak aman atau tidak bersumber secara berkelanjutan, sehingga membahayakan konsumen dan lingkungan.

Image by Karolina Kaboompics from Pexels

Dampak Lingkungan dari Fast Beauty

Dampak lingkungan dari fast beauty sangat signifikan dan semakin meluas. 

1. Bertambahnya Limbah
Fast beauty mendorong konsumsi berlebihan, yang mengakibatkan produk berlebih yang dibeli dan dibuang. Banyak produk perawatan kulit dan kosmetik dikemas dalam kemasan yang tidak dapat didaur ulang, yang berkontribusi pada masalah limbah plastik yang semakin parah. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan.

2. Polusi Kimia
Banyak produk fast beauty mengandung bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, dan pewangi sintetis. Ketika produk ini dibersihkan di kamar mandi atau wastafel, bahan kimia tersebut masuk ke sistem air dan dapat mencemari sungai, laut, serta tanah, sehingga merusak kehidupan air dan mengganggu ekosistem.

3. Menghabiskan Sumber Daya
Produksi cepat produk kecantikan sering kali melibatkan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, seperti air, mineral, dan bahan berbasis tanaman. Banyak produk kecantikan yang bergantung pada minyak kelapa sawit, yang penanamannya secara tidak berkelanjutan berkontribusi pada deforestasi dan perusakan habitat.

4. Jejak Karbon
Ketergantungan industri fast beauty pada rantai pasokan global meningkatkan jejak karbon produk. Bahan-bahan sering kali bersumber dari berbagai negara, dikirim ke pabrik, dan kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. Jaringan transportasi ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, mempercepat perubahan iklim.

BACA JUGA: Bahaya Microbeads dan Cara Menghindarinya

Risiko Kesehatan dari Produk Fast Beauty

Selain konsekuensi lingkungan, fast beauty juga menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen. Beberapa risiko ini termasuk:

1. Penggunaan Bahan Berbahaya
Untuk menekan biaya dan mempercepat produksi, merek-merek fast beauty mungkin menggunakan bahan yang murah tetapi berpotensi berbahaya. Meskipun telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, alergi, dan iritasi kulit, bahan kimia seperti paraben, phthalates, dan formaldehida masih sering ditemukan dalam produk fast beauty, 

2. Kurangnya Pengujian
Banyak produk fast beauty masuk ke pasar tanpa pengujian yang memadai untuk keselamatan atau efektivitasnya. Kurangnya pengujian ini dapat menyebabkan reaksi alergi, jerawat, atau kerusakan kulit jangka panjang. Produk yang menjanjikan solusi cepat, seperti produk yang mengklaim dapat menghilangkan jerawat dalam semalam atau menghilangkan kerutan seketika, mungkin mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi.

BACA JUGA: Mengenal Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

3. Penggunaan Produk yang Berlebihan
Fast beauty mendorong konsumen untuk mencoba banyak produk sekaligus, sering kali tanpa memahami cara kerjanya bersama. Penggunaan berlebihan atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat merusak skin barrier, menyebabkan sensitized skin, kemerahan, dan jerawat.

Cara Menghindari

Untuk menghindari jebakan fast beauty, konsumen harus lebih bijaksana dalam memilih dan menggunakan produk kecantilkan dan kosmetik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Pilih Kualitas daripada Kuantitas
Investasikan pada produk perawatan kulit dan kecantikan berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan bahan yang aman dan efektif. Hindari tergiur dengan tren terbaru dan fokus pada membangun rutinitas perawatan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

2. Teliti Memilih Merek
Dukung merek yang mengutamakan keberlanjutan dan praktik yang etis. Carilah perusahaan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengambil bahan secara bertanggung jawab, dan memiliki proses pengujian serta produksi yang transparan.

3. Sederhanakan Rutinitas 
Daripada menggunakan banyak produk, sederhanakan rutinitas kecantikan dengan beberapa produk esensial. Pilih pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit sebagai basic skincare untuk menjaga kesehatan kulit tanpa membanjirinya dengan produk yang tidak perlu dan berlebihan.

4. Waspadai Solusi Instan
Patut disadari bahwa perawatan kulit adalah komitmen jangka panjang. Waspada terhadap produk yang menjanjikan hasil instan, karena mungkin menggunakan bahan yang berbahaya untuk mempercepat efek yang bisa merusak kulit dan menyebabkan penyakit lainnya jika digunakan dalam jangka panjang.

5. Pilih Kemasan yang Dapat Digunakan Kembali
Bila memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang atau diisi ulang. Banyak merek kecantikan yang berkelanjutan sekarang menawarkan stasiun isi ulang atau wadah yang dapat digunakan kembali, membantu mengurangi limbah plastik.

6. Edukasi Diri Sendiri
Perkaya diri dengan informasi mengenai bahan-bahan dan praktik di balik merek kecantikan yang dipakai. Semakin banyak tahu tentang apa yang ada dalam suatu produk, semakin baik kita dapat membuat pilihan yang bijak dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kembali ke Alam. Potensi Komoditas Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Fast beauty terlihat menarik karena janjinya untuk memberikan hasil yang cepat dan tawaran produk baru yang terus-menerus, tetapi bahaya tersembunyi terhadap kesehatan dan lingkungan terlalu besar untuk diabaikan. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, mendukung merek yang berkelanjutan, dan menerapkan konsumsi yang bijaksana, kita dapat keluar dari siklus fast beauty dan bergerak menuju pendekatan perawatan kulit dan kecantikan yang lebih sehat serta lebih ramah lingkungan.

Image by Suzy Hazelwood from Pexels


Kopi merupakan minuman yang memiliki banyak manfaat. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kopi bukan hanya bermanfaat saat dikonsumsi tapi juga memiliki banyak manfaat jika digunakan secara topikal di kulit. 

Kafein pada kopi kaya akan antioksidan yang membantu melawan penuaan dini. Bubuk kopi juga mengandung nutrisi dan asam lemak yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. 

BACA JUGA: 6 Kandungan Skincare yang Tren di 2022

Karena manfaat kopi sudah banyak diketahui dan dirasakan hasilnya, belakangan mulai banyak produk skincare yang menggunakan kopi sebagai kandungan tambahan atau bahkan digunakan sebagai kandungan utama. Mulai dari scrub, masker, pelembab bahkan lip gloss menambahkan kopi dalam bahan dasarnya.

Anna Tarazevich

Beberapa manfaat kandungan kopi dalam skincare

(disadur dari kaffebueno)

Melawan penuaan dini: Studi ilmiah telah menunjukkan efek peremajaan kulit yang dihasilkan oleh kopi. Kopi kaya akan antioksidan yang melindungi dari radikal bebas dan melawan penuaan. Minyak dari biji kopi mencegah tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan flek di kulit.

Melindungi dari sinar UV: Kopi bermanfaat melindungi dari sinar UVB. Telah terbukti bahwa minyak kopi menyaring cahaya secara selektif dalam panjang gelombang 280-320nm, memungkinkan kulit menjadi gelap sambil melindunginya dari eritema matahari.

BACA JUGA: Bubuk Kopi untuk Perawatan Kulit

Menyamarkan selulit dan bekas luka di kulit: Kandungan kafein melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan sehingga mengurangi munculnya selulit dan menyamarkan selulit. Kandungan asam linoleat yang berlimpah mendorong penyembuhan luka dan menyamarkan bekas luka di kulit.

Eye serum untuk mengurangi kantung mata dan mata panda.


Perawatan area mata: Area sekitar mata sangat halus dan membutuhkan perawatan khusus. Kekuatan anti-inflamasi kafein membantu mengurangi peradangan di daerah kulit mata. Dan kandungan antioksidan dalam kopi melancarkan sirkulasi darah sehingga mengurangi bengkak dan lingkaran gelap di bawah mata.

Mengatasi masalah kulit: Selain meningkatkan produksi kolagen, kafein dan asam klorogenik (CGA) yang terkandung dalam biji kopi dapat membantu mengurangi peradangan akibat masalah kulit seperti eksim, jerawat, dan psoriasis. Kandungan serine dalam kafein bekerja sebagai antioksidan yang kuat dalam meremajakan kulit, membersihkan jerawat dan menyamarkan bekas jerawat.


Photo by Monstera from Pexels

cetaphil gentle cleanser glowmy garnier micellar water somethinc low ph jelly celanser

Perjalanan sampai akhirnya saya berani pakai produk skincare lagi cukup panjang karena saya punya tipe kulit yang super sensitif. Dimulai dari menemukan day cream yang ternyata cocok dengan kulit saya, pelan-pelan saya beranikan diri untuk mencoba produk skincare lainnya. 

Saya sangat hati-hati dalam memilih produk dan selalu melakukan patch test setiap menggunakan produk baru. Ada beberapa produk yang aman saya gunakan sejauh ini. Produk-produk ini sudah saya gunakan lebih dari 1 bulan, dan kulit saya tidak ada reaksi gatal ataupun breakout. 

Tulisan ini bersifat personal karena yang cocok untuk kulit saya belum tentu cocok untuk kulit sensitif lainnya. Tapi saya bagikan pengalaman ini untuk teman-teman yang juga memiliki kulit sangat sensitif agar punya referensi produk yang bersahabat dengan tipe kulit sensitif.

BACA JUGA: 6 Kandungan Skincare yang Tren di 2022

Cetaphil Gentle Skin Cleanser
Setelah bertahun-tahun pakai sabun bayi untuk cuci muka, akhirnya saya mencoba produk ini dan ternyata cocok untuk kulit saya. Awalnya agak ragu karena produk ini masih mengandung SLS, tapi ternyata tidak memberikan efek gatal untuk kulit muka sensitif saya.

Setelah penggunaan pertama, kulit langsung terasa lembab dan lembut. Cleanser ini membersihkan kulit tanpa meninggalkan rasa kesat.

Glowmy Moisturizing Ceramide Cream
Kandungan utama dari krim ini adalah Niacinamide, Ceramide dan Squalane. Tiga kandungan yang mendukung perbaikan skin barrier, kulit kusam, dan kering. Saya gunakan krim ini setiap malam dan setelah penggunaan selama seminggu kulit terasa lebih lembab.

Garnier Micellar Cleansing Water Vitamin C
Sehari-hari saya hanya menggunakan day cream, sunscreen, bedak, pensil alis dan eyeshadow tipis. Dan saya menggunakan produk ini untuk membersihkan makeup sehari-hari. Bukan hanya efektif menghapus makeup tapi kulit terasa lembut setelah pemakaian produk ini.

Glowmy Barbie Glow Sunscreen
Memiliki kandungan SPF 30, day cream ini cocok untuk digunakan jika sedang tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan atau di pagi hari saat matahari belum terlalu terik. Teksturnya creamy dan ringan di kulit. 

Somethinc Low pH Gentle Jelly Cleanser
Awal beli ini karena tertarik dengan klaim tanpa kandungan SLS. Tapi sayangnya kulit saya kurang cocok, karena kulit menjadi kering setelah penggunaan.

Tapi produk ini worth to mention karena digunakan oleh anak saya yang memasuki usia remaja yang kulitnya mulai bruntusan dan muncul jerawat kecil. Setelah menggunakan produk ini bruntusan dan jerawat kecil menjadi berkurang. Mungkin karena kandungan tea tree yang mengurangi produksi minyak yang berlebih dan anti-bakteri.

Main image by Jo Christie Huang

woman face mask smile

Perkembangan produk skincare di pasaran semakin membaik dengan inovasi dan berbagai bahan baku baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sebagai konsumen, kita semakin dimanjakan dengan pilihan-pilihan yang lebih personalised untuk jenis kulit dan permasalahannya masing-masing.

Di tahun 2022, kandungan yang digunakan produk skincare seperti Niacinamide, Hyaluronic Acid, retinol dan vitamin C akan terus berlanjut ditambah kandungan baru yang berbahan dasar alami (plant based).

Kandungan Skincare Tren di 2022

1. Bakuchiol
Bakuchiol adalah bahan alami yang ditemukan di daun dan biji tanaman Psoralea corylifolia. Bakuchiol disebut sebagai alternatif alami untuk retinol karena memiliki beberapa manfaat yang sama seperti retinol.

Retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, sedangkan penggunaan Bakuchiol mengurangi efek tersebut. 

Bakuchiol lebih cocok digunakan untuk kulit sensitif daripada Retinol. Kandungan ini juga aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui.

BACA JUGA: Potensi Komoditas Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Manfaat Bakuchiol:
-Merangsang produksi kolagen
-Mengatasi hiperpigmentasi
-Melindungi kulit dari radikal bebas
-Mengurangi munculnya keriput 

2. Niacinamide
Niacinamide juga dikenal sebagai vitamin B3 dan merupakan vitamin water-soluble. Niacinamide merupakan kandungan skincare yang banyak digunakan di tahun 2021 karena manfaatnya yang luar biasa.

Manfaat Niacinamide
-Memperbaiki skin barrier
-Meratakan warna kulit 
-Menyamarkan noda hitam
-Mencerahkan kulit
-Mengecilkan pori-pori kulit
-Mengendalikan produksi minyak

BACA JUGA: Day Cream untuk Kulit Sensitif

3. Hyaluronic Acid
Hyaluronic Acid (HA) adalah molekul alami yang ditemukan di kulit manusia, dan dapat menahan kelembapan 1000 kali beratnya. Hyaluronic Acid juga merupakan humektan yang dapat menarik kelembapan dari sekitarnya dan menguncinya di kulit.

Terlepas dari namanya, kandungan skincare ini sangat lembut dan membantu melawan kulit kusam dan dehidrasi. Efek penggunaan Hyaluronic Acid membuat kulit tampak kenyal dan glowing, selain itu juga dapat membantu menyembuhkan luka pada kulit.

Manfaat Hyaluronic Acid:
-Melembabkan kulit
-Menyamarkan kerutan
-Mencerahkan kulit
-Mempercepat penyembuhan luka

calendula marigold yellow flower petals bowl
Pexels/Yan Krukov

4. Calendula
Tanaman Calendula Officinalis telah lama digunakan di bidang pengobatan karena kandungan antioksidan dan kandungan lainnya yang anti jamur, anti bakteri serta anti inflamasi.

Bahan ini banyak digunakan untuk mengatasi masalah kulit iritasi, kulit meradang dan kulit sensitif.

Manfaat Calendula:
-Menyembuhkan luka
-Menenangkan iritasi dan inflamasi
-Anti penuaan alami

BACA JUGA: Telomer dan Proses Penuaan

5. Probiotik
Probiotik adalah bakteri sehat yang biasa digunakan untuk menjaga keseimbangan usus, tetapi probiotik juga bermanfaat bagi kulit. Tubuh manusia menampung triliunan bakteri kecil di permukaan kulit, penting untuk menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri yang merugikan. Probiotik menyediakan 'makanan' untuk bakteri baik yang hidup di kulit serta menghambat pertumbuhan berlebih dari bakteri berbahaya.

Kandungan skincare ini sangat bermanfaat untuk peradangan kulit kronis, seperti jerawat, rosacea, dan eksim.

Manfaat Probiotik:
-Mencegah kulit kering
-Mengurangi peradangan
-Memperkuat skin barrier
-Memperkuat kulit untuk melawan iritasi dan stres

6. Ceramide
Ceramide adalah asam lemak yang ditemukan di dalam sel kulit, berfungsi untuk menjaga skin barrier dan kelembaban kulit. Seiring bertambahnya usia, kadar Ceramide dalam sel kulit berkurang dan membuat kulit mudah kering serta iritasi.

Salah satu penyebab dari masalah kulit seperti eksim dan psoriasis adalah kekurangan kadar Ceramide dalam kulit.

Manfaat Ceramides:
-Menjaga kelembaban kulit
-Mencegah penuaan dini
-Memperkuat skin barrier

Mana dari 6 kandungan skincare ini yang cocok dengan kebutuhan kulit kalian? 

Main photo by Polina Kovaleva from Pexels



Wanita menekan gua sha jade ke wajah


Gua sha adalah alat pipih yang terbuat dari batu semi mulia, digunakan untuk memijat wajah dan tubuh. Gua sha berakar dari pengobatan tradisional Cina, yang memegang prinsip bahwa qi (dibaca "chi" atau energi) harus mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh. Masalah kesehatan akan muncul ketika qi terhambat di area tertentu.

Praktisi pengobatan tradisional Cina menggunakan gua sha untuk menekan dan mengerok lembut bagian tubuh di mana energi tersumbat untuk meningkatkan sirkulasi dan mempercepat penyembuhan.

Manfaat Gua Sha

Manfaat gua sha
Photo by sublimelife.in

Manfaat yang dirasakan setelah penggunaan guasha secara benar dan teratur:

1. Drainase Limfatik
Sistem pembuangan getah bening yang lambat dapat menyebabkan bengkak, kulit sembab, jerawat, kelelahan dan masalah kulit lainnya. Sirkulasi getah bening dapat ditingkatkan melalui gerakan otot atau pijatan, oleh sebab itu gua sha digunakan untuk melancarkan sirkulasi.

2. Bantu Mengatasi Jerawat Batu
Meskipun banyak pendapat untuk menghindari penggunaan gua sha pada kulit jerawat, alat ini membantu melancarkan sirkulasi sehingga meredakan kemerahan, flare-up dan ukuran jerawat. Namun harus diingat untuk tidak menggunakan gua sha pada kulit yang luka dan pustula (jerawat bernanah).

3. Memudarkan Bekas Jerawat
Gua sha melancarkan peredaran darah dan memperbarui sel-sel kulit sehingga memudarkan bekas jerawat.

4. Lingkaran Gelap Sekitar Mata Membaik
Lingkaran mata yang gelap bisa disebabkan oleh faktor genetik, gaya hidup dan sirkulasi yang buruk. Gua sha memperbaiki sirkulasi sehingga lingkaran gelap akan memudar.

5. Mengencangkan Kulit
Gua sha melancarkan pembuangan cairan sehingga kulit menjadi kencang. Tekanan dari gua sha melemaskan otot dan bagian yang kaku, sehingga menghaluskan kerutan dan mengurangi tanda penuaan.

6. Kulit Lebih Bercahaya
Sirkulasi yang membaik dan sistem limfatik yang bekerja lebih baik menghasilkan kulit yang lebih lembab dan bercahaya.

7. Kontur Rahang dan Tulang Pipi Lebih Terlihat
Sistem pembuangan yang lancar menghilangkan kulit sembab dan membuat kontur rahang dan tulang pipi menjadi semakin terlihat.

BACA JUGA: Produk Skincare untuk Kulit Sensitif  Tested Vol. 1

Cara Memilih Gua Sha

Tangan memegang gua sha
Photo by Cherrydeck on Unsplash

Berdasarkan bahan:

1. Rose Quartz
Warna merah muda yang cantik ini dikaitkan dengan emosi, kasih sayang, dan cinta. Sangat cocok untuk menghaluskan garis-garis dan kerutan pada kulit serta membuang racun yang ada di dalam tubuh.

2. Black Obsidian
Bahan ini memiliki unsur api, air, dan tanah yang sangat kuat untuk membersihkan pikiran dan emosi negatif yang mungkin ada di dalam tubuh. Berfungsi untuk meremajakan kulit dan memperbaiki jaringan otot.

3. Jade
Jenis batu ini memberikan keseimbangan, mengurangi bengkak dan melancarkan drainase limfatik.

4. Amethyst
Amethyst adalah pereda stres dan membersihkan energi negatif. Batu ini menenangkan kulit dan mengecilkan pori-pori.

Berdasarkan bentuknya:

Jenis bentuk gua sha
Photo by sublimelife.in

1. Concave Side - Bentuk gua sha ini paling ideal untuk digunakan di area tubuh yang lebih luas. Digunakan untuk leher, bahu, dan tulang belakang.

2. Double Curved Side - Bentuk ini meningkatkan sirkulasi darah di bawah mata, pipi, dan tulang pipi.

3. Cleft  - Karena celah atau divot lebih kecil, gua sha bentuk ini paling baik digunakan khusus untuk rahang.

4. Teeth Edge - Gua sha yang memiliki jenis tepi ini merangsang garis-garis halus dan kerutan. Ini digunakan dari dagu ke pipi, pelipis, dan dahi.

5. Pointed Convex Edge - Pilihan yang sangat cocok untuk bagian alis.

BACA JUGA: Bubuk Kopi untuk Perawatan Kulit

Cara memakai gua sha
Sumber: Pinterest

Cara Menggunakan Gua Sha

1. Sebelum memulai, cuci gua sha dengan air dan sabun untuk memastikannya bersih. Gua sha juga dapat diletakkan di kulkas selama beberapa jam untuk memberikan efek dingin dan menenangkan.

2. Bersihkan wajah dan oleskan serum, minyak wajah atau pelembab. Kulit harus terasa licin agar gua sha tidak menyebabkan iritasi.

3. Pegang gua sha dengan cara yang benar. Bagian lengkung harus memeluk lekukan kulit dan bagian datar harus bersandar pada kulit.

4. Mulailah dengan menggunakan sisi cekung yang lebih lebar dari gua sha. Mulailah dari pangkal salah satu sisi leher yang telah dilembabkan dengan baik, tarik ke atas, ke arah rahang. Ulangi beberapa kali dan lakukan hal yang sama di sisi lain leher. Kemudian pindah ke bagian depan leher, lakukan gerakan ke atas yang sama. Jangan terlalu ditekan karena dapat membuat tersedak dan batuk.

5. Selanjutnya, dengan celah kecil atau divot, mulailah menekan dari tengah dagu. Gosok di sepanjang garis rahang, menuju bagian bawah telinga. Ulangi ini beberapa kali dan ikuti gerakan yang sama di sisi yang lain.

6. Ambil sisi yang lebih datar dari gua sha dan gosok dari bagian tengah wajah untuk memijat pipi. Lakukan ini dalam beberapa garis horizontal untuk menutupi area tersebut.

7. Kemudian, gunakan ujung bulat kecil gua sha untuk memijat area di bawah mata, tarik ke arah pelipis.

8. Tempatkan gua sha di dahi sedemikian rupa sehingga lekukan terbesar tepat di atas dan tarik perlahan ke arah garis rambut.

9. Terakhir, setelah selesai memijat semua area wajah, lanjutkan dengan rutinitas perawatan kulit yang biasa dilakukan.

BACA JUGA: Bahaya Penggunaan Microbeads dan Cara Menghindarinya

Serum Atau Oil?

Argan oil di atas gua sha jade latar renda putih
Photo by Jo Christie Huang

Jika gua sha digunakan di pagi atau siang hari, pemakaian serum lebih cocok karena ringan, tidak lengket dan tidak membuat kulit terasa berminyak. Serum, oil atau pelembab dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Yang paling penting untuk diingat adalah untuk menghindari penggunaan gua sha pada kulit langsung tanpa serum, minyak atau pelembab karena akan mengakibatkan iritasi.

Berapa Sering Penggunaan Gua Sha?

Untuk mendapatkan hasil yang optimal disarankan untuk melakukan rutin ini tiga kali dalam seminggu. Dapat dilakukan di pagi hari untuk mengurangi bengkak atau di malam hari, sebelum tidur, untuk mengendurkan otot-otot wajah.

Cara Membersihkan dan Menyimpan Gua Sha

Membersihkan gua sha sangat penting karena  gua sha yang kotor dapat menyebabkan beberapa masalah kulit seperti jerawat, berminyak, dan iritasi kulit. Untuk memastikan gua sha bersih, sebaiknya gunakan handuk lembut untuk menyekanya sebelum dan sesudah digunakan. Untuk pembersihan yang menyeluruh, celupkan handuk ke dalam air sabun lalu seka gua sha dengan lembut. Cara ini untuk menghindari bakteri menumpuk di gua sha. Hindari menggunakan air panas karena dapat merusak batu.  Pastikan gua sha benar-benar kering sebelum disimpan ke dalam kotaknya.

Perempuan memakai kemeja putih memegang gua sha jade
Photo by Pavel Danilyuk from Pexels.com

Gua sha sangat rapuh karena terbuat dari batu semi mulia yang cukup tipis. Simpanlah di tempat yang kering, aman dan tidak mudah tersenggol.

Teknik kuno gua sha ini bukan sekedar tren yang sedang diminati namun teknik ini memberikan banyak manfaat pada kulit dan kesehatan. Semoga panduan lengkap mengenai gua sha ini membantu untuk memulai rutinitas menyenangkan ini.

Disadur dari: sublimelife.in
Main image by Yan Krukov from Pexels.com

Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates