A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
An asian woman doing her skincare routine

Gerakan "kecantikan minimalis" muncul untuk melawan cara lama yang cenderung mendorong konsumsi produk secara berlebihan. Gerakan ini mendukung pendekatan yang mengutamakan back to basic dalam rutinitas perawatan kulit dan kecantikan. Dengan menjalani prinsip kecantikan minimalis,  rutinitas kecantikan menjadi lebih sederhana, limbah produk berkurang, menurunkan dampak terhadap lingkungan, dan menghemat uang.

Masalah Konsumsi Berlebihan dalam Industri Kecantikan

Industri kecantikan global berkembang sangat pesat dan sangat menguntungkan, dengan ribuan produk baru diperkenalkan setiap tahun. Meskipun variasi dan inovasi sering kali dianggap sebagai aspek positif, namun inovasi juga memiliki sisi gelap yaitu mendorong konsumsi yang berlebihan. Para pecinta produk kecantikan terus-menerus dibombardir dengan iklan untuk krim, serum, pembersih, dan kosmetik terbaru, yang mengarah pada pola pikir bahwa lebih banyak produk berarti akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, seringkali produk yang dibeli akhirnya tidak habis terpakai, menumpuk, terlanjur kadaluwarsa dan harus dibuang.

Pola konsumsi berlebihan ini memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan. Dari pengambilan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan, produk kecantikan menghasilkan limbah yang sangat banyak. Menurut Zero Waste Week, industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau laut. Selain itu, banyak produk perawatan kulit dan makeup mengandung bahan-bahan yang diperoleh secara tidak berkelanjutan, yang semakin memperburuk kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Fast Beauty: Ancaman untuk Kesehatan dan Lingkungan

Apa itu Kecantikan Minimalis?

Kecantikan minimalis adalah konsep yang mendorong penggunaan lebih sedikit produk kecantikan dengan memilih produk berkualitas tinggi, daripada menggunakan sejumlah besar produk yang tidak perlu. Caranya dengan memilih produk yang multifungsi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kulit pemakai, daripada mengikuti tren atau membeli secara impulsif. Inti dari kecantikan minimalis adalah menyederhanakan penggunaan produk kecantikan dan memikirkan dampaknya pada lingkungan.

Pendekatan "less is more" dalam kecantikan juga menekankan pada self-awareness. Mengenal kulit sendiri agar tahu apa yang sebenarnya yang dibutuhkan kulit supaya menghindari pemakaian produk secara berlebihan dan menghindari paparan berlebihan dari bahan-bahan yang mungkin berbahaya. Tentunya ini juga berdampak pada pengurangan limbah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Mengurangi Limbah Produk

Salah satu prinsip utama kecantikan minimalis adalah mengurangi limbah, baik limbah akibat konsumsi produk maupun limbah kemasan. Fokus pada produk basic yang dibutuhkan dan sesuai jenis kulit, agar terhindar dari godaan belanja produk kecantikan yang tidak diperlukan dan menimbun produk yang akhirnya dibuang percuma karena tidak habis.

Untuk menjalankan rutinitas minimalis, penting untuk memilih  produk esensial yang sesuai dengan kulit dan memberikan manfaat terbesar. Misalnya, rutinitas perawatan kulit dasar mencakup pembersih muka, pelembab, tabir surya, dan perawatan khusus untuk masalah tertentu seperti jerawat atau penuaan. Produk multifungsi, seperti pelembap berwarna dengan SPF atau serum all-in-one, sangat membantu rutinitas kecantikan menjadi jauh lebih simple.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Setiap Hari

Dampak Lingkungan

Menjalankan rutinitas kecantikan minimalis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Penggunaan kemasan yang berlebihan dalam industri kecantikan, terutama plastik, berkontribusi pada polusi dan limbah. Dengan mengurangi jumlah produk yang kita pakai, kita juga mengurangi jumlah limbah kemasan. 

Minimalisme juga berjalan seiring dengan cara memilih produk yang aman, berkelanjutan, dan bebas dari praktik ilegal seperti percobaan terhadap hewan. Merek yang memilih sumber yang etis dan menggunakan bahan alami serta menggunakan kemasan ramah lingkungan semakin banyak dan disukai oleh konsumen. Ini tidak hanya mengurangi jejak karbon dari rutinitas kecantikan tetapi juga mendukung perusahaan yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan.

Manfaat Finansial

Selain mendukung keberlanjutan, menjalani rutinitas kecantikan minimalis juga dapat menghemat uang. Konsumen dapat berinvestasi di produk yang lebih berkualitas dan aman untuk digunakan dalam waktu lama, daripada menghabiskan uang untuk banyak produk murah yang sebetulnya tidak diperlukan. Dengan fokus pada rutinitas yang minimalis, konsumen dapat menghindari pembelian impulsif dan dorongan untuk terus-menerus mencoba setiap produk baru yang muncul di pasar.

Kecantikan minimalis membuat konsumen berebelanja dengan lebih bijaksana. Ketika konsumen menjadi lebih selektif tentang apa yang mereka beli, mereka cenderung meneliti produk dengan lebih baik, yang mengarah pada pilihan yang lebih baik dalam hal kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan.

Merangkul Minimalisme dalam Rutinitas Sehari-hari

Untuk menjalankan rutinitas kecantikan minimalis, mulailah dengan merapikan koleksi produk yang kalian punya saat ini. Pilih produk yang benar-benar digunakan, sesuai dengan jenis kulit dan memberikan hasil yang baik, lalu pertimbangkan untuk mendonasikan, mendaur ulang atau jual preloved  sisanya. Setelah produk-produk sudah berkurang, fokus pada basic skincare dan menggabungkan produk multifungsi jika memungkinkan.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Carilah merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dan praktik etis, dan pertimbangkan untuk memilih opsi pengemasan isi ulang atau rendah limbah. 

Dan yang terpenting adalah setiap kali ingin membeli produk baru, tanyakan pada diri sendiri apakah produk tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan atau hanya sekadar respons terhadap pemasaran atau tekanan sosial saja.

Image by Polina Kovaleva from Pexels

Rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya tentang mengurangi penggunaan produk tapi juga merubah mindset untuk menggunakan basic skincare yang sesuai kebutuhan kulit dan mengutamakan produk berkualitas baik, dihasilkan dengan etis dan berkelanjutan. 

Beralih ke rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya berdampak positif bagi diri sendiri tapi juga berdampak baik pada lingkungan serta ikut mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Image by Anna Tarazevich from Pexels


Istilah "fast beauty" belakangan mulai populer. Mirip dengan "fast fashion", istilah ini merujuk pada produksi dan konsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik yang cepat, sering kali tanpa memperhatikan standar keamanan, kualitas, dan dampak jangka panjang terhadap konsumen maupun lingkungan. Meskipun fast beauty menjanjikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang cepat, namun  efek yang ditimbulkan dari tren fast beauty ini sering kali tidak disadari. Dari bahan kimia berbahaya hingga praktik yang tidak berkelanjutan, bahaya fast beauty ternyata sangat besar dan serius.

Apa itu Fast Beauty?

Fast beauty dapat didefinisikan sebagai produksi massal produk perawatan kulit dan kosmetik dalam waktu yang sangat cepat untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. Tren ini didorong oleh media sosial, di mana para influencer kecantikan terus mempromosikan produk dan rutinitas perawatan kulit baru. Konsumen tergiur dengan ide mendapatkan hasil instan, mencari kulit yang sempurna atau penampilan makeup yang menjanjikan transformasi dalam waktu singkat.

Namun, proses cepat untuk menciptakan dan menjual produk sering kali mengabaikan standar keamanan, sumber daya yang etis, dan pertimbangan lingkungan. Dalam banyak kasus, produk dibuat dengan bahan berkualitas rendah atau bahkan berbahaya, dan proses produksinya berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan.

Penyebab Fast Beauty

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fast beauty:

1. Pengaruh Media Sosial
Platform media sosial telah menciptakan budaya konsumerisme terus menerus. Para influencer kecantikan secara rutin menampilkan produk baru, sering kali dalam konten bersponsor, yang membuat pengikut mereka merasa perlu memiliki produk tersebut untuk mencapai standar kecantikan yang "ideal". Arus produk “must have” dan FOMO juga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak, sehingga meningkatkan permintaan untuk perputaran produk yang cepat.

BACA JUGA: Bijak dalam Bermedia Sosial

2. Tergiur Hasil Instan
Gaya hidup yang serba cepat dan keinginan untuk mendapatkan hasil instan membuat konsumen mengharapkan hasil yang cepat dari produk perawatan kulit dan kecantikan mereka. Hal ini mendorong merek-merek untuk menciptakan produk yang menjanjikan efek instan, sering kali tanpa pengujian yang memadai atau pertimbangan terhadap dampak kesehatan jangka panjang.

3. Industri Berorientasi Laba
Banyak merek kecantikan yang lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas produk. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan menekan biaya, mereka mungkin mengorbankan bahan berkualitas, mempercepat proses produksi, dan mengabaikan proses pengujian yang ketat.

4. Kurangnya Regulasi
Di beberapa negara, produk perawatan kulit dan kecantikan tidak tunduk pada regulasi yang ketat seperti produk konsumen lainnya. Kurangnya pengawasan ini memungkinkan perusahaan menggunakan bahan yang mungkin tidak aman atau tidak bersumber secara berkelanjutan, sehingga membahayakan konsumen dan lingkungan.

Image by Karolina Kaboompics from Pexels

Dampak Lingkungan dari Fast Beauty

Dampak lingkungan dari fast beauty sangat signifikan dan semakin meluas. 

1. Bertambahnya Limbah
Fast beauty mendorong konsumsi berlebihan, yang mengakibatkan produk berlebih yang dibeli dan dibuang. Banyak produk perawatan kulit dan kosmetik dikemas dalam kemasan yang tidak dapat didaur ulang, yang berkontribusi pada masalah limbah plastik yang semakin parah. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan.

2. Polusi Kimia
Banyak produk fast beauty mengandung bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, dan pewangi sintetis. Ketika produk ini dibersihkan di kamar mandi atau wastafel, bahan kimia tersebut masuk ke sistem air dan dapat mencemari sungai, laut, serta tanah, sehingga merusak kehidupan air dan mengganggu ekosistem.

3. Menghabiskan Sumber Daya
Produksi cepat produk kecantikan sering kali melibatkan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, seperti air, mineral, dan bahan berbasis tanaman. Banyak produk kecantikan yang bergantung pada minyak kelapa sawit, yang penanamannya secara tidak berkelanjutan berkontribusi pada deforestasi dan perusakan habitat.

4. Jejak Karbon
Ketergantungan industri fast beauty pada rantai pasokan global meningkatkan jejak karbon produk. Bahan-bahan sering kali bersumber dari berbagai negara, dikirim ke pabrik, dan kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. Jaringan transportasi ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, mempercepat perubahan iklim.

BACA JUGA: Bahaya Microbeads dan Cara Menghindarinya

Risiko Kesehatan dari Produk Fast Beauty

Selain konsekuensi lingkungan, fast beauty juga menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen. Beberapa risiko ini termasuk:

1. Penggunaan Bahan Berbahaya
Untuk menekan biaya dan mempercepat produksi, merek-merek fast beauty mungkin menggunakan bahan yang murah tetapi berpotensi berbahaya. Meskipun telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, alergi, dan iritasi kulit, bahan kimia seperti paraben, phthalates, dan formaldehida masih sering ditemukan dalam produk fast beauty, 

2. Kurangnya Pengujian
Banyak produk fast beauty masuk ke pasar tanpa pengujian yang memadai untuk keselamatan atau efektivitasnya. Kurangnya pengujian ini dapat menyebabkan reaksi alergi, jerawat, atau kerusakan kulit jangka panjang. Produk yang menjanjikan solusi cepat, seperti produk yang mengklaim dapat menghilangkan jerawat dalam semalam atau menghilangkan kerutan seketika, mungkin mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi.

BACA JUGA: Mengenal Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

3. Penggunaan Produk yang Berlebihan
Fast beauty mendorong konsumen untuk mencoba banyak produk sekaligus, sering kali tanpa memahami cara kerjanya bersama. Penggunaan berlebihan atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat merusak skin barrier, menyebabkan sensitized skin, kemerahan, dan jerawat.

Cara Menghindari

Untuk menghindari jebakan fast beauty, konsumen harus lebih bijaksana dalam memilih dan menggunakan produk kecantilkan dan kosmetik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Pilih Kualitas daripada Kuantitas
Investasikan pada produk perawatan kulit dan kecantikan berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan bahan yang aman dan efektif. Hindari tergiur dengan tren terbaru dan fokus pada membangun rutinitas perawatan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

2. Teliti Memilih Merek
Dukung merek yang mengutamakan keberlanjutan dan praktik yang etis. Carilah perusahaan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengambil bahan secara bertanggung jawab, dan memiliki proses pengujian serta produksi yang transparan.

3. Sederhanakan Rutinitas 
Daripada menggunakan banyak produk, sederhanakan rutinitas kecantikan dengan beberapa produk esensial. Pilih pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit sebagai basic skincare untuk menjaga kesehatan kulit tanpa membanjirinya dengan produk yang tidak perlu dan berlebihan.

4. Waspadai Solusi Instan
Patut disadari bahwa perawatan kulit adalah komitmen jangka panjang. Waspada terhadap produk yang menjanjikan hasil instan, karena mungkin menggunakan bahan yang berbahaya untuk mempercepat efek yang bisa merusak kulit dan menyebabkan penyakit lainnya jika digunakan dalam jangka panjang.

5. Pilih Kemasan yang Dapat Digunakan Kembali
Bila memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang atau diisi ulang. Banyak merek kecantikan yang berkelanjutan sekarang menawarkan stasiun isi ulang atau wadah yang dapat digunakan kembali, membantu mengurangi limbah plastik.

6. Edukasi Diri Sendiri
Perkaya diri dengan informasi mengenai bahan-bahan dan praktik di balik merek kecantikan yang dipakai. Semakin banyak tahu tentang apa yang ada dalam suatu produk, semakin baik kita dapat membuat pilihan yang bijak dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kembali ke Alam. Potensi Komoditas Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Fast beauty terlihat menarik karena janjinya untuk memberikan hasil yang cepat dan tawaran produk baru yang terus-menerus, tetapi bahaya tersembunyi terhadap kesehatan dan lingkungan terlalu besar untuk diabaikan. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, mendukung merek yang berkelanjutan, dan menerapkan konsumsi yang bijaksana, kita dapat keluar dari siklus fast beauty dan bergerak menuju pendekatan perawatan kulit dan kecantikan yang lebih sehat serta lebih ramah lingkungan.

Image by Suzy Hazelwood from Pexels


Gaya hidup berkelanjutan

Meningkatnya urbanisasi dan mobilitas global menjadikan transportasi sebagai penyumbang sebagian besar emisi karbon yang berdampak pada pencemaran udara dan lingkungan. 

Menurut hasil studi Institute for Essential Services Reform (IESR), pada tahun 2022 sektor transportasi menghasilkan 150 juta ton CO2e. Kondisi ini menempatkan transportasi sebagai kontributor ke-3 terbesar setelah sektor energi dan industri, dan sebesar 90% dihasilkan oleh transportasi darat, baik kendaraan penumpang maupun logistik.

Kehidupan sehari-hari tidak luput dari pergerakan, khususnya di kota besar yang padat dan tingkat aktifitas yang tinggi. Berkendara adalah kebutuhan primer dalam keseharian, hal ini menyebabkan emisi dari sektor transportasi terus meningkat.

Mencari alternatif transportasi yang lebih berkelanjutan adalah langkah yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pencemaran dan mengurangi jejak karbon kita 

Arti Transportasi Berkelanjutan 

Transportasi berkelanjutan mengacu pada moda transportasi yang rendah emisi, hemat energi, terjangkau, dan efeknya rendah terhadap lingkungan.

Beberapa pilihan transportasi berkelanjutan adalah sepeda, jalan kaki, carpooling dan transportasi umum.

BACA JUGA: Beralih ke Sustainable Fashion untuk Menyelamatkan Bumi


Jalan Kaki

Jalan kaki adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mengurangi jejak karbon. Selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Jalan kaki adalah contoh nyata transportasi berkelanjutan yang sangat efisien tanpa perlu peralatan eksternal.

Bersepeda

Selain tidak menghasilkan emisi, bersepeda juga membantu meningkatkan kesehatan fisik. Di banyak kota, infrastruktur untuk bersepeda semakin berkembang dengan adanya jalur sepeda dan fasilitas parkir sepeda. Dengan bersepeda, kita tidak hanya mengurangi jejak karbon tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas.

Carpooling dan Ridesharing

Carpooling dan ridesharing adalah metode yang efisien untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Dengan berbagi perjalanan dengan orang lain, kita dapat mengurangi jejak karbon per penumpang. 

Platform seperti Grab dan Gojek sudah mulai memudahkan kita untuk menemukan penumpang lain yang searah. Selain mengurangi jejak karbon kita, ridesharing juga mengurangi biaya perjalanan.

Transportasi Umum

Menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, dan moda raya terpadu dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Transportasi umum yang efisien dapat mengangkut banyak penumpang sekaligus, mengurangi emisi per penumpang dibandingkan dengan mobil pribadi. 

Di kota besar seperti Jakarta, kualitas transportasi umum semakin membaik dengan adanya TransJakarta dan MRT. Bahkan TransJakarta sudah memiliki bus listrik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Sehari-hari

Transportasi berkelanjutan adalah salah satu kunci penting untuk mengurangi jejak karbon dan melindungi lingkungan kita. Dengan bersepeda, menggunakan transportasi umum, beralih ke mobil listrik, carpooling, dan berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat, kita dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan. 

Implementasi kebijakan pemerintah yang mendukung serta kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Penggunaan TransJakarta dan MRT Jakarta adalah contoh konkret dari upaya untuk mengurangi jejak karbon di Jakarta. Mari kita mulai dari sekarang, demi bumi yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Image by Jo Christie Huang from EyeEm

women carrying basket and tumbler

Melihat kondisi lingkungan yang memburuk dengan cepat, gaya hidup berkelanjutan semakin dirasa penting untuk dijalankan. Ternyata menjalankannya tidak sesulit yang dibayangkan. Kita semua dapat melakukan gaya hidup berkelanjutan dengan merubah rutinitas yang dilakukan setiap hari agar dapat berkontribusi pada solusi berkelanjutan.

Dilansir dari sustainablelivingideas, ada banyak cara untuk dapat ambil bagian dalam menjaga lingkungan dan mengurangi polusi. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik dan listrik hingga membeli pakaian yang ramah lingkungan adalah sebagian dari rutinitas yang dapat dilakukan sehari-hari. Mudah kan? Mari kita lihat 5 contoh gaya hidup berkelanjutan yang dapat dilakukan setiap hari.

1. Mengurangi penggunaan plastik

Penggunaan plastik adalah salah satu masalah paling mendesak saat ini dan penyumbang utama polusi global. Untuk mengurangi konsumsi plastik dan dampak lingkungan yang terkait, pertama-tama kita harus menyadari masalahnya.

40% dari plastik yang diproduksi setiap tahun adalah plastik sekali pakai dan jenis ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, kita bisa mulai dengan beralih ke tas pakai ulang saat berbelanja.

Selain itu, kita dapat berinvestasi dalam barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti botol air dan wadah penyimpanan makanan yang akan bertahan selama bertahun-tahun daripada menambah sampah dengan menggunakan bahan sekali pakai.

BACA JUGA: 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

2. Hemat energi

Mengurangi penggunaan energi adalah komponen kunci dari hidup berkelanjutan. Beberapa praktek sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi, salah satunya adalah beralih ke pilihan pencahayaan yang lebih efisien, seperti bola lampu LED. LED bertahan lebih lama dari lampu pijar tradisional dan mengkonsumsi lebih sedikit listrik, yang berarti tagihan listrik per bulan juga berkurang.

Pilihan lainnya adalah berinvestasi pada peralatan hemat energi untuk penggunaan sehari-hari di rumah. Mengganti peralatan lama dengan produk bersertifikasi ENERGY STAR, karena jumlah listrik yang digunakan dapat berkurang hingga 30%.

Beralih ke panel surya atau turbin angin untuk menghasilkan energi bersih di rumah, bisa menjadi bahan pertimbangan karena sumber energi terbarukan ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tradisional sekaligus menyediakan listrik yang bersih dan andal untuk tahun-tahun mendatang.

3. Batasi penggunaan air

Air adalah sumber daya yang terbatas dan salah satu elemen terpenting untuk menopang kehidupan. Untuk menjalani hidup yang berkelanjutan, kita harus belajar menggunakan air secara bertanggung jawab. Ini termasuk mengurangi limbah air, menghemat air dalam kehidupan sehari-hari, dan menggunakan sumber air alternatif jika tersedia.

Perubahan sederhana seperti mandi lebih singkat dan mematikan keran saat menyikat gigi dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam mengurangi penggunaan air. Selain itu, saat membeli peralatan baru, pilih model hemat energi yang menggunakan lebih sedikit air.

Mom and child washing hands in white basin
Ketut Subiyanto/Pexels

Memanen air hujan adalah cara bagus untuk melestarikan sumber daya sambil menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Dengan mengumpulkan air hujan dari atap rumah atau area lain dan menyimpannya untuk digunakan saat dibutuhkan, dapat mengurangi ketergantungan pada persediaan air tanah. Air hasil panenan ini dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau mencuci mobil tanpa memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Dengan mengambil langkah kecil menuju penggunaan air yang bertanggung jawab setiap hari, kita semua dapat membantu melindungi sumber daya yang berharga ini untuk generasi mendatang.

4. Memilih angkutan umum

Naik transportasi umum daripada kendaraan pribadi dapat mengurangi polusi, menghemat uang, dan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa menggunakan transportasi umum alih-alih mengemudi sendiri dapat mengurangi jejak karbon seseorang setidaknya hingga 20%.

Berkurangnya kendaraan pribadi di jalan membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas, serta menekan polusi udara yang disebabkan oleh emisi kendaraan. Menggunakan transportasi umum seringkali lebih hemat waktu daripada mengemudi. Kereta api dan bus cenderung bergerak lebih cepat daripada kendaraan pribadi karena memiliki jalur khusus dan menghindari kemacetan lalu lintas.

Kesimpulannya, menggunakan transportasi umum adalah salah satu cara yang bagus untuk gaya hidup berkelanjutan sambil menghemat waktu dan uang. 

BACA JUGA: Gaya Hidup Sirkular dalam Kehidupan Sehari-hari

5. Pilihan belanja

Berbelanja secara berkelanjutan tidak hanya membantu mengurangi polusi dan limbah, tetapi juga membantu mendukung perusahaan yang berdedikasi untuk memproduksi barang-barang ramah lingkungan.

Berbelanja secara berkelanjutan berarti menghindari produk yang terbuat dari plastik dan bahan sintetis, sebagai gantinya memilih bahan daur ulang atau terbarukan.

Selain itu, membeli produk buatan lokal dapat membantu mengurangi jejak karbon yang disebabkan oleh emisi transportasi barang jarak jauh. Selalu mengutamakan kualitas bukan kuantitas dalam berbelanja agar meningkatkan jangka waktu penggunaan barang sehingga dapat mengurangi limbah.

Saat ini sudah banyak merek yang menjual produk berkelanjutan, baik produk fashion, kecantikan hingga produk rumah tangga. Teliti dalam memilih merek berkelanjutan agar terhindar dari praktek greenwashing atau klaim palsu.

Tren thrifting dan bertukar pakaian layak pakai merupakan salah satu alternatif dalam menjalankan gaya hidup berkelanjutan.

Infographic Sustainable lifestyle
jochristiehuang

Dengan melakukan gaya hidup berkelanjutan yang sederhana ini setiap hari, kita berperan dalam menjaga lingkungan serta mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Jadi mengapa tidak segera dimulai?

 

Photo by Tima Miroshnichenko from PexelsPhoto by Tima Miroshnichenko: https://www.pexels.com/photo/a-person-holding-brown-basket-with-vegetables-7879858/Photo by Tima Miroshnichenko: https://www.pexels.com/photo/a-person-holding-brown-basket-with-vegetables-7879858/
Makanan Tahun Bau Imlek di atas meja kayu dihidangkan bersama teh oleh perempuan baju merah

Tahun Baru Imlek adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul untuk merayakan dan menikmati makanan tradisional yang lezat. Tiap keluarga memiliki tradisinya masing-masing, tapi ada beberapa makanan yang biasanya dihidangkan saat Tahun Baru Imlek. Makanan ini dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di tahun mendatang.

Simbol keberuntungan dari makanan Tahun Baru Imlek ini didasarkan pada pengucapan atau penampilannya. Tidak hanya hidangan itu sendiri yang penting, tetapi juga persiapan serta cara penyajian sangat berarti. 

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Tahun Baru Imlek

Salah satu hidangan paling populer selama Tahun Baru Imlek adalah pangsit. Pangsit umumnya diisi daging cincang dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan adonan kulit yang tipis dan elastis. Isi pangsit yang populer adalah daging babi cincang, udang potong dadu, ikan, ayam giling, daging sapi, dan sayuran. Pangsit bisa dimasak dengan cara direbus, dikukus, digoreng atau dipanggang. Bentuk pangsit yang bulat dipercaya melambangkan reuni dan kekayaan. 

Ikan adalah hidangan penting lainnya, karena melambangkan kemakmuran dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin kata ikan "Yu" terdengar sama dengan kata surplus. Ikan kukus adalah salah satu resep Tahun Baru Imlek yang paling terkenal.

Menu mie juga populer karena melambangkan umur panjang. Mie dapat diolah menjadi mie goreng, mie rebus atau mie kuah disajikan dengan kaldu.

Hidangan lainnya adalah Niangao, juga dikenal sebagai kue keranjang. Terbuat dari ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai. Tekstur lengket dari hidangan ini melambangkan kebersamaan dan persatuan. Kue ini juga dipercaya membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Makan lumpia bersama di meja makan penuh hidangan Tahun Baru Imlek

Lumpia juga merupakan makanan yang disiapkan saat Tahun Baru Imlek. Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Isian lumpia dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, kemudian digoreng sampai berwarna kuning keemasan. Lumpia mewakili kekayaan dan keberuntungan karena bentuknya menyerupai emas batangan.

Bola ketan atau Tangyuan biasanya disajikan sebagai makanan penutup. Pengucapan dan bentuk bulat Tangyuan dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan. Itu sebabnya Tangyuan menjadi salah satu makanan yang dihidangkan selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Buah-buahan tertentu dimakan saat Tahun Baru Imlek, seperti jeruk Mandarin, jeruk Ponkam, dan jeruk Bali. Jenis buah ini dipilih karena bentuknya bulat dan berwarna "emas", melambangkan sukses dan kekayaan.

Teh merupakan minuman yang wajib disuguhkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dipercaya membawa keberuntungan, dan sering disajikan kepada tamu sebagai tanda keramahtamahan.

Photo by Angela Roma from Pexels

assorted colorful t-shirt

Menjalankan gaya hidup sirkular di kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Tapi kita dapat memulainya dari hal-hal terkecil seperti mendaur ulang atau merubah kegunaan (repurpose) suatu barang agar dapat dipakai kembali.

Salah satu ide yang mudah dan berguna adalah repurpose kaos yang sudah tidak terpakai menjadi tas pakai ulang. Bukan hanya mengurangi limbah pakaian tapi kita juga mengurangi penggunaan tas pakai ulang bahan spunbond yang berakhir menjadi limbah yang sulit diurai.

Ide repurpose kaos ini disadur dari 100directions.com. Caranya sangat mudah dan sederhana. Untuk membuat tas pakai ulang ini bisa menggunakan kaos bekas dari bahan dan ukuran apa saja. Dapat dibuat tanpa mesin jahit, cukup dengan jahitan tangan biasa asalkan dijahit dengan kuat dan rapi.

tas pakai ulang dari kaos bekas tie dye
100Directions.com


Bahan-bahan:

1. T-shirt bekas
2. Gunting
3. Mesin jahit atau jarum dan benang

BACA JUGA: Repurpose - Cara Mengurangi Limbah Fashion

cara buat tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Cara Menjahit:

1. Lipat kaos menjadi 2 bagian ke samping. Potong lengan dan kerah kaos sesuai gambar untuk dijadikan tali tas. Panjang tali disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu jahit tepi bagian kaos yang digunting.

2. Buka lipatan dan sekarang kaos akan terlihat seperti kaos singlet.

3. Tarik bagian depan dan belakang kaos ke samping. Sekarang bagian samping kaos menjadi bagian depan dan belakang tas.

4. Jahit untuk menutup bagian bawah kaos. Lebih baik untuk dijahit lebih dari 1 baris agar bagian bawah tas kuat.

kantong dalam tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Kantong bisa ditambahkan agar menjadi tas lipat untuk penyimpanan yang lebih ringkas.

Mudah kan? Yuk berkontribusi dalam gaya hidup berkelanjutan dengan repurpose kaos bekas kalian menjadi tas pakai ulang!

Photo from Canva

Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates