A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
An asian woman doing her skincare routine

Gerakan "kecantikan minimalis" muncul untuk melawan cara lama yang cenderung mendorong konsumsi produk secara berlebihan. Gerakan ini mendukung pendekatan yang mengutamakan back to basic dalam rutinitas perawatan kulit dan kecantikan. Dengan menjalani prinsip kecantikan minimalis,  rutinitas kecantikan menjadi lebih sederhana, limbah produk berkurang, menurunkan dampak terhadap lingkungan, dan menghemat uang.

Masalah Konsumsi Berlebihan dalam Industri Kecantikan

Industri kecantikan global berkembang sangat pesat dan sangat menguntungkan, dengan ribuan produk baru diperkenalkan setiap tahun. Meskipun variasi dan inovasi sering kali dianggap sebagai aspek positif, namun inovasi juga memiliki sisi gelap yaitu mendorong konsumsi yang berlebihan. Para pecinta produk kecantikan terus-menerus dibombardir dengan iklan untuk krim, serum, pembersih, dan kosmetik terbaru, yang mengarah pada pola pikir bahwa lebih banyak produk berarti akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, seringkali produk yang dibeli akhirnya tidak habis terpakai, menumpuk, terlanjur kadaluwarsa dan harus dibuang.

Pola konsumsi berlebihan ini memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan. Dari pengambilan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan, produk kecantikan menghasilkan limbah yang sangat banyak. Menurut Zero Waste Week, industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau laut. Selain itu, banyak produk perawatan kulit dan makeup mengandung bahan-bahan yang diperoleh secara tidak berkelanjutan, yang semakin memperburuk kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Fast Beauty: Ancaman untuk Kesehatan dan Lingkungan

Apa itu Kecantikan Minimalis?

Kecantikan minimalis adalah konsep yang mendorong penggunaan lebih sedikit produk kecantikan dengan memilih produk berkualitas tinggi, daripada menggunakan sejumlah besar produk yang tidak perlu. Caranya dengan memilih produk yang multifungsi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kulit pemakai, daripada mengikuti tren atau membeli secara impulsif. Inti dari kecantikan minimalis adalah menyederhanakan penggunaan produk kecantikan dan memikirkan dampaknya pada lingkungan.

Pendekatan "less is more" dalam kecantikan juga menekankan pada self-awareness. Mengenal kulit sendiri agar tahu apa yang sebenarnya yang dibutuhkan kulit supaya menghindari pemakaian produk secara berlebihan dan menghindari paparan berlebihan dari bahan-bahan yang mungkin berbahaya. Tentunya ini juga berdampak pada pengurangan limbah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Mengurangi Limbah Produk

Salah satu prinsip utama kecantikan minimalis adalah mengurangi limbah, baik limbah akibat konsumsi produk maupun limbah kemasan. Fokus pada produk basic yang dibutuhkan dan sesuai jenis kulit, agar terhindar dari godaan belanja produk kecantikan yang tidak diperlukan dan menimbun produk yang akhirnya dibuang percuma karena tidak habis.

Untuk menjalankan rutinitas minimalis, penting untuk memilih  produk esensial yang sesuai dengan kulit dan memberikan manfaat terbesar. Misalnya, rutinitas perawatan kulit dasar mencakup pembersih muka, pelembab, tabir surya, dan perawatan khusus untuk masalah tertentu seperti jerawat atau penuaan. Produk multifungsi, seperti pelembap berwarna dengan SPF atau serum all-in-one, sangat membantu rutinitas kecantikan menjadi jauh lebih simple.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Setiap Hari

Dampak Lingkungan

Menjalankan rutinitas kecantikan minimalis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Penggunaan kemasan yang berlebihan dalam industri kecantikan, terutama plastik, berkontribusi pada polusi dan limbah. Dengan mengurangi jumlah produk yang kita pakai, kita juga mengurangi jumlah limbah kemasan. 

Minimalisme juga berjalan seiring dengan cara memilih produk yang aman, berkelanjutan, dan bebas dari praktik ilegal seperti percobaan terhadap hewan. Merek yang memilih sumber yang etis dan menggunakan bahan alami serta menggunakan kemasan ramah lingkungan semakin banyak dan disukai oleh konsumen. Ini tidak hanya mengurangi jejak karbon dari rutinitas kecantikan tetapi juga mendukung perusahaan yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan.

Manfaat Finansial

Selain mendukung keberlanjutan, menjalani rutinitas kecantikan minimalis juga dapat menghemat uang. Konsumen dapat berinvestasi di produk yang lebih berkualitas dan aman untuk digunakan dalam waktu lama, daripada menghabiskan uang untuk banyak produk murah yang sebetulnya tidak diperlukan. Dengan fokus pada rutinitas yang minimalis, konsumen dapat menghindari pembelian impulsif dan dorongan untuk terus-menerus mencoba setiap produk baru yang muncul di pasar.

Kecantikan minimalis membuat konsumen berebelanja dengan lebih bijaksana. Ketika konsumen menjadi lebih selektif tentang apa yang mereka beli, mereka cenderung meneliti produk dengan lebih baik, yang mengarah pada pilihan yang lebih baik dalam hal kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan.

Merangkul Minimalisme dalam Rutinitas Sehari-hari

Untuk menjalankan rutinitas kecantikan minimalis, mulailah dengan merapikan koleksi produk yang kalian punya saat ini. Pilih produk yang benar-benar digunakan, sesuai dengan jenis kulit dan memberikan hasil yang baik, lalu pertimbangkan untuk mendonasikan, mendaur ulang atau jual preloved  sisanya. Setelah produk-produk sudah berkurang, fokus pada basic skincare dan menggabungkan produk multifungsi jika memungkinkan.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Carilah merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dan praktik etis, dan pertimbangkan untuk memilih opsi pengemasan isi ulang atau rendah limbah. 

Dan yang terpenting adalah setiap kali ingin membeli produk baru, tanyakan pada diri sendiri apakah produk tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan atau hanya sekadar respons terhadap pemasaran atau tekanan sosial saja.

Image by Polina Kovaleva from Pexels

Rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya tentang mengurangi penggunaan produk tapi juga merubah mindset untuk menggunakan basic skincare yang sesuai kebutuhan kulit dan mengutamakan produk berkualitas baik, dihasilkan dengan etis dan berkelanjutan. 

Beralih ke rutinitas kecantikan minimalis bukan hanya berdampak positif bagi diri sendiri tapi juga berdampak baik pada lingkungan serta ikut mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Image by Anna Tarazevich from Pexels


Istilah "fast beauty" belakangan mulai populer. Mirip dengan "fast fashion", istilah ini merujuk pada produksi dan konsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik yang cepat, sering kali tanpa memperhatikan standar keamanan, kualitas, dan dampak jangka panjang terhadap konsumen maupun lingkungan. Meskipun fast beauty menjanjikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang cepat, namun  efek yang ditimbulkan dari tren fast beauty ini sering kali tidak disadari. Dari bahan kimia berbahaya hingga praktik yang tidak berkelanjutan, bahaya fast beauty ternyata sangat besar dan serius.

Apa itu Fast Beauty?

Fast beauty dapat didefinisikan sebagai produksi massal produk perawatan kulit dan kosmetik dalam waktu yang sangat cepat untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. Tren ini didorong oleh media sosial, di mana para influencer kecantikan terus mempromosikan produk dan rutinitas perawatan kulit baru. Konsumen tergiur dengan ide mendapatkan hasil instan, mencari kulit yang sempurna atau penampilan makeup yang menjanjikan transformasi dalam waktu singkat.

Namun, proses cepat untuk menciptakan dan menjual produk sering kali mengabaikan standar keamanan, sumber daya yang etis, dan pertimbangan lingkungan. Dalam banyak kasus, produk dibuat dengan bahan berkualitas rendah atau bahkan berbahaya, dan proses produksinya berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan.

Penyebab Fast Beauty

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fast beauty:

1. Pengaruh Media Sosial
Platform media sosial telah menciptakan budaya konsumerisme terus menerus. Para influencer kecantikan secara rutin menampilkan produk baru, sering kali dalam konten bersponsor, yang membuat pengikut mereka merasa perlu memiliki produk tersebut untuk mencapai standar kecantikan yang "ideal". Arus produk “must have” dan FOMO juga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak, sehingga meningkatkan permintaan untuk perputaran produk yang cepat.

BACA JUGA: Bijak dalam Bermedia Sosial

2. Tergiur Hasil Instan
Gaya hidup yang serba cepat dan keinginan untuk mendapatkan hasil instan membuat konsumen mengharapkan hasil yang cepat dari produk perawatan kulit dan kecantikan mereka. Hal ini mendorong merek-merek untuk menciptakan produk yang menjanjikan efek instan, sering kali tanpa pengujian yang memadai atau pertimbangan terhadap dampak kesehatan jangka panjang.

3. Industri Berorientasi Laba
Banyak merek kecantikan yang lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas produk. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan menekan biaya, mereka mungkin mengorbankan bahan berkualitas, mempercepat proses produksi, dan mengabaikan proses pengujian yang ketat.

4. Kurangnya Regulasi
Di beberapa negara, produk perawatan kulit dan kecantikan tidak tunduk pada regulasi yang ketat seperti produk konsumen lainnya. Kurangnya pengawasan ini memungkinkan perusahaan menggunakan bahan yang mungkin tidak aman atau tidak bersumber secara berkelanjutan, sehingga membahayakan konsumen dan lingkungan.

Image by Karolina Kaboompics from Pexels

Dampak Lingkungan dari Fast Beauty

Dampak lingkungan dari fast beauty sangat signifikan dan semakin meluas. 

1. Bertambahnya Limbah
Fast beauty mendorong konsumsi berlebihan, yang mengakibatkan produk berlebih yang dibeli dan dibuang. Banyak produk perawatan kulit dan kosmetik dikemas dalam kemasan yang tidak dapat didaur ulang, yang berkontribusi pada masalah limbah plastik yang semakin parah. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), industri kecantikan menghasilkan lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau lautan.

2. Polusi Kimia
Banyak produk fast beauty mengandung bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, dan pewangi sintetis. Ketika produk ini dibersihkan di kamar mandi atau wastafel, bahan kimia tersebut masuk ke sistem air dan dapat mencemari sungai, laut, serta tanah, sehingga merusak kehidupan air dan mengganggu ekosistem.

3. Menghabiskan Sumber Daya
Produksi cepat produk kecantikan sering kali melibatkan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, seperti air, mineral, dan bahan berbasis tanaman. Banyak produk kecantikan yang bergantung pada minyak kelapa sawit, yang penanamannya secara tidak berkelanjutan berkontribusi pada deforestasi dan perusakan habitat.

4. Jejak Karbon
Ketergantungan industri fast beauty pada rantai pasokan global meningkatkan jejak karbon produk. Bahan-bahan sering kali bersumber dari berbagai negara, dikirim ke pabrik, dan kemudian didistribusikan ke seluruh dunia. Jaringan transportasi ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, mempercepat perubahan iklim.

BACA JUGA: Bahaya Microbeads dan Cara Menghindarinya

Risiko Kesehatan dari Produk Fast Beauty

Selain konsekuensi lingkungan, fast beauty juga menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen. Beberapa risiko ini termasuk:

1. Penggunaan Bahan Berbahaya
Untuk menekan biaya dan mempercepat produksi, merek-merek fast beauty mungkin menggunakan bahan yang murah tetapi berpotensi berbahaya. Meskipun telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, alergi, dan iritasi kulit, bahan kimia seperti paraben, phthalates, dan formaldehida masih sering ditemukan dalam produk fast beauty, 

2. Kurangnya Pengujian
Banyak produk fast beauty masuk ke pasar tanpa pengujian yang memadai untuk keselamatan atau efektivitasnya. Kurangnya pengujian ini dapat menyebabkan reaksi alergi, jerawat, atau kerusakan kulit jangka panjang. Produk yang menjanjikan solusi cepat, seperti produk yang mengklaim dapat menghilangkan jerawat dalam semalam atau menghilangkan kerutan seketika, mungkin mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi.

BACA JUGA: Mengenal Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

3. Penggunaan Produk yang Berlebihan
Fast beauty mendorong konsumen untuk mencoba banyak produk sekaligus, sering kali tanpa memahami cara kerjanya bersama. Penggunaan berlebihan atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat merusak skin barrier, menyebabkan sensitized skin, kemerahan, dan jerawat.

Cara Menghindari

Untuk menghindari jebakan fast beauty, konsumen harus lebih bijaksana dalam memilih dan menggunakan produk kecantilkan dan kosmetik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Pilih Kualitas daripada Kuantitas
Investasikan pada produk perawatan kulit dan kecantikan berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan bahan yang aman dan efektif. Hindari tergiur dengan tren terbaru dan fokus pada membangun rutinitas perawatan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

2. Teliti Memilih Merek
Dukung merek yang mengutamakan keberlanjutan dan praktik yang etis. Carilah perusahaan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengambil bahan secara bertanggung jawab, dan memiliki proses pengujian serta produksi yang transparan.

3. Sederhanakan Rutinitas 
Daripada menggunakan banyak produk, sederhanakan rutinitas kecantikan dengan beberapa produk esensial. Pilih pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit sebagai basic skincare untuk menjaga kesehatan kulit tanpa membanjirinya dengan produk yang tidak perlu dan berlebihan.

4. Waspadai Solusi Instan
Patut disadari bahwa perawatan kulit adalah komitmen jangka panjang. Waspada terhadap produk yang menjanjikan hasil instan, karena mungkin menggunakan bahan yang berbahaya untuk mempercepat efek yang bisa merusak kulit dan menyebabkan penyakit lainnya jika digunakan dalam jangka panjang.

5. Pilih Kemasan yang Dapat Digunakan Kembali
Bila memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang atau diisi ulang. Banyak merek kecantikan yang berkelanjutan sekarang menawarkan stasiun isi ulang atau wadah yang dapat digunakan kembali, membantu mengurangi limbah plastik.

6. Edukasi Diri Sendiri
Perkaya diri dengan informasi mengenai bahan-bahan dan praktik di balik merek kecantikan yang dipakai. Semakin banyak tahu tentang apa yang ada dalam suatu produk, semakin baik kita dapat membuat pilihan yang bijak dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kembali ke Alam. Potensi Komoditas Lokal untuk Produk Kecantikan dan Kesehatan

Fast beauty terlihat menarik karena janjinya untuk memberikan hasil yang cepat dan tawaran produk baru yang terus-menerus, tetapi bahaya tersembunyi terhadap kesehatan dan lingkungan terlalu besar untuk diabaikan. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, mendukung merek yang berkelanjutan, dan menerapkan konsumsi yang bijaksana, kita dapat keluar dari siklus fast beauty dan bergerak menuju pendekatan perawatan kulit dan kecantikan yang lebih sehat serta lebih ramah lingkungan.

Image by Suzy Hazelwood from Pexels


Gaya hidup berkelanjutan

Meningkatnya urbanisasi dan mobilitas global menjadikan transportasi sebagai penyumbang sebagian besar emisi karbon yang berdampak pada pencemaran udara dan lingkungan. 

Menurut hasil studi Institute for Essential Services Reform (IESR), pada tahun 2022 sektor transportasi menghasilkan 150 juta ton CO2e. Kondisi ini menempatkan transportasi sebagai kontributor ke-3 terbesar setelah sektor energi dan industri, dan sebesar 90% dihasilkan oleh transportasi darat, baik kendaraan penumpang maupun logistik.

Kehidupan sehari-hari tidak luput dari pergerakan, khususnya di kota besar yang padat dan tingkat aktifitas yang tinggi. Berkendara adalah kebutuhan primer dalam keseharian, hal ini menyebabkan emisi dari sektor transportasi terus meningkat.

Mencari alternatif transportasi yang lebih berkelanjutan adalah langkah yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pencemaran dan mengurangi jejak karbon kita 

Arti Transportasi Berkelanjutan 

Transportasi berkelanjutan mengacu pada moda transportasi yang rendah emisi, hemat energi, terjangkau, dan efeknya rendah terhadap lingkungan.

Beberapa pilihan transportasi berkelanjutan adalah sepeda, jalan kaki, carpooling dan transportasi umum.

BACA JUGA: Beralih ke Sustainable Fashion untuk Menyelamatkan Bumi


Jalan Kaki

Jalan kaki adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mengurangi jejak karbon. Selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Jalan kaki adalah contoh nyata transportasi berkelanjutan yang sangat efisien tanpa perlu peralatan eksternal.

Bersepeda

Selain tidak menghasilkan emisi, bersepeda juga membantu meningkatkan kesehatan fisik. Di banyak kota, infrastruktur untuk bersepeda semakin berkembang dengan adanya jalur sepeda dan fasilitas parkir sepeda. Dengan bersepeda, kita tidak hanya mengurangi jejak karbon tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas.

Carpooling dan Ridesharing

Carpooling dan ridesharing adalah metode yang efisien untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Dengan berbagi perjalanan dengan orang lain, kita dapat mengurangi jejak karbon per penumpang. 

Platform seperti Grab dan Gojek sudah mulai memudahkan kita untuk menemukan penumpang lain yang searah. Selain mengurangi jejak karbon kita, ridesharing juga mengurangi biaya perjalanan.

Transportasi Umum

Menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, dan moda raya terpadu dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Transportasi umum yang efisien dapat mengangkut banyak penumpang sekaligus, mengurangi emisi per penumpang dibandingkan dengan mobil pribadi. 

Di kota besar seperti Jakarta, kualitas transportasi umum semakin membaik dengan adanya TransJakarta dan MRT. Bahkan TransJakarta sudah memiliki bus listrik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: 5 Gaya Hidup Berkelanjutan yang Dapat Dilakukan Sehari-hari

Transportasi berkelanjutan adalah salah satu kunci penting untuk mengurangi jejak karbon dan melindungi lingkungan kita. Dengan bersepeda, menggunakan transportasi umum, beralih ke mobil listrik, carpooling, dan berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat, kita dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan. 

Implementasi kebijakan pemerintah yang mendukung serta kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Penggunaan TransJakarta dan MRT Jakarta adalah contoh konkret dari upaya untuk mengurangi jejak karbon di Jakarta. Mari kita mulai dari sekarang, demi bumi yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Image by Jo Christie Huang from EyeEm

women carrying basket and tumbler

Melihat kondisi lingkungan yang memburuk dengan cepat, gaya hidup berkelanjutan semakin dirasa penting untuk dijalankan. Ternyata menjalankannya tidak sesulit yang dibayangkan. Kita semua dapat melakukan gaya hidup berkelanjutan dengan merubah rutinitas yang dilakukan setiap hari agar dapat berkontribusi pada solusi berkelanjutan.

Dilansir dari sustainablelivingideas, ada banyak cara untuk dapat ambil bagian dalam menjaga lingkungan dan mengurangi polusi. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik dan listrik hingga membeli pakaian yang ramah lingkungan adalah sebagian dari rutinitas yang dapat dilakukan sehari-hari. Mudah kan? Mari kita lihat 5 contoh gaya hidup berkelanjutan yang dapat dilakukan setiap hari.

1. Mengurangi penggunaan plastik

Penggunaan plastik adalah salah satu masalah paling mendesak saat ini dan penyumbang utama polusi global. Untuk mengurangi konsumsi plastik dan dampak lingkungan yang terkait, pertama-tama kita harus menyadari masalahnya.

40% dari plastik yang diproduksi setiap tahun adalah plastik sekali pakai dan jenis ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, kita bisa mulai dengan beralih ke tas pakai ulang saat berbelanja.

Selain itu, kita dapat berinvestasi dalam barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti botol air dan wadah penyimpanan makanan yang akan bertahan selama bertahun-tahun daripada menambah sampah dengan menggunakan bahan sekali pakai.

BACA JUGA: 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

2. Hemat energi

Mengurangi penggunaan energi adalah komponen kunci dari hidup berkelanjutan. Beberapa praktek sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi, salah satunya adalah beralih ke pilihan pencahayaan yang lebih efisien, seperti bola lampu LED. LED bertahan lebih lama dari lampu pijar tradisional dan mengkonsumsi lebih sedikit listrik, yang berarti tagihan listrik per bulan juga berkurang.

Pilihan lainnya adalah berinvestasi pada peralatan hemat energi untuk penggunaan sehari-hari di rumah. Mengganti peralatan lama dengan produk bersertifikasi ENERGY STAR, karena jumlah listrik yang digunakan dapat berkurang hingga 30%.

Beralih ke panel surya atau turbin angin untuk menghasilkan energi bersih di rumah, bisa menjadi bahan pertimbangan karena sumber energi terbarukan ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tradisional sekaligus menyediakan listrik yang bersih dan andal untuk tahun-tahun mendatang.

3. Batasi penggunaan air

Air adalah sumber daya yang terbatas dan salah satu elemen terpenting untuk menopang kehidupan. Untuk menjalani hidup yang berkelanjutan, kita harus belajar menggunakan air secara bertanggung jawab. Ini termasuk mengurangi limbah air, menghemat air dalam kehidupan sehari-hari, dan menggunakan sumber air alternatif jika tersedia.

Perubahan sederhana seperti mandi lebih singkat dan mematikan keran saat menyikat gigi dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam mengurangi penggunaan air. Selain itu, saat membeli peralatan baru, pilih model hemat energi yang menggunakan lebih sedikit air.

Mom and child washing hands in white basin
Ketut Subiyanto/Pexels

Memanen air hujan adalah cara bagus untuk melestarikan sumber daya sambil menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Dengan mengumpulkan air hujan dari atap rumah atau area lain dan menyimpannya untuk digunakan saat dibutuhkan, dapat mengurangi ketergantungan pada persediaan air tanah. Air hasil panenan ini dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau mencuci mobil tanpa memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Dengan mengambil langkah kecil menuju penggunaan air yang bertanggung jawab setiap hari, kita semua dapat membantu melindungi sumber daya yang berharga ini untuk generasi mendatang.

4. Memilih angkutan umum

Naik transportasi umum daripada kendaraan pribadi dapat mengurangi polusi, menghemat uang, dan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa menggunakan transportasi umum alih-alih mengemudi sendiri dapat mengurangi jejak karbon seseorang setidaknya hingga 20%.

Berkurangnya kendaraan pribadi di jalan membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas, serta menekan polusi udara yang disebabkan oleh emisi kendaraan. Menggunakan transportasi umum seringkali lebih hemat waktu daripada mengemudi. Kereta api dan bus cenderung bergerak lebih cepat daripada kendaraan pribadi karena memiliki jalur khusus dan menghindari kemacetan lalu lintas.

Kesimpulannya, menggunakan transportasi umum adalah salah satu cara yang bagus untuk gaya hidup berkelanjutan sambil menghemat waktu dan uang. 

BACA JUGA: Gaya Hidup Sirkular dalam Kehidupan Sehari-hari

5. Pilihan belanja

Berbelanja secara berkelanjutan tidak hanya membantu mengurangi polusi dan limbah, tetapi juga membantu mendukung perusahaan yang berdedikasi untuk memproduksi barang-barang ramah lingkungan.

Berbelanja secara berkelanjutan berarti menghindari produk yang terbuat dari plastik dan bahan sintetis, sebagai gantinya memilih bahan daur ulang atau terbarukan.

Selain itu, membeli produk buatan lokal dapat membantu mengurangi jejak karbon yang disebabkan oleh emisi transportasi barang jarak jauh. Selalu mengutamakan kualitas bukan kuantitas dalam berbelanja agar meningkatkan jangka waktu penggunaan barang sehingga dapat mengurangi limbah.

Saat ini sudah banyak merek yang menjual produk berkelanjutan, baik produk fashion, kecantikan hingga produk rumah tangga. Teliti dalam memilih merek berkelanjutan agar terhindar dari praktek greenwashing atau klaim palsu.

Tren thrifting dan bertukar pakaian layak pakai merupakan salah satu alternatif dalam menjalankan gaya hidup berkelanjutan.

Infographic Sustainable lifestyle
jochristiehuang

Dengan melakukan gaya hidup berkelanjutan yang sederhana ini setiap hari, kita berperan dalam menjaga lingkungan serta mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Jadi mengapa tidak segera dimulai?

 

Photo by Tima Miroshnichenko from PexelsPhoto by Tima Miroshnichenko: https://www.pexels.com/photo/a-person-holding-brown-basket-with-vegetables-7879858/Photo by Tima Miroshnichenko: https://www.pexels.com/photo/a-person-holding-brown-basket-with-vegetables-7879858/
Makanan Tahun Bau Imlek di atas meja kayu dihidangkan bersama teh oleh perempuan baju merah

Tahun Baru Imlek adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul untuk merayakan dan menikmati makanan tradisional yang lezat. Tiap keluarga memiliki tradisinya masing-masing, tapi ada beberapa makanan yang biasanya dihidangkan saat Tahun Baru Imlek. Makanan ini dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di tahun mendatang.

Simbol keberuntungan dari makanan Tahun Baru Imlek ini didasarkan pada pengucapan atau penampilannya. Tidak hanya hidangan itu sendiri yang penting, tetapi juga persiapan serta cara penyajian sangat berarti. 

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Tahun Baru Imlek

Salah satu hidangan paling populer selama Tahun Baru Imlek adalah pangsit. Pangsit umumnya diisi daging cincang dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan adonan kulit yang tipis dan elastis. Isi pangsit yang populer adalah daging babi cincang, udang potong dadu, ikan, ayam giling, daging sapi, dan sayuran. Pangsit bisa dimasak dengan cara direbus, dikukus, digoreng atau dipanggang. Bentuk pangsit yang bulat dipercaya melambangkan reuni dan kekayaan. 

Ikan adalah hidangan penting lainnya, karena melambangkan kemakmuran dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin kata ikan "Yu" terdengar sama dengan kata surplus. Ikan kukus adalah salah satu resep Tahun Baru Imlek yang paling terkenal.

Menu mie juga populer karena melambangkan umur panjang. Mie dapat diolah menjadi mie goreng, mie rebus atau mie kuah disajikan dengan kaldu.

Hidangan lainnya adalah Niangao, juga dikenal sebagai kue keranjang. Terbuat dari ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai. Tekstur lengket dari hidangan ini melambangkan kebersamaan dan persatuan. Kue ini juga dipercaya membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Makan lumpia bersama di meja makan penuh hidangan Tahun Baru Imlek

Lumpia juga merupakan makanan yang disiapkan saat Tahun Baru Imlek. Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Isian lumpia dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, kemudian digoreng sampai berwarna kuning keemasan. Lumpia mewakili kekayaan dan keberuntungan karena bentuknya menyerupai emas batangan.

Bola ketan atau Tangyuan biasanya disajikan sebagai makanan penutup. Pengucapan dan bentuk bulat Tangyuan dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan. Itu sebabnya Tangyuan menjadi salah satu makanan yang dihidangkan selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Buah-buahan tertentu dimakan saat Tahun Baru Imlek, seperti jeruk Mandarin, jeruk Ponkam, dan jeruk Bali. Jenis buah ini dipilih karena bentuknya bulat dan berwarna "emas", melambangkan sukses dan kekayaan.

Teh merupakan minuman yang wajib disuguhkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dipercaya membawa keberuntungan, dan sering disajikan kepada tamu sebagai tanda keramahtamahan.

Photo by Angela Roma from Pexels

assorted colorful t-shirt

Menjalankan gaya hidup sirkular di kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Tapi kita dapat memulainya dari hal-hal terkecil seperti mendaur ulang atau merubah kegunaan (repurpose) suatu barang agar dapat dipakai kembali.

Salah satu ide yang mudah dan berguna adalah repurpose kaos yang sudah tidak terpakai menjadi tas pakai ulang. Bukan hanya mengurangi limbah pakaian tapi kita juga mengurangi penggunaan tas pakai ulang bahan spunbond yang berakhir menjadi limbah yang sulit diurai.

Ide repurpose kaos ini disadur dari 100directions.com. Caranya sangat mudah dan sederhana. Untuk membuat tas pakai ulang ini bisa menggunakan kaos bekas dari bahan dan ukuran apa saja. Dapat dibuat tanpa mesin jahit, cukup dengan jahitan tangan biasa asalkan dijahit dengan kuat dan rapi.

tas pakai ulang dari kaos bekas tie dye
100Directions.com


Bahan-bahan:

1. T-shirt bekas
2. Gunting
3. Mesin jahit atau jarum dan benang

BACA JUGA: Repurpose - Cara Mengurangi Limbah Fashion

cara buat tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Cara Menjahit:

1. Lipat kaos menjadi 2 bagian ke samping. Potong lengan dan kerah kaos sesuai gambar untuk dijadikan tali tas. Panjang tali disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu jahit tepi bagian kaos yang digunting.

2. Buka lipatan dan sekarang kaos akan terlihat seperti kaos singlet.

3. Tarik bagian depan dan belakang kaos ke samping. Sekarang bagian samping kaos menjadi bagian depan dan belakang tas.

4. Jahit untuk menutup bagian bawah kaos. Lebih baik untuk dijahit lebih dari 1 baris agar bagian bawah tas kuat.

kantong dalam tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Kantong bisa ditambahkan agar menjadi tas lipat untuk penyimpanan yang lebih ringkas.

Mudah kan? Yuk berkontribusi dalam gaya hidup berkelanjutan dengan repurpose kaos bekas kalian menjadi tas pakai ulang!

Photo from Canva

Recycle Reuse Zero waste eco friendly bag

Ungkapan “menggunakan kembali, mengurangi, mendaur ulang” sudah sering digaungkan namun tidak mudah untuk menjalankannya di kehidupan sehari-hari. Sebagian besar tantangan berasal dari ekonomi linier yang dipraktekkan saat ini yaitu prinsip produksi dan penggunaan barang untuk sekali pakai. Efek dari gaya hidup ini menghasilkan banyak limbah dan daya alam yang menyusut dengan sangat cepat.

Untungnya, semakin banyak perusahaan menyadari ini dan beralih ke model bisnis yang berkelanjutan seperti ekonomi sirkular.

Apa itu ekonomi sirkular?

Ekonomi sirkular mengurangi konsumsi dan pemborosan sumber daya seperti bahan mentah, air, dan energi selama produksi sambil berfokus pada peningkatan masa pakai produk dan limbah dari produksinya dapat dipakai untuk membuat produk lain.

Konsep ini disebut sirkular atau melingkar berdasarkan prinsip zero waste, penggunaan berulang dan ekosistem yang regeneratif. 

BACA JUGA: Beralih ke Sustainable Fashion untuk Menyelamatkan Bumi

Green apple on a wooden table with an aesthetic book
Anete Lusina/Pexels

Menjalankan gaya hidup sirkular di kehidupan sehari-hari

Kita semua dapat melakukan bagian kita dengan mempelajari dasar-dasar gaya hidup sirkular. Langkah awal adalah menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Hanya belanja barang-barang yang dibutuhkan dan perbaiki barang sebelum membeli penggantinya.

Menerapkan capsule wardrobe untuk menghemat belanja pakaian merupakan langkah bagus dari gaya hidup sirkular sehari-hari. Upcycling adalah cara lain untuk menerapkan konsep sirkular. Alih-alih membuang benda yang tidak dapat diperbaiki, lihat apakah benda tersebut dapat dibongkar dan didaur ulang atau didaur ulang beberapa bagiannya. Repurpose barang lama dan alih gunakan  untuk memaksimalkan sumber daya sehingga tidak ada yang sia-sia. 

Mulai memilah sampah organik untuk dijadikan kompos. Dilansir dari koup.co, saat ini 30% dari apa yang kita buang terdiri dari sisa makanan dan sampah halaman yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Manfaat pengomposan termasuk mengurangi sampah, mengurangi emisi metana, memperbaiki tanah dan mengurangi erosi dengan meningkatkan kapasitas dan produktivitas retensi air tanah, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Facts circular economy
startgoingcircular

Gaya hidup sirkular mendorong penggunaan produk ramah lingkungan, menemukan solusi untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, dan memasukkan kembali barang ke dalam siklus produksi. Setiap langkah kecil dalam gaya hidup sirkular sehari-hari memberi dampak yang besar untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan dalam jangka panjang.

Photo by ready made from Pexels


Gerakan mengurangi plastik sudah menyebar dan dijalankan oleh sebagian besar masyarakat. Lalu muncul alternatif tas pakai ulang pengganti kantong plastik, seperti tas tote berbahan dasar katun, spunbond, sampai berbahan dasar umbi.

Sebagian besar tas pakai ulang yang beredar saat ini adalah tas spunbond. Tas spunbond banyak digunakan karena tahan lama, bervariasi dari pilihan warna hingga ketebalan bahan, dan harganya ekonomis.

Walaupun digunakan sebagai pengganti kantong plastik, banyak yang belum menyadari bahwa bahan dasar tas pakai ulang spunbond adalah polypropylene atau biji plastik. Bahan spunbond merupakan bahan plastik dengan serat panjang yang terikat dan tersusun dengan kuat melalui proses kimiawi. Jadi bahan ini merupakan bahan plastik juga, yang dibuat lebih tebal dan padat daripada kantong plastik biasa, tujuannya agar dapat dipakai berulang kali.

Karena tas spunbond diciptakan untuk dipakai berulang kali maka dibutuhkan lebih banyak sumber daya dalam proses pembuatan dan proses daur ulangnya.

Hasil riset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pangan Denmark menyatakan bahwa setiap tas pakai ulang harus digunakan sebanyak 20 ribu kali agar sepadan dengan proses produksi yang dilewatinya. 

BACA JUGA: Trashy Fashion: Limbah Fashion yang Terlupakan

Sayangnya tas pakai ulang spunbond tidak dipakai secara maksimal, setelah beberapa kali pemakaian tas lalu dibuang. Sehingga menambah limbah plastik di tempat pembuangan sampah.

Limbah tas pakai ulang spunbond lebih sulit terurai karena kepadatan dan variasi kandungan materialnya membuat proses daur ulang menjadi lebih mahal. Sebagai tambahan agar bahan plastik menjadi lebih tebal, tas pakai ulang ini dirajut dengan serat plastik yang tipis. Limbah serat ini terlepas menjadi mikroplastik yang berpotensi mencemari air, meracuni organisme air dan masuk ke rantai makanan manusia.

Langkah mengurangi limbah tas pakai ulang spunbond

1. Pilih tas pakai ulang spunbond yang berkualitas agar tidak mudah robek, tahan lama dan dapat dipakai berulang kali secara maksimal.

2. Ingat untuk membawa tas pakai ulang saat berbelanja agar tidak perlu membeli tas belanja baru untuk menghindari tumpukan tas pakai ulang yang akhirnya tidak terpakai.

3. Menggunakan alternatif tas pakai ulang seperti tas kanvas, tas karung goni, tas berbahan dasar singkong (cassava bag), keranjang rotan, tas parasut atau paper bag.

4. Repurpose dan upcycle pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi tas pakai ulang.

Penggunaan tas pakai ulang bahan spunbond merupakan salah satu cara menekan limbah kantong plastik sekali pakai. Namun penggunaannya harus lebih dicermati agar niat baik mengurangi limbah plastik tidak malah menjadi menambah beban limbah dengan material yang lebih sulit didaur ulang.

Photo by: fajar.co.id

A young woman wearing bathrobe standing in the bathroom washing face

Rutinitas kecantikan sehari-hari ternyata banyak pengaruhnya terhadap lingkungan. Penggunaan bahan kimia berbahaya, plastik, dan zat perusak lingkungan lainnya sangat umum di industri kecantikan.

Meskipun pemerintah memberlakukan peraturan ketat untuk memastikan pembuatan dan penggunaan bahan yang aman, tapi masih banyak produk yang menggunakan ataupun menghasilkan limbah yang merusak lingkungan.

Tapi kesadaran akan kondisi alam yang memburuk dan semakin banyaknya orang yang menjalani gaya hidup yang berkelanjutan membuat banyak merek mulai membuat produk ramah lingkungan. Tapi apa saja yang bisa mendukung rutinitas kecantikan kita menjadi lebih berkelanjutan?

Beberapa cara untuk mengubah rutinitas kecantikan dan menjadikannya ramah lingkungan dikutip dari intelligentliving.co yang dapat dijalankan sehari-hari:

Daur Ulang Kemasan

Sebagian besar kemasan produk kecantikan, kebersihan, dan perawatan kulit terbuat dari plastik, yang berakhir menumpuk di tempat pembuangan sampah. Beberapa kemasan plastik biasanya dapat didaur ulang menjadi plastik lain, tetapi kebanyakan plastik dibuang begitu saja.

Pilihlah produk yang menggunakan kemasan yang dapat digunakan kembali, seperti kemasan alumunium dan botol kaca.

Walaupun saat ini sebagian besar produk kecantikan masih menggunakan kemasan plastik, namun kita dapat berperan dalam mengurangi limbah dengan cara menggunakan kembali kemasan plastik sebagai wadah pernak-pernik atau memisahkan sampah plastik dan mengirimkan ke fasilitas daur ulang.

Several bambbo toothbrush in a container
Sarah Chai/Pexels.com

Sikat Gigi Bambu

Sikat gigi biasanya diganti setiap 3 bulan sekali. Bayangkan berapa banyak limbah plastik yang dihasilkan dari rutinitas sikat gigi. Alih-alih membeli sikat gigi berbahan dasar plastik, pilihlah sikat gigi bambu sebagai alternatif ramah lingkungan dan biodegradable.

Produk Berkelanjutan untuk Membersihkan Riasan

Kapas biasanya digunakan untuk membersihkan riasan, sayangnya kapas menggunakan banyak air dan bahan kimia dalam proses produksinya. Saat ini sudah ada alternatif kapas organik dan reusable cotton pad yang dapat digunakan untuk rutinitas kecantikan kalian.

Gunakan juga cotton bud dengan gagang yang terbuat dari bambu dan ujung kapas organik.

Penawaran Daur Ulang Kemasan dari Pemilik Merek

Mulai banyak merek yang menawarkan daur ulang untuk kemasan kosong produk mereka. Bahkan ada yang memberikan diskon atau penawaran menarik lainnya untuk setiap pengembalian kemasan produk. Gunakan kesempatan ini untuk turut mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Kemasan Eco-friendly

Banyak produk berkelanjutan yang sudah mengurangi bungkusan plastik dan menggunakan bungkus terbuat dari bahan eco-friendly seperti kertas daur ulang dan bambu untuk mengurangi sampah yang merusak lingkungan.

A young woman wearing bathrobe standing in the bathroom applying face cream
Sora Sharazaki/Pexels.com

Mengenal Produk Ramah Lingkungan

Selain kemasan produk, komposisi bahan baku juga berperan penting dalam menentukan apakah produk kecantikan ramah lingkunan dan berkelanjutan.

Membaca daftar bahan baku sebuah produk kecantikan adalah langkah awal untuk mengenal produk ramah lingkungan. Kenali setiap bahan, kegunaan, sumbernya serta dampak dari bahan tersebut terhadap lingkungan. 

Belanja Dari Merek Berkelanjutan

Semakin banyak orang yang menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Oleh karena itu mulai banyak merek, terlebih lagi merek produk kecantikan yang menawarkan produk yang ramah lingkungan, ramah sosial dan mendukung berkelanjutan.

Pastikan bahwa klaim ramah lingkungan yang ditawarkan oleh merek bukan praktik greenwashing, namun merek benar-benar menjalani proses dan menggunakan bahan baku yang berkelanjutan.

ecofriendly cotton bud toothbrushes pads in the bathroom
Sarah Chai/Pexels.com

Menjalani rutinitas kecantikan yang berkelanjutan butuh komitmen, namun ingat selalu bahwa setiap keputusan kecil yang kita ambil dalam gaya hidup berkelanjutan akan memberikan dampak positif untuk lingkungan dalam jangka panjang.

Photo by Ron Lach from Pexels.com

Women and eco-friendly fashion

Sustainable fashion yang berawal dari fashion niche telah berkembang dengan cepat mengikuti kesadaran akan krisis iklim dan kebutuhan akan produk ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Apakah sustainable fashion?

Menurut thevou.com, sustainable fashion adalah istilah inklusif yang menggambarkan produk, proses, aktifitas, dan pelaku (pembuat kebijakan, merek, konsumen) yang bertujuan untuk mencapai industri mode bebas karbon, yang dibangun di atas kesetaraan, keadilan sosial, kesejahteraan hewan, dan integritas ekologis.

Mengapa sustainable fashion penting?

Secara global, ada satu truk sampah limbah tekstil yang dibuang ke tempat pembuangan akhir atau dibakar setiap detik. Pemborosan dalam jumlah besar ini dibuat oleh perusahaan fast fashion yang meluncurkan tren mode mingguan dengan produk harga murah dan berkualitas buruk.

Sebagai perbandingan, merek berkelanjutan fokus pada produk pakaian berkualitas dari bahan tahan lama dan tidak mengikuti tren fast fashion. 

BACA JUGA: Kontribusi Industri Fashion Terhadap Perubahan Iklim

Fast fashion memiliki jejak karbon sangat besar yang dihasilkan dari pembuatan material, manufaktur, transportasi, bahkan limbah tekstil yang membusuk di tempat pembuangan sampah. Sebagian besar pakaian fast fashion terbuat dari bahan berbasis minyak bumi dan bahan baku sintetis seperti akrilik, nilon, dan poliester yang proses produksi dan pembuangannya memerlukan sejumlah besar energi.

Di sisi lain, sustainable fashion menggunakan kain biodegradable dari bahan alami atau daur ulang. Bahan-bahan ini membutuhkan sedikit atau tanpa perawatan kimia, lebih sedikit energi, lebih sedikit air, dan tidak ada pestisida atau pupuk non-organik untuk tumbuh.

Women in yellow dress holding a tag
Credit: TVN24

Salah satu yang memungkinkan harga pakaian fast fashion murah adalah kondisi kerja yang tidak layak bagi pekerja garmen. Sebagian besar merek fast fashion memproduksi pakaian di negara berkembang di mana pekerja dibayar di bawah upah yang layak. Kondisi keselamatan dan kesehatan yang buruk, jam kerja yang panjang, dan tekanan terus-menerus untuk berproduksi semuanya menyebabkan eksploitasi pekerja. Tidak sedikit pekerja di bawah umur digunakan oleh merek fast fashion. 

Sebaliknya, Sustainable fashion memberikan upah yang layak dan kondisi kerja yang aman untuk pekerjanya. 

BACA JUGA: 8 Ide Sederhana Upcycle Denim Bekas

Apa saja pilihan sustainable fashion?

Ada banyak hal yang membuat fashion lebih berkelanjutan, beberapa contoh sebagai berikut:

Menggunakan bahan alami dan biodegradable

Memprioritaskan pemakaian bahan organik adalah bagian terbesar dari membuat fashion menjadi berkelanjutan. Bahan dasar kain tidak hanya harus ditanam secara organik, tetapi kain dibuat 100% dari bahan yang sama tanpa ada tambahan produk sintetis agar kain dapat terurai secara hayati dan juga dapat didaur ulang.

Memakai metode pewarnaan alami

Bahan kimia beracun dalam proses pewarnaan melepaskan sekitar 20.000 jenis bahan kimia berbeda ke lingkungan dan dianggap sebagai masalah terbesar industri fashion. Alih-alih menggunakan bahan kimia berbahaya ini, merek fashion dapat menggunakan proses pewarnaan alami, atau menghindari proses pewarnaan sama sekali.

Mempertahankan proses produksi yang adil
Seluruh proses pembuatan produk fashion harus adil agar benar-benar berkelanjutan. Inilah sebabnya mengapa pengecer sustainable fashion memprioritaskan kondisi kerja yang adil dan manusiawi, termasuk upah yang sesuai, jam kerja yang wajar, kondisi tempat kerja yang aman, dan larangan penuh terhadap pekerja di bawah umur.

Menggunakan kemasan yang ramah lingkungan
Produk tidak dapat disebut sustainable jika kemasannya tidak ramah lingkungan dan meninggalkan sampah plastik.

Belanja produk lokal yang dibuat secara etis
Keinginan untuk sering memakai penampilan baru yang murah dicapai dari hasil produksi yang tidak etis seperti pabrik di negara berkembang dengan kondisi tempat kerja yang tidak layak dan upah yang tidak sesuai. Membeli barang lokal dapat menghindari semua itu. Selain mengurangi jejak karbon, rantai produksi produk lokal dapat diusut secara jelas. Dan tentunya produk lokal yang diproduksi secara etis mendukung kesejahteraan pekerja dan sumber daya alam lokal.

Sustainable Fashion Infographic
Credit: freepik.com


Bagaimana cara mendukung sustainable fashion?

Untuk berperan dalam mengurangi dampak buruk fashion terhadap lingkungan, sudah saatnya kita beralih ke sustainable fashion. Periksa merek sebelum membeli produk, pastikan merek menggunakan bahan eco-friendly, ethical, dan mendukung lingkungan kerja karyawan yang aman. 

Penting untuk membeli produk dari merek yang menghormati keanekaragaman hayati, ekosistem, dan sumber daya alam. Serta menggunakan sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, dan laut, di setiap tahap proses manufaktur dan daur ulang.

Tingkatkan masa pakai produk fashion dengan mix & match pakaian yang ada, repurpose, upcycle, dan miliki capsule wardrobe agar tidak ada koleksi pakaian yang menumpuk dan tidak terpakai.

Membuat pilihan mode yang berkelanjutan dapat memberi perbedaan dalam memerangi perubahan iklim dan menyelamatkan bumi. Melakukan beberapa penyesuaian kecil dan mengetahui apa saja yang harus diwaspadai saat belanja, mempermudah untuk beralih ke sustainable fashion. 

Sumber:
www.thestudentpocketguide.com/2022/08/fashion/wardrobe/sustainable-fashion-choices/
www.theguardian.com/lifeandstyle/2018/feb/10/shop-less-mend-more-making-more-sustainable-fashion-choices

Main pic by Sam Lion/Pexels.com

Red dress woman on thedessert

Pastinya kita semua merasakan betapa panasnya cuaca belakangan ini. Langit biru dengan sedikit awan dan panas yang sangat terik. Tapi tidak jarang keadaan mendadak berubah menjadi hujan deras diikuti dengan angin kencang bahkan puting beliung di beberapa tempat.

Saya merasakan bagaimana perubahan cuaca yang drastis ini mempengaruhi banyak hal dalam keseharian saya. Dari mulai aktivitas sehari-hari yang terganggu karena hujan mendadak yang deras dan menyebabkan banjir sehingga membuat macet total, sampai hal yang sepertinya sepele seperti jemuran basah karena ditinggal lantaran ramalan cuaca hari itu adalah cerah tapi berubah menjadi hujan badai.

Kondisi ini membuat frustasi namun sebenarnya perubahan cuaca ekstrem akibat dari perubahan iklim sudah terjadi sejak lama. Dan sekarang dampaknya semakin terasa.

Menurut un.org, pergeseran iklim ini bisa disebabkan oleh variasi siklus matahari. Namun sejak tahun 1800-an, aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas.

Efek rumah kaca yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil menahan panas matahari di bawah atmosfer dan menyebabkan peningkatan suhu.

Industri, transportasi, bangunan, pertanian, dan tempat pembuangan sampah adalah sumber penghasil karbon dioksida, metana, dan karbon monoksida yang merupakan beberapa gas penyebab rumah kaca.

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim tidak hanya meningkatkan suhu bumi. Sebagai suatu ekosistem yang semuanya berhubungan, perubahan ini mengakibatkan mencairnya es di kutub, kenaikan level air laut, banjir, kekeringan, badai, kelangkaan pangan, kekurangan air bersih hingga mulai punahnya keanekaragaman alam. 

INDUSTRI FASHION DAN PERUBAHAN IKLIM

Sulit membayangkan bagaimana sebuah kaus dan sepasang jeans turut berperan terhadap perubahan iklim namun nyatanya industri fashion global menghasilkan gas rumah kaca dari mulai awal produksi, distribusi hingga pembuangan limbahnya. Hasilnya, industri ini menyumbang 10% emisi gas rumah kaca global.

Dikutip dari cnn.com, proses pembuatan satu kaus katun mengeluarkan sekitar 5 kilogram karbon dioksida hampir sama dengan jumlah yang dihasilkan oleh perjalanan mobil sejauh 19 kilometer. Pembuatan sepasang celana jeans bahkan mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, sama dengan perjalanan mobil sejauh 78 kilometer. 

Berkembangnya fast fashion, semakin memperburuk keadaan. Kemunculan fast fashion di awal tahun 2000 merubah tren belanja fashion menjadi lima kali lebih sering. Namun penggunaan bahan berkualitas buruk untuk menekan harga jual membuat pakaian cepat menjadi usang dan tidak bertahan lama.

Fast fashion definition

Poliester merupakan bahan yang paling banyak digunakan produk fashion saat ini. Harganya yang jauh lebih murah dari kapas, membuat poliester sebagai bahan utama dalam industri fast fashion. Serat sintetis ini sebagian besar berasal dari minyak bumi. Mengacu dari data bloomberg.com, proses produksi poliester membutuhkan sejumlah besar energi. Pada tahun 2015, produksi poliester untuk pakaian menghasilkan 282 miliar ton karbon dioksida, tiga kali lipat lebih besar dari produksi menggunakan kapas.

BACA JUGA: 10 Fakta Tentang Limbah Industri Fashion

Tidak hanya menghasilkan emisi gas rumah kaca, dalam proses pencucian bahan sintetis ini melepaskan potongan plastik berukuran sangat kecil yang disebut mikroplastik. Ukurannya yang sangat kecil menyebabkan partikel hanyut bersama air limbah lalu mengotori sungai dan berakhir di laut. 

Textile microplastics pollute the ocean

Industri fast fashion memproduksi miliaran pakaian setiap tahunnya. Fakta ini menimbulkan masalah baru yaitu sampah fashion. Penggunaan bahan baku murah menyebabkan pakaian mudah rusak dan berakhir di tempat sampah. Sampah fashion membutuhkan puluhan tahun untuk terurai dan menghasilkan gas rumah kaca selama prosesnya.

Atacama Chile fashion waste
Sampah fashion di gurun Atacama , Chili (Martin Benneti/AFP)

MENGURANGI JEJAK KARBON INDUSTRI FASHION

Industri fashion, terutama fast fashion meninggalkan jejak karbon yang panjang. Bukan hanya dari jumlah sampah yang menumpuk di TPA, tapi selama proses produksi dari hulu ke hilir. Polusi air dari proses pewarnaan dan peningkatan emisi perjalanan udara dalam pengiriman barang jadi maupun bahan baku selama proses produksi menambah daftar panjang jejak karbon industri fashion. Dan sebagian besar proses produksi dilakukan di negara-negara yang tidak memiliki peraturan yang ketat mengenai polusi. 

Fakta menunjukkan bahwa kita sebagai konsumen juga memiliki andil besar dalam jejak karbon industri fashion. Perilaku belanja yang berlebihan mengikuti setiap pergantian tren menaikkan permintaan terhadap brand fashion untuk memproduksi lebih banyak dan akhirnya menghasilkan timbunan sampah pakaian bekas ataupun sisa pakaian yang tidak terjual. 

Konsumen dapat memulai perubahan dengan menjadi pembeli cerdas dan bertanggung jawab agar dapat mendorong brand fashion untuk lebih ramah lingkungan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan agar kita dapat berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon industri fashion:

1. Mengutamakan kualitas bukan kuantitas.
Pakaian berkualitas baik dapat bertahan lama dan mengurangi pembelian pakaian baru. 

Tips untuk memilih pakaian berkualitas:
- Pakaian berkualitas baik dijahit dengan rapi dan kuat. Tarik bagian jahitan dengan lembut dan lihat apakah jahitan terlepas atau tidak.
- Arahkan pakaian ke tempat terang atau lampu untuk melihat ketebalan bahan. Pada umumnya, bahan yang tebal menunjukkan kualitas yang baik.
- Periksa kancing dan ritsleting jika ada. Ritsleting berbahan metal lebih kuat dari yang dibuat dari plastik. Pastikan kancing sesuai dengan lubang kancing dan dijahit dengan kuat. Jika pakaian dilengkapi dengan ekstra kancing, ini menunjukkan pakaian berkualitas bagus. 

2. Belanja fashion dari brand yang berkelanjutan.
Semakin banyak brand yang memperhatikan dampak fashion terhadap lingkungan dan mengedepankan konsep berkelanjutan. Beberapa brand besar sudah menerapkan metode produksi yang ramah lingkungan seperti Zara, Levi's, Patagonia, dan Adidas. Brand seperti Sejauh Mata Memandang, Sukkha Citta, dan Indosole merupakan sebagian dari brand lokal yang sudah menjalankan konsep berkelanjutan.

3. Upcycle.
Ide kreasi upcycle sangat mudah didapatkan di internet. Pakaian yang sudah tidak terpakai dapat dirubah menjadi barang lain yang berguna atau merubah modelnya menjadi lebih trendi. 

4. Donasikan pakaian 
Sering kali pakaian sudah tidak terpakai karena bosan atau sudah ketinggalan jaman padahal kondisi pakaian masih bagus. Sayang jika pakaian layak pakai berakhir di TPA, carilah tempat yang menerima donasi pakaian bekas agar pakaian berguna untuk orang lain dan pakaian dapat dipakai lebih lama.

BERKONTRIBUSI BERSAMA

Dampak dari perubahan iklim sudah kita rasakan saat ini, dan semakin memburuk dengan cepat jika kita tidak mengambil tindakan sekarang. Ayo #TeamUpforImpact merubah perilaku belanja fashion agar bersama kita dapat membuat perubahan #UntukmuBumiku.

- JCH

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog dengan tema : Perubahan Iklim yang Aku Rasakan! diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network.

Referensi:

What Is Climate Change? - https://www.un.org/en/climatechange/what-is-climate-change

The World is Paying a High Price for Cheap Clothes - https://edition.cnn.com/2020/05/03/business/cheap-clothing-fast-fashion-climate-change-intl/index.html

What's wrong with the fashion industry - https://www.sustainyourstyle.org/en/whats-wrong-with-the-fashion-industry

The Global Glut of Clothing Is an Environmental Crisis - https://www.bloomberg.com/graphics/2022-fashion-industry-environmental-impact/

Fast Fashion's Carbon Footprint - https://carbonliteracy.com/fast-fashions-carbon-footprint/

Foto utama: Angelica Reyn/Pexels

Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates