A piece of my loud mind
  • Home
  • About Me
  • Disclaimer
Makanan Tahun Bau Imlek di atas meja kayu dihidangkan bersama teh oleh perempuan baju merah

Tahun Baru Imlek adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul untuk merayakan dan menikmati makanan tradisional yang lezat. Tiap keluarga memiliki tradisinya masing-masing, tapi ada beberapa makanan yang biasanya dihidangkan saat Tahun Baru Imlek. Makanan ini dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di tahun mendatang.

Simbol keberuntungan dari makanan Tahun Baru Imlek ini didasarkan pada pengucapan atau penampilannya. Tidak hanya hidangan itu sendiri yang penting, tetapi juga persiapan serta cara penyajian sangat berarti. 

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Tahun Baru Imlek

Salah satu hidangan paling populer selama Tahun Baru Imlek adalah pangsit. Pangsit umumnya diisi daging cincang dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan adonan kulit yang tipis dan elastis. Isi pangsit yang populer adalah daging babi cincang, udang potong dadu, ikan, ayam giling, daging sapi, dan sayuran. Pangsit bisa dimasak dengan cara direbus, dikukus, digoreng atau dipanggang. Bentuk pangsit yang bulat dipercaya melambangkan reuni dan kekayaan. 

Ikan adalah hidangan penting lainnya, karena melambangkan kemakmuran dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin kata ikan "Yu" terdengar sama dengan kata surplus. Ikan kukus adalah salah satu resep Tahun Baru Imlek yang paling terkenal.

Menu mie juga populer karena melambangkan umur panjang. Mie dapat diolah menjadi mie goreng, mie rebus atau mie kuah disajikan dengan kaldu.

Hidangan lainnya adalah Niangao, juga dikenal sebagai kue keranjang. Terbuat dari ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai. Tekstur lengket dari hidangan ini melambangkan kebersamaan dan persatuan. Kue ini juga dipercaya membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Makan lumpia bersama di meja makan penuh hidangan Tahun Baru Imlek

Lumpia juga merupakan makanan yang disiapkan saat Tahun Baru Imlek. Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Isian lumpia dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, kemudian digoreng sampai berwarna kuning keemasan. Lumpia mewakili kekayaan dan keberuntungan karena bentuknya menyerupai emas batangan.

Bola ketan atau Tangyuan biasanya disajikan sebagai makanan penutup. Pengucapan dan bentuk bulat Tangyuan dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan. Itu sebabnya Tangyuan menjadi salah satu makanan yang dihidangkan selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Buah-buahan tertentu dimakan saat Tahun Baru Imlek, seperti jeruk Mandarin, jeruk Ponkam, dan jeruk Bali. Jenis buah ini dipilih karena bentuknya bulat dan berwarna "emas", melambangkan sukses dan kekayaan.

Teh merupakan minuman yang wajib disuguhkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dipercaya membawa keberuntungan, dan sering disajikan kepada tamu sebagai tanda keramahtamahan.

Photo by Angela Roma from Pexels

Kopi merupakan minuman yang memiliki banyak manfaat. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kopi bukan hanya bermanfaat saat dikonsumsi tapi juga memiliki banyak manfaat jika digunakan secara topikal di kulit. 

Kafein pada kopi kaya akan antioksidan yang membantu melawan penuaan dini. Bubuk kopi juga mengandung nutrisi dan asam lemak yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. 

BACA JUGA: 6 Kandungan Skincare yang Tren di 2022

Karena manfaat kopi sudah banyak diketahui dan dirasakan hasilnya, belakangan mulai banyak produk skincare yang menggunakan kopi sebagai kandungan tambahan atau bahkan digunakan sebagai kandungan utama. Mulai dari scrub, masker, pelembab bahkan lip gloss menambahkan kopi dalam bahan dasarnya.

Anna Tarazevich

Beberapa manfaat kandungan kopi dalam skincare

(disadur dari kaffebueno)

Melawan penuaan dini: Studi ilmiah telah menunjukkan efek peremajaan kulit yang dihasilkan oleh kopi. Kopi kaya akan antioksidan yang melindungi dari radikal bebas dan melawan penuaan. Minyak dari biji kopi mencegah tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan flek di kulit.

Melindungi dari sinar UV: Kopi bermanfaat melindungi dari sinar UVB. Telah terbukti bahwa minyak kopi menyaring cahaya secara selektif dalam panjang gelombang 280-320nm, memungkinkan kulit menjadi gelap sambil melindunginya dari eritema matahari.

BACA JUGA: Bubuk Kopi untuk Perawatan Kulit

Menyamarkan selulit dan bekas luka di kulit: Kandungan kafein melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan sehingga mengurangi munculnya selulit dan menyamarkan selulit. Kandungan asam linoleat yang berlimpah mendorong penyembuhan luka dan menyamarkan bekas luka di kulit.

Eye serum untuk mengurangi kantung mata dan mata panda.


Perawatan area mata: Area sekitar mata sangat halus dan membutuhkan perawatan khusus. Kekuatan anti-inflamasi kafein membantu mengurangi peradangan di daerah kulit mata. Dan kandungan antioksidan dalam kopi melancarkan sirkulasi darah sehingga mengurangi bengkak dan lingkaran gelap di bawah mata.

Mengatasi masalah kulit: Selain meningkatkan produksi kolagen, kafein dan asam klorogenik (CGA) yang terkandung dalam biji kopi dapat membantu mengurangi peradangan akibat masalah kulit seperti eksim, jerawat, dan psoriasis. Kandungan serine dalam kafein bekerja sebagai antioksidan yang kuat dalam meremajakan kulit, membersihkan jerawat dan menyamarkan bekas jerawat.


Photo by Monstera from Pexels

assorted colorful t-shirt

Menjalankan gaya hidup sirkular di kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Tapi kita dapat memulainya dari hal-hal terkecil seperti mendaur ulang atau merubah kegunaan (repurpose) suatu barang agar dapat dipakai kembali.

Salah satu ide yang mudah dan berguna adalah repurpose kaos yang sudah tidak terpakai menjadi tas pakai ulang. Bukan hanya mengurangi limbah pakaian tapi kita juga mengurangi penggunaan tas pakai ulang bahan spunbond yang berakhir menjadi limbah yang sulit diurai.

Ide repurpose kaos ini disadur dari 100directions.com. Caranya sangat mudah dan sederhana. Untuk membuat tas pakai ulang ini bisa menggunakan kaos bekas dari bahan dan ukuran apa saja. Dapat dibuat tanpa mesin jahit, cukup dengan jahitan tangan biasa asalkan dijahit dengan kuat dan rapi.

tas pakai ulang dari kaos bekas tie dye
100Directions.com


Bahan-bahan:

1. T-shirt bekas
2. Gunting
3. Mesin jahit atau jarum dan benang

BACA JUGA: Repurpose - Cara Mengurangi Limbah Fashion

cara buat tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Cara Menjahit:

1. Lipat kaos menjadi 2 bagian ke samping. Potong lengan dan kerah kaos sesuai gambar untuk dijadikan tali tas. Panjang tali disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu jahit tepi bagian kaos yang digunting.

2. Buka lipatan dan sekarang kaos akan terlihat seperti kaos singlet.

3. Tarik bagian depan dan belakang kaos ke samping. Sekarang bagian samping kaos menjadi bagian depan dan belakang tas.

4. Jahit untuk menutup bagian bawah kaos. Lebih baik untuk dijahit lebih dari 1 baris agar bagian bawah tas kuat.

kantong dalam tas pakai ulang dari kaos bekas
100Directions.com

Kantong bisa ditambahkan agar menjadi tas lipat untuk penyimpanan yang lebih ringkas.

Mudah kan? Yuk berkontribusi dalam gaya hidup berkelanjutan dengan repurpose kaos bekas kalian menjadi tas pakai ulang!

Photo from Canva

Cita rasanya yang khas dengan aroma dan rasa yang kompleks serta konsistensi yang kuat membuat biji kopi Gayo dikenal di seluruh dunia.  Kopi Gayo cenderung nutty dan buttery. Aroma pedas yang kuat dengan keasaman rendah serta rasa manis yang pas juga aftertaste yang bersih memberikan karakter tersendiri pada biji kopi Gayo. Karena karakternya yang kuat, varietas biji kopi Gayo populer digunakan untuk meningkatkan aroma dan body dari campuran kopi house blend di banyak kedai kopi dan brand ternama di seluruh dunia. 

BACA JUGA: Asal Kopi Indonesia

Kopi telah menjadi tulang punggung perekonomian Gayo sejak tahun 1930. Perkebunan kopi dimiliki sekitar 66.000 orang keluarga petani dan perkebunan kecil perorangan, menyumbang 50% sampai 90% pendapatan keluarga di daerah tersebut. 

ORDER NOW

10 Fakta Tentang Kopi Aceh Gayo

1. Budaya kopi tidak ditemukan di Aceh sampai mendekati akhir abad ke-19. Seorang orientalis yang menjadi peneliti sosiokultural, Snouck Hurgronye menulis dalam Volume Achehnese I bahwa selama penelitiannya tentang orang-orang Aceh untuk orang biasa di Aceh air hampir merupakan satu-satunya minuman yang dikonsumsi. Selain air kadang kala jus tebu menjadi pilihan, diperas langsung hanya dengan menggunakan alat yang sangat primitif.

2. Tanaman kopi di Aceh awalnya dibawa oleh bangsa Belanda pada abad ke-18 melalui Batavia (sekarang Jakarta) dan ditanam di Aceh pada tahun 1908. Kopi pertama yang diperkenalkan adalah kopi Arabika dan pertama kali dibudidayakan di Danau Utara Lut Tawar.

3. Bangsa Belanda memerintahkan orang-orang Aceh yang menjadi petani pada waktu itu untuk mengonsumsi kopi Robusta, sementara Arabika untuk dikonsumsi oleh bangsa Belanda dan untuk diekspor.

ORDER NOW

BACA JUGA: Mengenal Kopi Sumatra

4. Pada tahun 1933, di Takengon, 13.000 hektar tanah telah ditanam dengan pohon kopi yang disebut Belanda sebagai "komoditas masa depan".

5. Setidaknya ada 90.000 hektar perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo yang sekarang dipisahkan menjadi tiga distrik (Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Luwes). Ini menjadikan dataran tinggi Gayo sebagai produsen kopi Arabika terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia.

6. Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh memproduksi sekitar 40% dari biji Arabika premium dari total panen kopi di Indonesia.

BACA JUGA: Istilah dan Jenis Kopi yang Harus Kamu Ketahui

7. Faktor ketinggian, udara sejuk, tanah vulkanik subur dan metode budidaya, semuanya berkontribusi dalam menghasilkan karakter unik dan rasa kopi gayo yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Michael Burrows/pexels

8. Biji kopi Gayo juga dikenal sebagai "Green Beans" karena kopi Aceh Gayo ditanam secara organik di seluruh pegunungan tanpa menggunakan pupuk menjadikan kopi ini ramah lingkungan.

9. Aceh memiliki koperasi petani kopi wanita yaitu Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo). Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) dalam kunjungan kerjanya di Aceh Tengah. Dalam kunjungan ini, ia mengapresiasi Kokowagayo yang menurutnya telah malang melintang di pasar internasional.

Teten menjelaskan Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kokowagayo merupakan satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino. Diketahui, OPTCO adalah organisasi petani kopi wanita internasional yang berbasis di Peru, Amerika Selatan.


Baca artikel detikfinance, "Teten Apresiasi Koperasi Wanita Gayo, Punya Aset hingga Rp 8,5 M" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

BACA JUGA: 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia

10. Kualitas kopi Gayo sudah diakui dunia. Kopi Gayo mendapat Fair Trade Certified dari Organisasi Internasional Fair Trade pada 27 Mei 2010. International Conference on Coffee Science di Bali tahun 2010 turut menominasikan kopi Gayo sebagai kopi nomor 1 di antara kopi arabika dari tempat lain.

Resources:
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4105955/bener-meriah-kabupaten-penghasil-kopi-gayo-yang-nikmat-di-aceh
https://tengkuputeh.com/2017/08/19/the-origin-of-the-coffee-culture-in-aceh/
https://berto-online.com/coffee-gayo-coffee-beans/
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5611853/teten-apresiasi-koperasi-wanita-gayo-punya-aset-hingga-rp-85-m

Photo by Michael Burrows from Pexels


Recycle Reuse Zero waste eco friendly bag

Ungkapan “menggunakan kembali, mengurangi, mendaur ulang” sudah sering digaungkan namun tidak mudah untuk menjalankannya di kehidupan sehari-hari. Sebagian besar tantangan berasal dari ekonomi linier yang dipraktekkan saat ini yaitu prinsip produksi dan penggunaan barang untuk sekali pakai. Efek dari gaya hidup ini menghasilkan banyak limbah dan daya alam yang menyusut dengan sangat cepat.

Untungnya, semakin banyak perusahaan menyadari ini dan beralih ke model bisnis yang berkelanjutan seperti ekonomi sirkular.

Apa itu ekonomi sirkular?

Ekonomi sirkular mengurangi konsumsi dan pemborosan sumber daya seperti bahan mentah, air, dan energi selama produksi sambil berfokus pada peningkatan masa pakai produk dan limbah dari produksinya dapat dipakai untuk membuat produk lain.

Konsep ini disebut sirkular atau melingkar berdasarkan prinsip zero waste, penggunaan berulang dan ekosistem yang regeneratif. 

BACA JUGA: Beralih ke Sustainable Fashion untuk Menyelamatkan Bumi

Green apple on a wooden table with an aesthetic book
Anete Lusina/Pexels

Menjalankan gaya hidup sirkular di kehidupan sehari-hari

Kita semua dapat melakukan bagian kita dengan mempelajari dasar-dasar gaya hidup sirkular. Langkah awal adalah menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Hanya belanja barang-barang yang dibutuhkan dan perbaiki barang sebelum membeli penggantinya.

Menerapkan capsule wardrobe untuk menghemat belanja pakaian merupakan langkah bagus dari gaya hidup sirkular sehari-hari. Upcycling adalah cara lain untuk menerapkan konsep sirkular. Alih-alih membuang benda yang tidak dapat diperbaiki, lihat apakah benda tersebut dapat dibongkar dan didaur ulang atau didaur ulang beberapa bagiannya. Repurpose barang lama dan alih gunakan  untuk memaksimalkan sumber daya sehingga tidak ada yang sia-sia. 

Mulai memilah sampah organik untuk dijadikan kompos. Dilansir dari koup.co, saat ini 30% dari apa yang kita buang terdiri dari sisa makanan dan sampah halaman yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Manfaat pengomposan termasuk mengurangi sampah, mengurangi emisi metana, memperbaiki tanah dan mengurangi erosi dengan meningkatkan kapasitas dan produktivitas retensi air tanah, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Cara Membuat Rutinitas Kecantikan Lebih Berkelanjutan

Facts circular economy
startgoingcircular

Gaya hidup sirkular mendorong penggunaan produk ramah lingkungan, menemukan solusi untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, dan memasukkan kembali barang ke dalam siklus produksi. Setiap langkah kecil dalam gaya hidup sirkular sehari-hari memberi dampak yang besar untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan dalam jangka panjang.

Photo by ready made from Pexels


Gerakan mengurangi plastik sudah menyebar dan dijalankan oleh sebagian besar masyarakat. Lalu muncul alternatif tas pakai ulang pengganti kantong plastik, seperti tas tote berbahan dasar katun, spunbond, sampai berbahan dasar umbi.

Sebagian besar tas pakai ulang yang beredar saat ini adalah tas spunbond. Tas spunbond banyak digunakan karena tahan lama, bervariasi dari pilihan warna hingga ketebalan bahan, dan harganya ekonomis.

Walaupun digunakan sebagai pengganti kantong plastik, banyak yang belum menyadari bahwa bahan dasar tas pakai ulang spunbond adalah polypropylene atau biji plastik. Bahan spunbond merupakan bahan plastik dengan serat panjang yang terikat dan tersusun dengan kuat melalui proses kimiawi. Jadi bahan ini merupakan bahan plastik juga, yang dibuat lebih tebal dan padat daripada kantong plastik biasa, tujuannya agar dapat dipakai berulang kali.

Karena tas spunbond diciptakan untuk dipakai berulang kali maka dibutuhkan lebih banyak sumber daya dalam proses pembuatan dan proses daur ulangnya.

Hasil riset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pangan Denmark menyatakan bahwa setiap tas pakai ulang harus digunakan sebanyak 20 ribu kali agar sepadan dengan proses produksi yang dilewatinya. 

BACA JUGA: Trashy Fashion: Limbah Fashion yang Terlupakan

Sayangnya tas pakai ulang spunbond tidak dipakai secara maksimal, setelah beberapa kali pemakaian tas lalu dibuang. Sehingga menambah limbah plastik di tempat pembuangan sampah.

Limbah tas pakai ulang spunbond lebih sulit terurai karena kepadatan dan variasi kandungan materialnya membuat proses daur ulang menjadi lebih mahal. Sebagai tambahan agar bahan plastik menjadi lebih tebal, tas pakai ulang ini dirajut dengan serat plastik yang tipis. Limbah serat ini terlepas menjadi mikroplastik yang berpotensi mencemari air, meracuni organisme air dan masuk ke rantai makanan manusia.

Langkah mengurangi limbah tas pakai ulang spunbond

1. Pilih tas pakai ulang spunbond yang berkualitas agar tidak mudah robek, tahan lama dan dapat dipakai berulang kali secara maksimal.

2. Ingat untuk membawa tas pakai ulang saat berbelanja agar tidak perlu membeli tas belanja baru untuk menghindari tumpukan tas pakai ulang yang akhirnya tidak terpakai.

3. Menggunakan alternatif tas pakai ulang seperti tas kanvas, tas karung goni, tas berbahan dasar singkong (cassava bag), keranjang rotan, tas parasut atau paper bag.

4. Repurpose dan upcycle pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi tas pakai ulang.

Penggunaan tas pakai ulang bahan spunbond merupakan salah satu cara menekan limbah kantong plastik sekali pakai. Namun penggunaannya harus lebih dicermati agar niat baik mengurangi limbah plastik tidak malah menjadi menambah beban limbah dengan material yang lebih sulit didaur ulang.

Photo by: fajar.co.id

Tie dye silk fabric

Konsumen mode saat ini sudah menyadari akan dampak fashion terhadap lingkungan dan bersedia membayar lebih untuk membeli produk yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Salah satu produk ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah produk vegan.

Alternatif bahan vegan untuk menggantikan bahan tekstil tradisional menjadi tren baru di industri mode kelas atas. 

Salah satu bahan glamor yang banyak dipakai di indutri mode kelas atas adalah kain sutra.

Disadur dari treehugger, sutra adalah salah satu kain tertua dan paling berharga di dunia. Kain halus dan tahan lama dibuat dengan memanen filamen alami dari kepompong ulat sutera, kemudian diwarnai, dipintal, dan ditenun menjadi benang. 

Penggunaan sutra dalam kain dikembangkan di Cina kuno. Terbukti dari ditemukan biomolekuler pertama sutra di situs Neolitik di provinsi Henan berasal dari 8.500 tahun yang lalu.

Sutra adalah serat alami dan biodegradable, tetapi produksinya memberikan dampak lingkungan yang lebih besar daripada kain alami lainnya.

Blue gold silk fabric
Mikhail Nilov/Pexels

Proses Pembuatan Sutra tradisional

Proses pembuatan sutra berawal dari budidaya ulat sutra (Bombyx Mori). Setelah ulat sutra berganti bulu sebanyak empat kali saat mereka tumbuh, mereka mengeluarkan cairan yang disekresikan secara alami, lalu diputar menjadi kepompong yang menempel bersama dengan getah yang disebut serisin. Proses pemintalan kepompong ini memakan waktu 2-3 hari.

Jika dibiarkan terus secara alami, ulat sutera menjadi dewasa dan kemudian menjadi ngengat di dalam kepompongnya. Ketika saatnya tiba, ngengat akan mengeluarkan cairan yang membakar lubang melalui untaian kepompongnya agar bisa keluar dan terbang untuk menyelesaikan siklus hidupnya.

Karena benang sutra rusak saat ngengat keluar dari kepompong, maka di pabrik produksi sutra ulat sutra dibiarkan hidup sampai ulat terbungkus dalam kepompong. Kemudian kepompong direbus untuk membunuh ulat dan menghilangkan getah serisin agar filamen sutra tetap utuh.

Silk worm cocoon being processed
Quang Nguyen Vinh/Pexels

Filamen lalu dilepas dan digabungkan dengan yang lain untuk dibuat menjadi ketebalan benang apa pun yang dibutuhkan untuk menenun selembar kain sutra.

Dibutuhkan sekitar enam ribu kepompong ulat sutra untuk menghasilkan satu kilo kain sutra.

BACA JUGA: Cerita di Balik Bahan Denim

Proses pembuatan kain sutra tidak hanya melakukan kekerasan terhadap hewan tapi juga menyumbang dampak buruk terhadap lingkungan karena produksi sutra membutuhkan banyak energi. Peternakan ulat sutra harus dijaga pada suhu yang terkendali, dan proses memanen kepompong menggunakan air panas serta udara panas.

Produksi sutra menggunakan banyak air. Pohon murbei sebagai makanan ulat sutra merupakan pohon yang membutuhkan banyak air. Jika ditanam di daerah kering, pasokan air akan banyak terserap untuk peternakan ulat sutra.

Bahan kimia digunakan untuk membersihkan dan dalam proses pewarnaan kain sutra. Proses ini mencemari air dan menghalangi proses penguraian kain.

India mulai mengembangkan proses alternatif yang tidak membunuh ulat, namun teknik ini memakan waktu yang lama dan seringkali tidak memenuhi jadwal waktu produksi.

BACA JUGA: Repurpose - Cara Mengurangi Limbah Fashion

Apa itu sutra vegan?

Sebagai alternatif yang ramah lingkungan, benang seperti sutra dapat dibuat dari beberapa sumber tanaman.

Batang bunga teratai adalah salah satu yang dapat dibuat menjadi kain mewah seperti sutra. Sebetulnya membuat tekstil dari batang teratai sudah dilakukan sejak lama, tetapi dibutuhkan volume batang yang banyak untuk membuat kain berukuran kecil. Alternatif lain adalah piña, kain tradisional Filipina yang terbuat dari daun nanas. Piña memiliki tekstur seperti sutra dan ringan, tembus cahaya, dan kaku. 

Beberapa alternatif tanaman lain seperti kayu pinus, kayu putih, tanaman rami bahkan dapat dibuat dari kulit pisang, nanas dan selulosa kulit jeruk.

Sutra vegan diproduksi dengan cara yang lebih ramah lingkungan tanpa melibatkan hewan. Alternatif ini memberikan pilihan untuk tetap tampil glamor namun aman untuk lingkungan dan berkelanjutan.

Sumber:
treehugger.com
excellencemagazine.luxury

Photo by Maadhuri G from Pexels

A young woman wearing bathrobe standing in the bathroom washing face

Rutinitas kecantikan sehari-hari ternyata banyak pengaruhnya terhadap lingkungan. Penggunaan bahan kimia berbahaya, plastik, dan zat perusak lingkungan lainnya sangat umum di industri kecantikan.

Meskipun pemerintah memberlakukan peraturan ketat untuk memastikan pembuatan dan penggunaan bahan yang aman, tapi masih banyak produk yang menggunakan ataupun menghasilkan limbah yang merusak lingkungan.

Tapi kesadaran akan kondisi alam yang memburuk dan semakin banyaknya orang yang menjalani gaya hidup yang berkelanjutan membuat banyak merek mulai membuat produk ramah lingkungan. Tapi apa saja yang bisa mendukung rutinitas kecantikan kita menjadi lebih berkelanjutan?

Beberapa cara untuk mengubah rutinitas kecantikan dan menjadikannya ramah lingkungan dikutip dari intelligentliving.co yang dapat dijalankan sehari-hari:

Daur Ulang Kemasan

Sebagian besar kemasan produk kecantikan, kebersihan, dan perawatan kulit terbuat dari plastik, yang berakhir menumpuk di tempat pembuangan sampah. Beberapa kemasan plastik biasanya dapat didaur ulang menjadi plastik lain, tetapi kebanyakan plastik dibuang begitu saja.

Pilihlah produk yang menggunakan kemasan yang dapat digunakan kembali, seperti kemasan alumunium dan botol kaca.

Walaupun saat ini sebagian besar produk kecantikan masih menggunakan kemasan plastik, namun kita dapat berperan dalam mengurangi limbah dengan cara menggunakan kembali kemasan plastik sebagai wadah pernak-pernik atau memisahkan sampah plastik dan mengirimkan ke fasilitas daur ulang.

Several bambbo toothbrush in a container
Sarah Chai/Pexels.com

Sikat Gigi Bambu

Sikat gigi biasanya diganti setiap 3 bulan sekali. Bayangkan berapa banyak limbah plastik yang dihasilkan dari rutinitas sikat gigi. Alih-alih membeli sikat gigi berbahan dasar plastik, pilihlah sikat gigi bambu sebagai alternatif ramah lingkungan dan biodegradable.

Produk Berkelanjutan untuk Membersihkan Riasan

Kapas biasanya digunakan untuk membersihkan riasan, sayangnya kapas menggunakan banyak air dan bahan kimia dalam proses produksinya. Saat ini sudah ada alternatif kapas organik dan reusable cotton pad yang dapat digunakan untuk rutinitas kecantikan kalian.

Gunakan juga cotton bud dengan gagang yang terbuat dari bambu dan ujung kapas organik.

Penawaran Daur Ulang Kemasan dari Pemilik Merek

Mulai banyak merek yang menawarkan daur ulang untuk kemasan kosong produk mereka. Bahkan ada yang memberikan diskon atau penawaran menarik lainnya untuk setiap pengembalian kemasan produk. Gunakan kesempatan ini untuk turut mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Kemasan Eco-friendly

Banyak produk berkelanjutan yang sudah mengurangi bungkusan plastik dan menggunakan bungkus terbuat dari bahan eco-friendly seperti kertas daur ulang dan bambu untuk mengurangi sampah yang merusak lingkungan.

A young woman wearing bathrobe standing in the bathroom applying face cream
Sora Sharazaki/Pexels.com

Mengenal Produk Ramah Lingkungan

Selain kemasan produk, komposisi bahan baku juga berperan penting dalam menentukan apakah produk kecantikan ramah lingkunan dan berkelanjutan.

Membaca daftar bahan baku sebuah produk kecantikan adalah langkah awal untuk mengenal produk ramah lingkungan. Kenali setiap bahan, kegunaan, sumbernya serta dampak dari bahan tersebut terhadap lingkungan. 

Belanja Dari Merek Berkelanjutan

Semakin banyak orang yang menjalankan gaya hidup berkelanjutan. Oleh karena itu mulai banyak merek, terlebih lagi merek produk kecantikan yang menawarkan produk yang ramah lingkungan, ramah sosial dan mendukung berkelanjutan.

Pastikan bahwa klaim ramah lingkungan yang ditawarkan oleh merek bukan praktik greenwashing, namun merek benar-benar menjalani proses dan menggunakan bahan baku yang berkelanjutan.

ecofriendly cotton bud toothbrushes pads in the bathroom
Sarah Chai/Pexels.com

Menjalani rutinitas kecantikan yang berkelanjutan butuh komitmen, namun ingat selalu bahwa setiap keputusan kecil yang kita ambil dalam gaya hidup berkelanjutan akan memberikan dampak positif untuk lingkungan dalam jangka panjang.

Photo by Ron Lach from Pexels.com

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am Jo. A graphic designer, living in Jakarta. I blog mostly about coffee, lifestyle, fashion, relationship but random topics might pop up out of my loud mind. And also check my story about the Archipelago too. Thank you for stopping by and I hope you enjoy a piece of my loud mind.

Populer Posts

  • 4 Jenis Kopi Yang Paling Terkenal di Dunia
  • 8 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik
  • Art Jakarta 2019, A Feast to the Eyes
Community

Category

  • Beauty
  • Coffee
  • Fashion
  • Free Printable
  • Lifestyle
  • Random Mind
  • Relationships
  • Social Media
  • Travel
  • Wellness

Arsip Blog

  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Menjelajahi Budaya Kopi Unik dari Berbagai Belahan...
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
  • ►  2023 (5)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2022 (26)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2021 (21)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Followers

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates